Mateus 22

Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga (IND) vs AAI

Sair da comparação
AAI TUR GEWASIN O BAIBASIT BOUBUN
1 Ketika para pemimpin Yahudi masih ada di situ, Yesus kembali mengajar dengan memakai beberapa perumpamaan lagi. Dia berkata,
1 Naatu Jesu iban maiye oroubon tabo sabuw hai tur eowen eo,
2 “Tentang orang yang terpilih menjadi warga kerajaan Allah, hal itu bisa digambarkan seperti seorang raja yang mengadakan pesta pernikahan untuk putranya.
2 “Mar ana Aiwob ana itinin i boro iti na’atube. Ana veya ta aiwob orot natun tabin isan ana hiyuw bogaigiwas.
3 Ketika pesta sudah siap dimulai, sang raja menyuruh hamba-hambanya memanggil setiap orang yang sudah diundang. Tetapi para undangan itu tidak mau datang.
3 Naatu ana akir wairafih iyunih kob hin sabuw iyabowat hiyuw aamih hibowabow isah, baise etei’imak hikwahir hima.
4 “Sekali lagi raja itu menyuruh hamba-hambanya yang lain, ‘Katakanlah kepada para undanganku bahwa perjamuan sudah siap. Banyak sapi jantan dan anak sapi gemuk sudah dipotong dan dimasak. Segala sesuatu sudah siap. Mari, datanglah ke pesta pernikahan ini!’
4 “Imih aiwob orot iban maiye ana akir wairafih afa’abo iyunih eo, ‘Kwanan sabuw iyabowat na hiyuw aamih au’uwih hai tur kwana’owen, masanuw etei arauw hitab, naatu hiyuw etei abogaigiwas sawar, imih kwanan tabin ana hiyuw tanaa.’
5 “Namun mereka tetap saja tidak mempedulikan undangan itu, dan malah pergi melakukan urusannya masing-masing. Ada yang pergi mengerjakan ladang, berdagang, ataupun pekerjaan lainnya.
5 “Baise hin hi’o, sabuw hiyuw aayah tur men hinowar, hai kokomaim hire nanabin hin. Orot ta au masaw in, orot ta re ana sitow bowamih in.
6 Bahkan ada yang menangkap hamba-hamba raja itu, kemudian menyiksa dan membunuh mereka.
6 Naatu sabuw afa akir wairafih hibow hirouw, afa hi’asbunubunuw himorob.
7 Mendengar itu, raja menjadi sangat marah sehingga dia menyuruh para tentaranya untuk membinasakan orang-orang yang sudah membunuh para hambanya itu dan untuk membakar kota mereka.
7 Aiwob orot anababatun yan so’ar, basit ana baiyowayah iyafarih hin sabuw ana akir wairafih hi’asbunubunuw etei hibow hirouw himorob naatu hai bar etei hi’afusar.
8 “Kemudian raja berkata kepada hamba-hambanya yang lain, ‘Pesta pernikahan sudah siap, tetapi orang-orang yang saya undang itu ternyata tidak layak diundang.
8 “Imaibo aiwob orot ana akir wairafih afa’abo eaf hina iuwih eo, ‘Tabin ana hiyuw i abogaigiwas sawar, baise sabuw au’uwih men yait ta namih.
9 Jadi pergilah ke setiap persimpangan jalan dan undanglah semua orang yang kalian jumpai di sana untuk menghadiri pesta pernikahan ini.’
9 Imih kwanatit kwanan ef gagamih yahimaim sabuw kwana’i’itih etei kwana’uwih hinan tabin ana hiyuwamaim hinarun.’
10 Lalu para hamba itu pergi ke jalan-jalan dan mengundang setiap orang yang mereka temui, entah itu orang jahat maupun orang baik, sehingga ruangan pesta pun penuh dengan tamu.
10 Basit akir wairafih hitit hin ef gagamih yahimaim orot babin hi’itih etei hibow, kakafin, gewasin etei hiteten hinatabin ana efanamaim hitit.
11 “Tetapi ketika raja itu masuk untuk menjumpai para tamunya, dia melihat ada seseorang yang tidak memakai pakaian seragam yang disediakan raja bagi tamu pesta pernikahan.
11 “Aiwob orot na nanawan hai merar yi ibabatiyih inan, basit orot ta tabin ana faifuw usina’e na ma’am itin.
12 Kata raja kepada orang itu, ‘Kawan, berani sekali kamu masuk ke sini tanpa memakai pakaian seragam!’ Dan orang itu diam saja.
12 Naatu ibatiy eo, ‘Au begon, o mi’itube’emih tabin ana faifuw usina’e ina irun kuma’am, etawan menane irun?’ Baise orot men tur ta eo.
13 Maka raja berkata kepada para hambanya, ‘Ikatlah kaki dan tangan orang itu dan lemparkanlah dia ke luar, ke tempat yang paling gelap. Di sanalah orang-orang akan selalu menangis dan sangat menderita.’”
13 “Basit aiwob orot ana akir wairafih iuwih eo, ‘Orot an uman kwafatum kwabai kwan ufun kwaisaroun ere gugumin wanawanan nama, narerey wan nitarfofor naso’ob.’”
14 Lalu Yesus mengakhiri perumpamaan itu dengan berkata, “Banyak orang yang diundang, tetapi hanya sedikit yang terpilih.”
14 Naatu Jesu ana tur yomaninamaim eo, “Sabuw moumurih na’in God ea’afih, baise matan ta’amo boro narubinih.”
15 Kemudian beberapa anggota kelompok Farisi pergi meninggalkan Yesus dan mengatur rencana untuk menjebak-Nya. Mereka mau membujuk Yesus supaya Dia melawan pendapat orang Yahudi tentang penjajahan pemerintah Romawi, atau mengatakan sesuatu yang melawan pemerintah Romawi.
