1 Reis 17
Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga (IND) vs VC
1 Pada masa pemerintahan Ahab, ada seorang nabi bernama Elia dari kota Tisbe di daerah Gilead. Elia menyampaikan pesan TUHAN kepada Ahab, “Saya berkata atas nama TUHAN, Allah Israel yang hidup dan yang saya layani: Selama beberapa tahun mendatang tidak akan ada embun ataupun hujan kecuali saya yang memberi izin.”
1 Elias, o tesbita, um habitante de Galaad, veio dizer a Acab: Pela vida do Senhor, Deus de Israel, a quem sirvo, não haverá nestes anos orvalho nem chuva, senão quando eu o disser.
2 Sesudah itu TUHAN berkata kepada Elia,
2 Em seguida, a palavra do Senhor foi-lhe dirigida nestes termos:
3 “Pergilah ke timur dan tinggallah di muara sungai Kerit, yaitu sungai kecil di pinggir timur sungai Yordan.
3 Vai-te daqui; retira-te para as bandas do oriente e vai esconder-te na torrente de Carit, que está defronte do Jordão.
4 Kamu akan mendapat air minum dari sungai itu, dan Aku sudah memerintahkan burung-burung gagak untuk membawa makanan bagimu.”
4 Beberás da torrente, e ordenei aos corvos que te alimentem.
5 Maka Elia pergi dan melakukan perintah TUHAN itu. Dia tinggal di muara sungai Kerit.
5 Elias partiu, pois, segundo a palavra do Senhor, e estabeleceu-se junto à torrente de Carit, defronte do Jordão.
6 Burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya setiap pagi dan petang, sedangkan air minum dia dapatkan dari sungai itu.
6 Os corvos traziam-lhe pão e carne, pela manhã e pela tarde, e ele bebia a água da torrente.
7 Beberapa waktu kemudian, sungai Kerit mengering karena hujan tidak turun di seluruh negeri itu.
7 Passado algum tempo, secou-se a torrente, porque não chovia mais na terra.
8 Lalu TUHAN berkata kepada Elia,
8 Então o Senhor disse-lhe:
9 “Bersiaplah untuk pergi ke kota Sarfat di wilayah Sidon dan tinggallah di sana. Aku sudah memerintahkan seorang janda di situ untuk memberimu makanan.”
9 Vai para Sarepta de Sidon e fixa-te ali: ordenei a uma viúva desse lugar que te sustente.
10 Maka pergilah Elia ke Sarfat. Ketika dia sampai di gerbang kota, ada seorang janda sedang mengumpulkan kayu bakar di dekat situ. Elia memanggilnya dan berkata, “Ibu, bolehkah saya minta sedikit air untuk minum?”
10 Elias pôs-se a caminho para Sarepta. Chegando à porta da cidade, viu uma viúva que ajuntava lenha. Chamou-a e disse-lhe: Por favor, vai buscar-me um pouco de água numa vasilha para que eu beba.
11 Ibu itu menyanggupi. Ketika dia hendak pergi mengambil air, Elia berkata lagi, “Ibu, tolong bawakan juga sedikit roti.”
11 E indo ela buscar-lhe a água, gritou-lhe Elias: Traze-me também um pedaço de pão.
12 Janda itu menjawab, “Saya bersumpah demi TUHAN, Allahmu yang hidup, bahwa saya tidak punya roti. Saya hanya punya segenggam tepung dan sedikit minyak zaitun. Kayu yang sedang saya kumpulkan ini adalah untuk memasak sisa tepung terakhir itu. Sesudahnya, kami tidak punya makanan lagi dan pasti mati kelaparan.”
12 Pela vida de Deus, respondeu a mulher, não tenho pão cozido: só tenho um punhado de farinha na panela e um pouco de óleo na ânfora; estava justamente apanhando dois pedaços de lenha para preparar esse resto para mim e meu filho, a fim de o comermos, e depois morrermos.
13 “Jangan takut,” jawab Elia, “Pulanglah dan lakukan apa yang Ibu katakan itu. Tetapi sebelumnya buatkan saya roti kecil dan bawalah ke sini. Sesudah itu, buatlah roti untuk Ibu dan anak Ibu.
