Mateus 25

Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga (IND) vs AAI

Sair da comparação
AAI TUR GEWASIN O BAIBASIT BOUBUN
1 “Pada waktu Aku datang kembali dan disambut sebagai Raja di dunia ini, kejadiannya bisa digambarkan seperti cerita berikut: Suatu hari ada pesta pernikahan yang diadakan pada malam hari. Sepuluh orang gadis bersiap-siap menghadiri pesta pernikahan itu. Masing-masing membawa pelitanya dan pergi menyambut pengantin laki-laki.
1 “Nati ana veya’amaim mar ana aiwob itinin i boro baibitar nah ten biyah numin tabin boubun itinamih hai ramef hibow hinan na’atube.
2 Lima gadis di antara mereka bijak, dan lima lainnya bodoh.
2 Baibitar five i not wairafih, naatu baibitar five i men not wairafih.
3 — ausente —
3 Baibitar men not wairafih hai ramef hibow, baise karisin men ta hirirabar hibaimih.
4 — ausente —
4 Baibitar five not wairafih hai ramef hibow naatu kibubumaim karisin hirirbaren hibow auman hin.
5 Ternyata lama sekali pengantin laki-laki tidak juga datang, sehingga semua gadis itu mengantuk dan tertidur.
5 Tabin boubun ana orot men saise na, baibitar isan hima hikakaif matah fot hi’inurir hi’in.”
6 “Pada tengah malam, ada orang yang berteriak, ‘Pengantin laki-laki datang! Mari sambutlah dia!’
6 “Fainaiwan sabuw fanah sibisib hinowar, ‘Tabin boubun ana orot enan kwana kwa’itin.’”
7 “Gadis-gadis itu pun segera bangun dan mengatur sumbu-sumbu pelita mereka supaya menyala lebih terang.
7 “Imaibo baibitar ten hi’inu’in himisir, hai ramef matah hibobaituturen naatu hito’aben.
8 Lalu kelima gadis yang bodoh meminta kepada gadis-gadis yang bijak, ‘Berilah saya sedikit minyakmu, karena pelita saya sudah hampir padam.’
8 Baibitar men not wairafih turahinah not wairafih isah hio, ‘A karisin turin kwaibaisi, aki ai ramef temomorob.’”
9 “Tetapi para gadis yang bijak menjawab, ‘Aduh, saya tidak bisa memberikannya. Kalau dibagi, minyak ini tidak akan cukup untuk kita berdua. Lebih baik kamu cepat-cepat membelinya ke penjual minyak.’
9 “Baise baibitar five not wairafih hiyafutih hio, ‘Men karam boro kwa turin anit naatu aki turin anab. Gewasin boro kwanan sabuw biyahimaim kwabo isa kwanatobon.’”
10 “Selagi mereka pergi membeli minyak, pengantin laki-laki pun tiba. Kelima gadis bijak yang sudah siap sedia itu ikut masuk bersama dia ke tempat pesta pernikahan. Lalu pintunya ditutup dan dikunci.
10 “Basit baibitar karisin tobonamih hinan ufut, tabin boubun ana orot natit, baibitar five hibobuna hima’am bairi hin tabin ana yasisir wanawanan hirun etawan hitufabon.”
11 “Tidak lama kemudian gadis-gadis yang bodoh itu pun kembali dan berkata, ‘Tuan, tuan, tolong bukakan pintu bagi kami!’
11 “Men manin baibitar five hina hitit hi’afririy ‘Regah, Regah, etawan kubotawiy arun!’”
12 “Jawab pengantin laki-laki itu, ‘Saya menegaskan kepada kamu semua: Saya tidak mengenalmu.’”
12 “Baise orot efatait eo, ‘Anababatun a tur ao’owen, ayu men aso’ob kwa iyab.’”
13 Yesus pun mengakhiri perumpamaan-Nya dengan berkata, “Karena itu siap sedialah selalu, karena kalian tidak tahu hari atau waktu persisnya ketika Aku, Sang Anak Adam, datang kembali!”
13 “Isan imih mata to niwa’an kwanama, anayabin veya o sumar men kwa so’ob, mar biy boro iti sawar hinamatar.”
14 — ausente —
14 “Maramaim mar ana aiwob itinin ta i iti na’atube. Orot ef yok bainanawan isan bobobunabuna ana veya; ana akir wairafih e’afih hina ana sawar kaifen isan faramih.
15 — ausente —
15 Hai so’ob ana fofoninamaim orot ta ana kabay 5,000 itin, orot ta 2,000, orot ta 1,000. Imaibo i ana nanawan busuruf in.
