Romanos 7
Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga (IND) vs AAI
1 Saudara-saudari, khususnya kalian yang orang Yahudi, saya mau mengingatkan hal penting mengenai hukum Taurat: Peraturan-peraturannya hanya berlaku selama manusia masih hidup.
1 Taitu, abisa isan anao i kwa kwaso’ob, anayabin kwa etei’imak ofafar i kwaso’ob. Ofafar i orot babin yawasin ema’am ana veya i ebobonawiy.
2 Contohnya seperti seorang perempuan yang sudah menikah, ikatan pernikahan itu berlaku selama suaminya masih hidup. Kalau suaminya meninggal, dia bebas dari peraturan pernikahan yang ada dalam hukum Taurat.
2 Itinin ta i boro iti na’atube kwana’itin, tautabin babin aawan yawasin ema’ama ana veya ofafaramaim eo’o, nati babin i boro orot biyanamaim nafatum nama. Baise orot namomorob ufunamaim babin i tabin ana ofafarane hirufam.
3 Bila perempuan itu menikah atau bersetubuh dengan laki-laki lain sewaktu suaminya masih hidup, maka menurut peraturan, dia berzina. Jika suaminya sudah meninggal, dia bebas dari peraturan pernikahan itu. Jadi, kalau perempuan itu menikah dengan laki-laki lain sesudah suaminya meninggal, dia tidak berzina.
3 Isan imih babin aawan yawasin ema’am ana veya i orot ta nabi’awan, nati babin i moser kwebayan. Baise orot emomorob ana veya, nati babin i ofafarane tit. Naatu orot ta nabi’awan na’at i men moser kwebayan.
4 Demikian juga, Saudara-saudari, karena kita secara rohani sudah bersatu dengan tubuh Kristus, maka ketahuilah bahwa diri kita yang lama sudah mati bersama Dia. Dengan begitu, kita sudah bebas dari kewajiban untuk hidup menurut hukum Taurat. Dan kita juga tahu bahwa kita sudah bersatu dengan Kristus ketika Dia dihidupkan kembali dari kematian. Berarti kita dibebaskan supaya cara hidup kita memuliakan Allah.
4 Imih taitu tuwai’inah, ef ta’imon nati na’atube Keriso ana morobomaim baitumatumayah ofafar ana fairane rufamih hitit. Imih i ana misir maiye’emaim baita’ay boubun ana ef imatar, naatu boun morobone God biyawas maiye i nowan kwamatar, saise it bowayah gewasih na’atube God isan tanabow.
5 Dahulu, kita sepenuhnya dikendalikan oleh naluri yang berdosa. Adanya hukum Taurat justru memancing keinginan untuk melanggarnya, sehingga kita semakin berbuat dosa. Demikianlah sifat dasar kita yang berdosa menyeret kita ke dalam kebinasaan.
5 Anayabin it taiyuwit biyat ana kok isan tanotanot ana veya, ofafar run biyat ana kok kakafin kura’ara’ah naatu biyat tutufin etei bonawiy in morobomaim yai.
6 Dahulu, kita terikat pada hukum Taurat ibarat seseorang yang terikat dalam pernikahan. Tetapi sekarang, kita dibebaskan dari hukum Taurat karena kita mengetahui bahwa diri kita yang lama sudah mati. Jadi, yang mengatur kita bukan lagi ikatan hukum Taurat itu! Sekarang kita melayani Allah dengan cara baru menurut Roh Kudus, bukan dengan cara lama menurut peraturan-peraturan yang tertulis.
6 Baise boun, it nati ofafar fatumit tamorob ta’inu’in, God nati fatufatumane rufamit tatit. Anun Kakafiyin ana ef boubunamaim tabowabow, men ef atamanin ana ofafar hikirum inu’in tai’ufunun tabowabowamih.