13 Elias replicou: Não temas; volta e faze como disseste; mas prepara-me antes com isso um pãozinho, e traze-mo; depois prepararás o resto para ti e teu filho.
14 Karena beginilah pesan TUHAN, Allah Israel: Tepung di rumahmu tidak akan habis dan minyakmu juga tidak akan berkurang sampai TUHAN menurunkan hujan ke negeri ini.”
14 Porque eis o que diz o Senhor, Deus de Israel: a farinha que está na panela não se acabará, e a ânfora de azeite não se esvaziará, até o dia em que o Senhor fizer chover sobre a face da terra.
15 Lalu janda itu pergi dan melakukan semua yang dikatakan Elia. Maka mereka bertiga mempunyai makanan yang cukup untuk waktu lama.
15 A mulher foi e fez o que disse Elias. Durante muito tempo ela teve o que comer, e a sua casa, e Elias.
16 Sesuai perkataan TUHAN melalui Elia, persediaan tepung tidak habis dan minyaknya tidak berkurang.
16 A farinha não se acabou na panela nem se esgotou o óleo da ânfora, como o Senhor o tinha dito pela boca de Elias.
17 Beberapa waktu kemudian, anak janda itu jatuh sakit. Sakitnya semakin parah hingga dia akhirnya meninggal.
17 Algum tempo depois, o filho desta mulher, dona da casa, adoeceu, e seu mal era tão grave que já não respirava.
18 Lalu kata janda itu kepada Elia, “Hai utusan Allah, apakah salah saya terhadap engkau! Ternyata engkau datang hanya untuk menyatakan dan menghukum dosa-dosa saya dengan cara membuat anak saya mati!”
18 A mulher disse a Elias: Que há entre nós dois, homem de Deus? Vieste, pois, à minha casa para lembrar-me os meus pecados e matar o meu filho?
19 Jawab Elia, “Bawalah anak Ibu ke sini” Lalu Elia mengambil anak itu dari gendongan ibunya dan membawa dia naik ke kamar atas, tempat Elia menginap. Dia membaringkan anak itu di atas tempat tidurnya.
19 Dá-me o teu filho, respondeu-lhe Elias. Ele tomou-o dos braços de sua mãe e levou-o ao quarto de cima onde dormia e deitou-o em seu leito.
20 Elia berseru kepada TUHAN, “Ya TUHAN, Allahku! Mengapa Engkau mendatangkan malapetaka kepada janda yang sudah menampung saya dengan membuat anaknya meninggal?”
20 Em seguida, orou ao Senhor, dizendo: Senhor, meu Deus, até a uma viúva, que me hospeda, quereis afligir, matando-lhe o filho?
21 Sesudah itu, Elia membaringkan tubuhnya di atas anak itu sebanyak tiga kali sambil berseru kepada TUHAN, “Ya TUHAN, Allahku, aku mohon, kembalikanlah nyawa anak ini ke tubuhnya!”
21 Estendeu-se em seguida sobre o menino por três vezes, invocando de novo o Senhor: Senhor, meu Deus, rogo-vos que a alma deste menino volte a ele.
22 TUHAN mendengar doa Elia dan mengembalikan nyawa anak itu. Maka dia hidup kembali.
22 O Senhor ouviu a oração de Elias: a alma do menino voltou a ele, e ele recuperou a vida.
23 Lalu Elia membawa turun anak itu dari kamar atas dan menyerahkan dia kepada ibunya sambil berkata, “Ini. Anakmu hidup kembali.”
23 Elias tomou o menino, desceu do quarto superior ao interior da casa e entregou-o à mãe, dizendo: Vê: teu filho vive.
24 Jawab janda itu kepada Elia, “Sekarang saya tahu bahwa engkau betul-betul utusan Allah, dan perkataan TUHAN yang engkau sampaikan sungguh-sungguh benar!”
24 A mulher exclamou: Agora vejo que és um homem de Deus e que a palavra de Deus está verdadeiramente em teus lábios.
Atalhos do teclado
- Capítulo anterior←
- Próximo capítulo→
- Versículo anteriork
- Próximo versículoj
- Limpar seleçãoEsc
- Esta ajuda?
Estude este capítulo no WhatsApp
Peça à IA da Bíblia Fala para explicar 1 Reis 17, comparar traduções ou montar um estudo — tudo direto pelo WhatsApp.