16 Pegawai pertama yang menerima 150 kilogram perak segera pergi menggunakan uang itu sebagai modal berdagang. Dia mendapat untung 150 kilogram lagi.
16 Akir wairafin 5,000 baib in banikamaim yari’iy in bowabow, 5,000 tafan hiya’abar bai.
17 Demikian juga pegawai kedua yang menerima 60 kilogram. Dia mendapat untung 60 kilogram lagi.
17 Akir wairafin bairou’abin i na’atube sinaf. Kabay 2,000 bai in imaim ma bikukumiyaw 2,000 tafan hiya’abar bai.
18 Sedangkan pegawai ketiga yang menerima 30 kilogram pergi menggali lubang di tanah, lalu menyembunyikan modal itu di dalam lubang supaya aman.
18 Baise akir wairafin ta ana kabay 1,000 baib i mutufor in hub bai regah ana kabay hub iwan taunafut in.
19 “Sesudah waktu yang lama, orang kaya itu pun pulang. Lalu dia memanggil para pegawainya untuk meminta laporan tentang hasil usaha mereka masing-masing.
19 “Hima manin maiyow, imaibo akir wairafih hai orot ukwarin matabir na tit, naatu hai bowabow nuteteyan itah.
20 Pegawai yang pertama datang dan menyerahkan 300 kilogram perak dengan berkata, ‘Waktu itu Tuan mempercayakan 150 kilogram perak kepada saya. Sekarang lihatlah! Saya sudah mengusahakan uang itu menjadi dua kali lipat.’
20 Naatu akir wairafin kabay 5,000 baib na run ana regah nanamaim eo, ‘Regah o 5,000 itu, baise ayu abowabow tafanamaim 5,000 abaib i iti kubai.’”
21 “Lalu tuannya menjawab, ‘Bagus! Kamu pegawai yang baik dan setia! Karena dalam tanggung jawab yang kecil kamu bisa dipercaya, maka saya akan memberikan tanggung jawab yang besar kepadamu. Mari masuk ke pesta kedatanganku dan ikut bersukacita bersamaku.’
21 “Regah iya’afut eo, ‘A merar ayiy, o i bowayan orot gewas naatu bosunusunubayan, bowabow gidigidih ibosunusunub kukakaifen gewas, imih boro anayara’ahi inayen sawar gagamih inakaifen. Kuna kurun au yasisir turin kubai!’
22 “Kemudian pegawai yang kedua datang dan menyerahkan 120 kilogram perak dengan berkata, ‘Waktu itu Tuan mempercayakan 60 kilogram perak kepada saya. Sekarang lihatlah! Saya sudah mengusahakan uang itu menjadi dua kali lipat.’
22 “Naatu akir wairafin bairou’abin kabay 2,000 baib na run eo, ‘Regah o a kabay 2,000 ibitu i iti, naatu abowabow tafanamaim 2,000 abaib i iti kubai.’
23 “Tuannya menjawab, ‘Bagus! Kamu pegawai yang baik dan setia! Karena dalam tanggung jawab yang kecil kamu bisa dipercaya, maka saya akan memberikan tanggung jawab yang lebih besar lagi kepadamu. Mari masuk ke pesta kedatanganku dan ikut bersukacita bersamaku.’
23 “Regah eo, ‘A merar ayiyi, o i bowayan orot gewas naatu bosunusunubayan, sawar matan ta ibosunusunub kukakaifen gewas. Imih boro anayara’ahi inayen sawar moumurihika inakaifen. Kuna kurun au yasisir turin kubai.’
24 “Kemudian pegawai yang ketiga datang juga dan berkata kepada tuannya, ‘Tuan, saya tahu Tuan orang yang keras hati, yang selalu berusaha mengambil keuntungan dari usaha orang lain. Contohnya, Tuan menuai di mana Tuan tidak menanam, dan mengambil hasil di mana Tuan tidak pernah menabur.
24 “Imaibo akir wairafin baitonin kabay 1,000 baib na run eo, ‘Regah ayu aso’ob, o i a tur fokarin, turanah hai masaw o aribe kufafaur naatu turanah nowah o kutatanumabe kutaratar.
25 Karena itu saya takut dan berpikir, “Jangan sampai aku merugikan tuanku!” Jadi saya mengamankan modal itu di dalam tanah. Lihat, ini uang Tuan.’