7 Mungkin ada di antara kalian yang berpikir bahwa saya bermaksud mengatakan, “Hukum Taurat tidak baik.” Maksud saya bukan seperti itu! Kalau hukum Taurat tidak pernah ada, saya tidak akan pernah mengerti dan menyadari dosa-dosa saya. Contohnya, kalau hukum Taurat tidak menuliskan, “Jangan menginginkan milik orang lain,” saya tidak akan tahu bahwa saya bersalah waktu melakukan itu.
7 Imih ofafar i bowabow kakafin sinafuyan tanarouw tanao? En anababatun! Baise ofafar en na’at ayu au kakafih boro mi’itube ataso’ob. Anayabin ofafar men tama’am na’at ayu boro mi’itube bahiy isan hiofafar ataso’ob.
8 Namun, kuasa dosa dalam tubuh saya justru menggunakan larangan itu untuk membujuk saya agar semakin menginginkan segala macam hal yang tidak baik. Seandainya larangan hukum Taurat tidak pernah ada, kuasa dosa dalam diri saya tidak bisa menggunakan larangan-larangan itu sebagai alat untuk membujuk saya.
8 Baise bowabow kakafin nati ofafaramaim ana ef tita’ur run ayu wanawana’umaim kura’ara’ah sawar kakafih asisinaf. Ofafar men tama’am na’at, bowabow kakafin i boro ana fair men tama.
9 Dahulu, sebelum mengenal peraturan hukum Taurat, saya merasa sudah hidup dengan baik. Tetapi ketika saya belajar tentang peraturan-peraturan Hukum itu, keinginan dosa semakin menguasai hidup saya,
9 Marasika ayu ofafar men asoso’ob ana veya ayu i yawasu ama, baise obaiyunen tur tit anonowar ana veya bowabow kakafin yawas naatu ayu amorob.
10 sehingga secara rohani saya mati dan terpisah dari Allah. Sebenarnya, hukum Taurat dimaksudkan untuk memimpin manusia kepada hidup kekal, tetapi bagi saya malah mendatangkan kebinasaan.
10 Obaiyunen tur nati yawas bai na hirouw hio atitita’ur i morob bai na.
11 Kuasa dosa dalam diri saya menggunakan peraturan Hukum itu untuk memancing saya berbuat dosa, dan dengan demikian membuat saya semakin jauh dari Allah.
11 Anayabin bowabow kakafin, iti obaiyunen turamaim ana ef bai ayu ifuwu naatu easbunu.
12 Hukum Taurat memang suci. Peraturannya pun suci, benar, dan baik.
12 Isan imih ofafar i kakafiyin, naatu obaiyunen tur i kakafiyin, mutufurin naatu gewasin.
13 Apakah itu berarti bahwa sesuatu yang baik mendatangkan kematian rohani bagi saya? Tidak! Namun, kuasa dosa bekerja melalui sesuatu yang baik untuk mematikan saya secara rohani. Hal itu terjadi supaya saya bisa menyadari betapa jahatnya kuasa dosa yang ada dalam diri saya, dan bahwa kuasa dosa menggunakan peraturan yang baik sebagai alat kejahatan.
13 Imih iti sawar gewasin imaim sinaf ayu au morob bai na? En anababatun! Baise bowabow kakafin i ayu easbunu, isan imih bowabow kakafin taiyuwin ana yawas botait irerereb, sawar gewasin wanawanan wa’ir na ayu imurubu. Naatu nati obaiyunenamaim bowabow kakafin na kakafin, kakafin anababatun matar.
14 Jadi, kita tahu bahwa hukum Taurat berasal dari Allah dan diberikan untuk memimpin kita kepada kehidupan rohani. Tetapi saya ini manusia lemah. Karena keinginan-keinginan badani yang jahat, saya menjadi budak dosa.
14 It taso’ob ofafar i ayubit isan; baise ayu i orot maiyow, bowabow kakafin ana akir wairafinamih tubunu.
15 Bahkan saya sendiri tidak mengerti kelakuan saya. Saya tidak melakukan hal-hal yang baik, padahal yang baik itulah yang sebenarnya ingin saya lakukan. Sebaliknya, saya malah melakukan hal-hal yang jahat, yang sama sekali tidak ingin saya lakukan.
