Romanos 8

Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga (IND) vs AAI

Sair da comparação
AAI TUR GEWASIN O BAIBASIT BOUBUN
1 Jadi sekarang, kita tidak perlu takut lagi pada hukuman Allah yang sebenarnya patut kita terima. Mengapa? Karena kita sudah bersatu dengan Kristus Yesus. Artinya kita tidak lagi hidup menuruti naluri yang berdosa, tetapi taat kepada pimpinan Roh Allah.
1 Isanimih boun sabuw iyabowat Keriso Jesu wanawananamaim hikofan tema’am boro men hinakusairihimih.
2 Inilah yang terpenting: Melalui persatuan dengan Kristus, kita menerima Roh Allah yang memberi hidup, dan kita dibebaskan dari kuasa dosa yang membinasakan.
2 Anayabin God Anunin ana fairamaim Keriso Jesu wanawananamaim yawas ebitit, i ayu bowabow kakafin ana fairane naatu morob ana fairane rufamu atit.
3 Hukum Taurat tidak bisa menolong kita untuk mengalahkan naluri kita yang berdosa. Tetapi Allah sudah mengatasi persoalan itu dengan mengutus Anak-Nya sendiri ke dunia ini, untuk menjadi manusia dengan tubuh yang juga mempunyai naluri yang sama dengan semua manusia. Melalui pengurbanan Anak-Nya, Allah sudah mengalahkan kuasa dosa dalam naluri kita sehingga kita yang percaya kepada-Nya tidak lagi diperbudak oleh kuasa dosa itu.
3 Ofafar men karam tasinaf, anayabin it biyat ana kakafinamaim iwa’an ofafar ririm. Baise God sinaf, taiyuwin Natun Ta’imon iyun ra’iy orot biyan kakafin bai iyaun, naatu bowabow kakafin ana siboromih matar. Naatu bowabow kakafih orot babin wanawanahimaim etei kusaisiren.
4 Allah melakukan hal itu supaya cara hidup benar yang dituntut oleh hukum Taurat terpenuhi dalam diri kita karena kita bersatu dengan Kristus. Sekarang, kita dimampukan untuk hidup menaati pimpinan Roh Allah dan tidak lagi mengikuti naluri yang berdosa.
4 God iti bowabow sinaf, saise ofafar ana tur eo’o i hinan wanawanatamaim hinamatar, men biyat ana kokomaim tanama, baise Ayubin ana kokomaim tanama.
5 Setiap orang yang masih mengikuti naluri berdosanya, berarti dia hidup untuk memuaskan diri sendiri saja. Namun, setiap orang yang hidup bergantung pada Roh Allah ditolong-Nya untuk berpikir sesuai dengan kehendak-Nya.
5 Sabuw iyab biyah ana naniyanamaim tema’am hai naniyan tutufin etei i nati’imaim ebobonawiyih. Baise sabuw iyab Anun Kakafiyin ana kokomaim tema’am, hai not tutufin etei Anun ana kokomaim tesisinaf.
6 Bila tujuan hidup kita hanya untuk memuaskan naluri kita yang berdosa, kita akan berakhir dalam kebinasaan. Tetapi bila hidup kita dipimpin oleh Roh Allah, kita akan mendapatkan hidup yang kekal dan merasa tenang dalam perlindungan TUHAN.
6 Turobe orot babin ana notamaim nabobonawiyi boro morob wan inayen. Baise Anun Kakafiyin ana notamaim nabobonawiy boro yawas naatu tufuw inab.
7 Bila tujuan hidup kita hanya untuk memuaskan naluri kita yang berdosa, berarti kita memusuhi Allah. Karena naluri yang berdosa selalu bertentangan dengan hukum Allah, sehingga kita sama sekali tidak mampu melakukannya.
7 Anayabin sabuw iyab biyah ana kokomaim kakafih ebobonawiyih i God ana kamabiy temamatar, naatu men karam boro God ana ofafar babanamaim hinama.
8 Orang yang hidup menurut naluri berdosanya sendiri tidak mungkin berkenan kepada Allah.
8 Sabuw iyab biyah ana kokomaim ebobonawiyih men karam hiwa’an God niyasisir.
9 Tetapi kamu semua yang bersatu dengan Kristus tidak lagi dikuasai oleh nalurimu yang berdosa! Sebaliknya, kamu dikuasai oleh Roh Allah karena Roh Kristus benar-benar ada dalam dirimu. Orang yang tidak memiliki Roh Kristus bukanlah milik Kristus.