25 Imih ayu o isa abir. A kabay abai an hub agais aibun inu’in, iti abai ana abit maiye kwitin.’
26 “Jawab tuan itu kepadanya, ‘Kamu pegawai yang jahat dan malas! Kamu tahu bahwa saya mengambil banyak keuntungan dari usaha orang lain, termasuk mengambil hasil di mana saya tidak pernah menanam atau menabur.
26 “Ana Regah iya’afut eo, ‘O i orot kakaf nokonokow anababatun! O iso’ob, ayu i tebob nonowatih afafour naatu tetatanum nonowatih ataratar.
27 Maka seharusnya kamu menyimpan modal saya itu di bank, supaya mereka menjalankannya dan saya bisa mendapatkan uang itu kembali bersama dengan bunganya.’
27 Gewasin au kabay banikamaim itayi ta’in tabowabow, ayu atanan, saise tafan hitaya’abar auman hitutu atab.’
28 “Lalu kata orang kaya itu kepada para pegawainya yang lain, ‘Karena itu, ambillah 30 kilogram tadi dari dia dan berikan kepada pegawai yang pertama tadi, yang sudah memegang 300 kilogram perak.
28 “Naatu orot ukwarin eo, ‘Kabay iti orot umanamaim kwabosair kwabai kwan akir wairafin kabay 10,000 baib i kwaitin.
29 — ausente —
29 Anayabin orot yait uman ebi’e’etaw boro sawar tafan hinaya’abar moumurihika nabow isan nakaram. Baise orot yait uman nutanub ema’am biyanamaim sawar etei’imak boro hinabosairen.
30 — ausente —
30 Imih iti akir wairafin nukunukuwin kwabai kwan kwarauw ufun gugumin wanawanan ere, nati imaim nama narerey wan nayob nitafofofor.’
31 “Ketika Aku, Sang Anak Adam, datang bersama para malaikat-Ku dengan kemuliaan-Ku, Aku akan duduk di takhta yang menunjukkan kemuliaan-Ku.
31 “Orot Natun ni’aiwob nanan ana maramaim ana tounamatar kakafiyih boro bairi hinan ana urama’am bonamanamarin tafan namare.
32 Kemudian para malaikat akan mengumpulkan semua orang dari segala suku bangsa ke hadapan-Ku. Dan Aku akan memisahkan mereka menjadi dua kelompok, seperti seorang gembala memisahkan domba-domba dari kambing-kambing.
32 Naatu tafaram wanawanan sabuw tutufin etei boro hinaru’ay Jesu nanamaim hinabat. Imaibo i boro sabuw nakusib rou’ab hinamatar, nabatanenayan sheep naatu goat bairi ekukusibih na’atube.
33 Orang yang Aku tetapkan sebagai domba akan Aku tempatkan di sebelah kanan-Ku, dan yang seperti kambing di sebelah kiri-Ku.
33 Sheep i boro uman ana asukwafune hinabat naatu goat boro uman ana beyawane hinabat.”
34 “Sebagai Raja yang mengadili, Aku akan berkata kepada mereka yang berada di sebelah kanan-Ku, ‘Marilah, kalian yang sudah diberkati oleh Bapa-Ku! Terimalah bagian di dalam kerajaan-Ku yang sudah disiapkan bagi kalian sejak dunia diciptakan.
34 “Imaibo aiwob orot boro sabuw uman ana asukwafune isah nao, ‘Kwa i Tamai ebigegewasini, kwana mar ana aiwob nowamih kwabai. Anayabin tafaram matara’e ana veya God kwa isa yabuna.
35 Karena ketika Aku lapar, kalianlah yang memberi Aku makan. Ketika Aku haus, kalianlah yang memberi Aku minum. Ketika Aku baru tiba sebagai pendatang di negerimu, kalianlah yang memberi Aku tumpangan.
35 Ayu bayumih amomorob bay kwaitu, sikau mamamah harew kwaitu atom, abinanawan au merar kwayi a baremaim ama ra’at ama.
36 Ketika Aku memerlukan pakaian, kalianlah yang memberi Aku pakaian. Ketika Aku sakit, kalianlah yang merawat Aku. Dan ketika Aku dipenjara, kalianlah yang mengunjungi Aku.’
36 Segar ama’am faifuw kwaitu aus, asawow ainu’in, kwakaifu naatu dibur bar ama’am kwana kwainanawanu.’”
37 “Kemudian orang-orang benar itu akan bertanya kepada-Ku, ‘Tuhan, kapankah kami melihat Engkau lapar dan memberi-Mu makan, atau haus dan memberi-Mu minum?