15 Abisa asisinaf hai yabih men asoso’ob, anayabin abisa sinafumih akokok i men asisinaf, baise abisa abifutuw i asisinaf.
16 Nah, karena saya menyadari bahwa kelakuan saya salah, itu artinya saya setuju bahwa hukum Taurat itu benar.
16 Naatu baise, abisa asisinaf i abisa men akokok i asisinaf nati i ayu abibasit ofafar i gewasin.
17 Tetapi sesungguhnya, yang melakukan hal-hal jahat itu bukan saya, melainkan kuasa dosa yang hidup dalam diri saya.
17 Imih nati i men ayu asisinafumih, baise bowabow kakafin iti wanawana’umaim ema’am i esisinaf.
18 Saya mengakui bahwa saya tidak mampu hidup benar sesuai hukum Taurat. Maksudnya, saya tidak sanggup hidup dengan baik karena kelemahan manusia yang ada dalam diri saya. Saya memang ingin melakukan yang baik, tetapi tidak bisa.
18 Ayu so’ob wanawana’umaim i men gewasin ta ema’am, nati i ayu biyau naniyan kakafin. Anayabin ayu au kok gagamin i mi’itube gewasin ata sinaf, baise sinaf isan men karam boro anasinaf.
19 Dengan kata lain, saya tidak melakukan hal baik seperti kemauan saya, tetapi tetap melakukan hal jahat, yang tidak saya sukai.
19 Anayabin abisa gewasin sinafumih anotanot i men asisinafumih. Baise kakafih men akokok sinaf nati i ama asisinaf.
20 Jadi, kalau saya tidak menyukai apa yang saya lakukan, sesungguhnya bukan saya yang melakukannya, tetapi kuasa dosa yang ada dalam diri saya!
20 Naatu ayu sawar abisa men akokok i asisinaf, nati i men ayu asisinaf, baise bowabow kakafin wanawana’umaim ema’am i esisinaf.
21 Maka inilah kesimpulannya: Walaupun saya ingin melakukan hal-hal yang baik sesuai hukum Taurat, tetapi saya terlalu mudah melakukan yang jahat!
21 Isan imih iti ofafar ana ef mi’itube ebowabow i atita’ur. Ayu bowabow gewasin sinafumih anotanot ana veya, bowabow kakafin i mar etei etitit.
22 Hati saya menyukai semua peraturan dalam hukum Taurat,
22 Ayu wanawanau i ebiyasisir gagamin maiyow God ana ofafar isan.
23 tetapi ternyata ada sesuatu, seperti peraturan lain, yang bekerja dalam diri saya. Peraturan itu berlawanan dengan peraturan Allah yang saya sukai dalam hati saya. Peraturan lain yang bekerja dalam anggota-anggota tubuh saya adalah kuasa dosa, dan kuasa dosa itu mengikat saya agar menjadi budak dosa.
23 Baise ayu biyau wanawanan efan tata’ane ofafar ta ayu au not ana ofafar hairi hibiyow atatam. Nati baiyowamaim iwa’an ayu buwu bowabow kakafin ana ofafar wanawan dibur yariyu.
24 — ausente —
24 Ayu i yababan orot! Yait boro iti biyau murubinane niyawas nabotait.
25 — ausente —
25 God ana merar ayiy Jesu Keriso’one ayu boro niyawasu. Imih ayu au not i boro God ana ofafar isan ni’akir nabow, baise ayu biyau i bowabow kakafin ana ofafar isan ni’akir nabow.
Atalhos do teclado
- Capítulo anterior←
- Próximo capítulo→
- Versículo anteriork
- Próximo versículoj
- Limpar seleçãoEsc
- Esta ajuda?
Estude este capítulo no WhatsApp
Peça à IA da Bíblia Fala para explicar Romanos 7, comparar traduções ou montar um estudo — tudo direto pelo WhatsApp.