9 Baise kwa i men biya ana kokomaim ebobonawiyi, baise Anun Kakafiyin. Anayabin God Anunin i kwa wanawanamaim ema’am. Orot yait Keriso Anunin men wanawananamaim ema’ama, i men Keriso nowan.
10 — ausente —
10 Baise Keriso kwa wanawanamaim ema’am, imih God buwi yawas kwama’am. Basit biya i boro namorob anayabin bowabow kakafin awan karatan, baise ayub i yawasin anayabin ayub ana yawas i mutufurin.
11 — ausente —
11 Naatu God Anunin Jesu morobone biyawas kwa wanawanamaim ema’ama. Keriso morobone biyawas na’atube kwa auman boro i Anunin kwa wanawan ema’am imaim biya yawas nitin.
12 Jadi Saudara-saudariku, sekarang kita wajib hidup menurut pimpinan Roh Allah. Jangan lagi mengikuti keinginan badani kita yang membinasakan!
12 Isanimih, taituwou, it i bowabow hitit, baise men biyat ana kokomaim tanasinafumih.
13 Sebab kalau kita hidup menuruti keinginan badani, roh dan jiwa kita tetap mati. Sebaliknya, oleh pertolongan Roh Allah, hendaklah kita berpikir bahwa tubuh jasmani kita sudah mati terhadap keinginan dosa. Dengan begitu, kita akan hidup!
13 Anayabin kwa biya ana kokomaim kwanama’am na’at boro kwanamorob. Baise Anun Kakafiyin ana kokomaim kwanama’am na’at, biya ana kokok kakafih etei boro nimuruben. Naatu kwa boro yawas kwanama,
14 Karena semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anggota keluarga Allah.
14 anayabin sabuw iyab God Ayubin ebobonawiyih i God natunatun.
15 Sebab Roh-Nya yang sudah diberikan kepada kita bukanlah untuk memperbudak kita sehingga kita takut menghadap Allah. Tetapi Roh-Nya itu menjadikan kita anak angkat Allah. Sebagai bukti, Roh-Nyalah yang memimpin kita untuk berseru memanggil Allah, “Abba, ya Bapa!”
15 Anayabin God Ayubin kwabaib i men kwa niwa’ani bir ana fairamaim nabonawiy isan kwani’akiramih. Baise Ayubin kwabaib i natunatun anababatun matar isan kwabai, saise imaim fair tanab isan tanarerey tanao, “Abba! Tamaiya!”
16 Roh Allah sendiri meyakinkan roh kita bahwa kita adalah anggota keluarga-Nya.
16 I Ayubin it ayubit bairi hita’imon teo’orereb it i God natunatun.
17 Jika kita adalah anak angkat Allah, berarti kita juga berhak menikmati semua harta yang dijanjikan untuk keluarga-Nya. Dan karena Kristus sejak semula adalah Anak Allah, maka Dia menjadi Saudara sulung kita. Oleh sebab itu, kita sebagai saudara-saudara angkat Kristus, yang sudah menderita sebagai pengikut-Nya, tentu juga akan ikut masuk dalam kemuliaan-Nya!
17 It i natunatun imih sawar abisa i ana sabuw isah ebobotan boro bairi tanab yaun. Naatu abisa God Keriso isan ebobotan boro bairi tanab yaun. Keriso ana biyababan bairi tanafafaram na’at ana marakaw boro bairi tanafaram.
18 Karena itulah, menurut saya penderitaan yang kita alami sekarang ini harus dianggap ringan kalau dibandingkan dengan kemuliaan yang kelak dinyatakan kepada kita.
18 Anababatun au’uwi, biyababan iti boun tabai tabi’akir, mar boro ana marakaw nabirerereb hairi tanafufufun, nati marakaw i ra’at kwanekwan men biyababan hairi ta’imon.
19 Sesungguhnya, pada zaman ini seluruh alam semesta menunggu dan sangat merindukan saatnya Allah menyatakan semua anggota keluarga-Nya.
19 Anayabin baimataren sawar tutufin etei God natunatun bow tit bairerereb isan, yah kusikus iwa’an hima hi’uroron tinuwanuw.