37 “Sabuw gewasih boro hiniya’afut hinao, ‘Regah mar biyika bayumih imomorob ai’it bay ait, o sika mamamah harew ait itom?
38 Kapankah kami melihat Engkau sebagai pendatang dan memberi tumpangan bagi-Mu, atau kapan Engkau memerlukan pakaian dan kami memberi-Mu pakaian?
38 Naatu biyika inanawan inan ai’it a merar ayiy abuwi ai sebomaim imara’at? O segar ima’am faifuw ait ius?
39 Dan kapan kami melihat Engkau sakit lalu kami merawat-Mu, atau kapan Engkau dipenjarakan dan kami mengunjungi-Mu?’
39 Naatu mar biyika isawow inu’in akaifi, o dibur bar ima’ama ainanawani?’”
40 “Saat itu Aku akan menjawab mereka, ‘Aku menegaskan kepadamu: Setiap kali kamu mengambil kesempatan untuk melakukan hal-hal itu kepada salah seorang dari saudara-saudari-Ku ini, bahkan kepada orang yang paling hina, sebetulnya kamu melakukannya bagi-Ku.’
40 “Aiwob orot boro niyafutih nao, ‘Anababatun au’uwi, nati ana veya’amaim ayu taitu gidigidih isah kwasisinaf, i ayu isau kwasinaf.’”
41 “Kemudian Aku akan berkata kepada orang-orang yang di sebelah kiri-Ku, ‘Hai kalian yang terkutuk! Pergilah dari hadapan-Ku dan masuklah ke dalam api yang tidak akan pernah padam untuk selama-lamanya, yaitu tempat yang sudah disiapkan bagi iblis dan semua malaikat yang berpihak kepadanya.
41 “Imaibo sabuw ana beyawane hinabatabat isah boro nao, ‘Biyau’umaim kwatit sa’ab kwan. Kwa i orarafen wanawanan kwarun, Demon Mowan ana tounamatar bairi isah wairaf wanatowan hibobogaigiwas kwan imaim kwarun bairi e’arahi.
42 Karena ketika Aku lapar, kalian tidak memberi Aku makan. Ketika Aku haus, kalian tidak memberi Aku minum.
42 Ayu aa amomorob, men abisa ta kwaitu aan, sikau mamamah harew men kwaitu atom.
43 Atau ketika Aku sebagai pendatang, kalian tidak memberi tumpangan bagi-Ku. Ketika Aku memerlukan pakaian, kalian tidak memberi pakaian kepada-Ku. Dan ketika Aku sakit atau dipenjarakan, kalian tidak mengunjungi Aku.’
43 Ai nanawan anan men au merar kwayi a sebomaim amara’at. Segar ama’am faifuw men kwaitu ausimih, a sawow ainu’in, o dibur baremaim ama’am men kwana kwainanawanu.’”
44 “Lalu mereka pun akan bertanya, ‘Tuhan, kapankah kami melihat Engkau lapar, haus, menjadi pendatang, memerlukan pakaian, sakit, atau dipenjarakan dan kami tidak memperhatikan kebutuhan-Mu?’
44 “Naatu i boro hiniya’afut hinao, ‘Regah, mar biyika o aa imomorob, o harewamih sika mamamah, o ibinanawan, o segar ima’am, o isawow inu’in, o dibur bar ima’am men aibaisimih?’”
45 “Maka Aku akan menjawab mereka, ‘Aku menegaskan kepadamu: Setiap kali kamu tidak mengambil kesempatan untuk melakukan hal-hal itu kepada salah seorang dari saudara-saudari-Ku yang paling hina, berarti kamu tidak melakukannya bagi-Ku.’
45 “Imaibo i boro niyafutih nao, ‘Anababatun a tur ao’owen, ayu taitu gidigidih men kwabibaisih, nati i men kwakok ayu kwatibaisu.’”
46 “Orang-orang itu akan masuk ke tempat penghukuman selama-lamanya, tetapi orang-orang benar akan masuk ke tempat kehidupan kekal.”
46 “Naatu nati sabuw i boro hinan ma’ama wanatowan ana baimakiy hinab. Baise sabuw gewasih boro hinan yawas ma’ama wanatowan hinab hinama hiniyasisir.”

Ler em outra tradução

Comparar com outra

Estude este capítulo no WhatsApp

Peça à IA da Bíblia Fala para explicar Mateus 25, comparar traduções ou montar um estudo — tudo direto pelo WhatsApp.