20 Karena seluruh alam semesta sudah terhalang agar sekarang ini tidak dapat memenuhi tujuan Allah waktu Dia menciptakannya. Halangan tersebut adalah bagian dari rencana Allah, yang akan terus berlangsung sampai rencana-Nya tercapai. Dan rencana Allah itu
20 Orot ta’imon ana kakafinamaim baimataren sawar tutufin etei higabiyoy, men i akisih hai kokomaim baise God ana kokomaim sinaf.
21 adalah supaya alam semesta dan semua makhluk ciptaan-Nya dibebaskan dari kematian dan dari segala sesuatu yang hendak menghancurkan mereka, sehingga kelak mereka juga menikmati kemuliaan bersama keluarga besar Allah.
21 Iti baimataren sawar etei veya ta hai bai’akirane hibat timunumun boro hinabotaitih hinatit God natunatun bairi marakaw gewasin hinafaram.
22 Kita tahu bahwa seluruh alam semesta seolah-olah bersusah hati dan sangat menderita sampai sekarang, bahkan dapat dikatakan bahwa semua ciptaan sedang sakit berat dan sama-sama menangis.
22 It taso’ob baimataren sawar tutufin kek tufuwamih ebotukwar ana biyababan tebaib na’atube, aneika hima hitef hirererey tana boun tatit.
23 Bukan hanya makhluk hidup di dunia saja yang merasakan kesusahan ini, tetapi juga kita yang sudah menerima Roh Allah. Namun, Roh-Nya merupakan jaminan bagi kita bahwa kita akan menerima semua yang dijanjikan Allah. Karena itulah, dengan yakin dan bersukacita, kita menantikan saatnya Allah menyatakan segala sesuatu yang sudah Dia sediakan bagi semua anak angkat-Nya. Pada saat itu juga tubuh kita dibebaskan dari kuasa dosa dan kematian.
23 Men baimataren sawar akisin hima hitef tererereyamih, baise it auman wanawanatamaim hamenamo erererey auman tama takakaif, God nan ni’obaiyit it i natunatun.
24 Pembebasan itu sudah mulai kita harapkan sejak kita diselamatkan oleh Kristus, dan sampai sekarang kita masih terus berharap. Suatu hari nanti kita tidak perlu mengharapkannya lagi, karena semua yang kita harapkan sudah terpenuhi.
24 Anayabin it nuhifotamaim iyawasit. Abisa isan nuhit fot tama’am i tabaika, aisim boro ibanak sawar tabo isan nuhit nafot tanama tanakaif.
25 Tetapi walaupun sekarang belum terjadi, kita menantikannya dengan yakin dan sabar.
25 Baise sawar abisa men tai’itin nuhit nafot tanama tanakakaif na’at, it boro yatet nanub tanama tanakaif.
26 Roh Allah juga menolong kita dalam kelemahan kita. Karena sebenarnya kita tidak tahu apa yang perlu kita doakan, tetapi Roh-Nya sendiri berdoa untuk kita dan menyampaikan permohonan kita kepada Allah dengan seruan yang penuh perasaan dan dengan cara yang tidak bisa dijelaskan oleh bahasa manusia.
26 Ef nati ta’imon it ata ririm ana veya i Ayubin ena it baibais ebitit. Anayabin it mi’itube o yoyoban isan ana ef men taso’ob. Baise i Ayubin it isat tef rerey eyoyoyoban wainit, turamaim men karam boro tanao.
27 Allah tahu isi hati semua orang. Dia juga tahu sedalam-dalamnya permohonan yang disampaikan oleh Roh-Nya ketika Roh itu menaikkan doa bagi kita, umat yang sudah disucikan Allah. Permohonan Roh itu selalu sesuai dengan kehendak Allah sendiri.
27 Naatu God dogorot nutitiy i’itin, Ayubin ananot i so’ob, anayabin Ayubin God ana sabuw isah eyoyoyoban i God ana kokomaim esisinaf.
28 Maka yakinlah bahwa di balik segala sesuatu yang kita alami, Allah bekerja mengatur semuanya itu untuk menghasilkan kebaikan bagi kita yang mengasihi-Nya. Sebab kita adalah orang-orang yang sudah Dia pilih sesuai dengan rencana-Nya.
28 Naatu taso’ob, sawar etei God esisinaf i gewasih sabuw iyab tibiyabuw isah, sabuw iyab i ana kokomaim ea’afih isah.
29 Karena Allah mengenal dan mengasihi kita sejak semula. Dia pun sudah menetapkan agar kita menjadi serupa dengan Anak-Nya, dan supaya Yesus menjadi Anak Sulung di antara banyak saudara-saudari.
29 Sabuw iyab God erurubinih i so’obabo erurubinih. I akisin yasairih hina i Natun ana’itinabe himatar, saise i Natun i baitumatumayah etei tuwah hai ain na’atube.
30 Sejak awal, kita sudah masuk dalam rencana Allah, lalu kita dipanggil menjadi anggota keluarga-Nya. Melalui pengurbanan Kristus, kita dibenarkan dalam pandangan Allah, dan pada akhirnya nanti kita akan menikmati kemuliaan-Nya.
30 Naatu iyab yayasairih i eafih, naatu iyab ea’afih i yamutufurih, naatu iyab yayamutufurih i ana marakaw bairi faram isan buwih.
31 Jadi, apa tanggapan kita tentang semuanya itu? Kalau Allah membela kita, tidak akan ada musuh yang dapat mengalahkan kita!
31 Sawar iti sisinaf isan boro mi’itube tanao? God it isat nabatabat na’at yait boro nagam na’uwit? En anababatun.
32 Buktinya, Allah tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan Dia untuk menderita dan dikurbankan demi menyelamatkan kita. Kalau Allah rela memberikan Anak-Nya yang terkasih, tentulah Dia akan tetap berbaik hati kepada kita dan memberikan semua hal lain yang sudah dijanjikan-Nya kepada kita.
32 God taiyuwin Natun men eoharihar, baise it etei siwarit, Natun ta’imonam ata siwar yai. Imih kwanotanot sawar afa’am boro asire baitita’e nama?
33 Maka siapa lagi yang berani mendakwa kita?! Karena kita sudah dipilih Allah dan Dialah yang sudah melakukan hal-hal yang luar biasa sehingga kita dibenarkan di hadapan-Nya.
33 God taiyuwin ana roubinen sabuw gewasih rouw bowabow yait boro baifuwenamaim nagam na’uwih? En anababatun!
34 Dan hal apa yang masih bisa mengancam kita?! Tidak ada! Karena Kristus sudah mati bagi kita, bahkan Dia juga hidup kembali dari kematian dan sekarang duduk di tempat paling terhormat di sisi Allah, yaitu di sebelah kanan-Nya. Dari situlah Dia membela kita dan berdoa untuk kita.
34 Yait boro God ana sabuw ubar nitih nagam na’uwih? En anababatun! Jesu Keriso akisinamo morob, naatu morobone misir maiye Tamah ana asukwafune mare isat ma eyoyoyoban.
35 Kalau begitu, masih adakah yang bisa menghentikan kasih Kristus kepada kita? Tidak ada! Kalau kita ditindas, dianiaya, atau menghadapi kesengsaraan, apakah itu berarti Kristus tidak lagi mengasihi kita? Tidak! Atau kalau kita dilarang membeli makanan dan pakaian, bahkan dibunuh karena kita adalah pengikut Kristus, apakah itu berarti Kristus tidak lagi mengasihi kita? Tidak!
35 Imih yait boro Keriso ana yabowane nakusibit, yare men karam nakusibit, o yawas fokarih, roukoukuwen, baimar kakafin, sawar en, obiruwen, o morob?
36 Karena memang hal-hal itu masih tetap terjadi pada kita, seperti tertulis dalam Kitab Suci,
36 Buk Atamaninamaim eo na’atube,
37 Tetapi dalam semua hal, kita mendapat kemenangan sempurna melalui Kristus yang sudah menyatakan kasih-Nya yang luar biasa kepada kita.
37 En baise, Keriso aki biyabuwi i wanawananamaim sawar etei hai fair aki aisnowaten.
38 — ausente —
38 Imih ayu aso’ob anababatun men karam boro sawar ta imaim Keriso ana yabowane nakusibitamih, men morob, men yawas, men tounamatar, men Demon, men mar iti boun, men mar boro enan, men fair
39 — ausente —
39 men yate mar, men me baban, men sawar ta himamatar wanawanahimaim boro God ana yabow ata Regah Jesu Keriso wanawananamaim ema’am nakusibit tanatitamih, en anababatun.

Ler em outra tradução

Comparar com outra

Estude este capítulo no WhatsApp

Peça à IA da Bíblia Fala para explicar Romanos 8, comparar traduções ou montar um estudo — tudo direto pelo WhatsApp.