15 Basit Ofafar Bai’obaiyenayah afa hin sa’ab akisihimo hiku’ay Jesu baikubibiruwin isan hiyakitifuw.
16 Sesuai rencana, kelompok Farisi itu mengutus sejumlah anggota mereka dan beberapa pendukung Herodes untuk menguji Yesus. Kata mereka, “Guru, kami tahu bahwa engkau orang jujur, dan engkau juga mengajar dengan jujur tentang apa yang Allah kehendaki untuk kita lakukan. Engkau tidak takut kepada pendapat siapa pun, karena engkau tidak memandang kedudukan orang.
16 Imaibo hai bai’ufununayah afa naatu Herod ana kou’ay sabuw afa hin Jesu biyan hitit hio, “Bai’obaiyenayan, aki aso’ob. O i anababatun turamaim kuo, God ana sabuw isah abisa ekokokomaim kubi’obaiyih, abisa sabuw tenotanot isan men kubiyababan, anayabin o men orot babin ufuhine ku’i’itin.
17 Jadi kami mau menanyakan pendapatmu: Menurut hukum Taurat, boleh atau tidak kita membayar pajak kepada pemerintah Romawi?”
17 Imih kuo anowar. Caesar isan kabay tanabibaiyan boro ata ofafar tana’astu’ub, ai en? O mi’itube kunotanot?”
18 Tetapi Yesus sudah mengetahui rencana jahat mereka. Karena itu Dia berkata, “Kalian hanya pura-pura! Apakah kalian pikir Aku bisa dijebak dengan pertanyaan semacam itu?!
18 Jesu mar ta’imon hio hai tur naniyan bai uwih eo, “Kwa i wanawan rerekabih! Aisim ayu kwabikubibiruwu?
19 Coba tunjukkan kepada-Ku satu keping uang perak yang biasa dipakai untuk membayar pajak.” Lalu mereka menunjukkan uang itu kepada-Nya.
19 Kabay kwabai kwana kwai’obaiyu aitin.” Naatu kabay hibai hina hitin.
20 Dia pun bertanya, “Ukiran wajah siapa yang ada di sini? Dan nama siapa yang tertulis di sini?”
20 Itin sawar imaibo eo, “Iti kabayamaim i yait ayubin naatu wabin tema’am?”
21 Jawab mereka, “Raja Romawi.”
21 Hiya’afut hio, “Caesar.” Basit Jesu iuwih eo, “Abisa Caesar nowan Caesar kwanitin, naatu abisa God nowan God kwanitin.”
22 Mendengar jawaban itu mereka pun terheran-heran lalu pergi meninggalkan Yesus.
22 Iti na’at eo hinonowar ana maramaim hifofor men kafaita. Naatu hihamiy himatabir maiye hin.
23 Pada hari itu, beberapa anggota kelompok Saduki juga mendatangi Yesus. (Kelompok Saduki percaya bahwa orang yang sudah mati tidak akan hidup kembali.) Mereka bertanya kepada-Nya,
23 Nati veya ta’imon kau’ay ta wabin Sadducee hai sabuw afa hina Jesu biyan hitit hio, “Sabuw morobone boro men hinayawas maiye.”
24 “Guru, Musa mengajarkan bahwa kalau seorang laki-laki yang sudah beristri meninggal tanpa mempunyai anak, maka saudaranya harus menikahi jandanya itu untuk meneruskan keturunan bagi saudaranya yang sudah meninggal.
24 Naatu hio maiye, “Bai’obaiyenayan Moses eo tautabin orot ain natun en namomorob tain boro tuwah ana kwafur ni’aawan, saise hairi hina’in kek hinatufuw tuwah efanin.
25 Pernah ada tujuh orang bersaudara di antara kami. Laki-laki yang pertama menikah dengan seorang perempuan, lalu meninggal. Karena dia tidak mempunyai anak, maka laki-laki yang kedua mengawini janda kakaknya itu.
25 Imih marasika orot, ain uf nah etei seven hima’am, basit orot ain tabin naatu kek en morob. Ana kwafur tain i’aawan.
26 Lalu laki-laki yang kedua juga meninggal tanpa mempunyai anak. Hal yang sama pun terjadi kepada laki-laki yang ketiga dan seterusnya, sampai yang ketujuh. Mereka semua meninggal tanpa mempunyai keturunan melalui perempuan itu.
26 I auman kek en morob. Naatu tain ta bo kwafur i’aawan maiye. Kek en morob ef ta’imon na’atube hisinaf re in yomanin hi’asa’ub.
27 Akhirnya, janda itu meninggal juga.
27 Uf toro’ot, babin morob.
28 Jadi, kalau memang benar bahwa orang yang sudah meninggal akan dihidupkan kembali, perempuan itu akan disebut sebagai istri siapa?— karena ketujuh bersaudara itu sudah pernah kawin dengan dia.”
28 Orot etei i babin ta’imon hi’aawan, imih ana maramaim morobone hinamimisir maiye, babin i boro menatan ni’aawan?”
29 Yesus menjawab, “Kalian sangat keliru karena tidak tahu apa yang tertulis dalam Kitab Suci dan tidak mengenal kuasa Allah.
29 Jesu iyafutih eo, “Kwa i a not hikwaris. Anayabin Buk Atamanin men kwaso’ob, naatu God ana fair auman men kwaso’ob.
30 Nanti, ketika orang yang sudah meninggal dihidupkan kembali, mereka tidak akan berpasang-pasangan lagi, tetapi hidup tanpa pasangan seperti semua malaikat di surga.
30 Anayabin morobone hinamimisir ana veya tounamatar maramaim tabina’e tema’am na’atube bairi boro hinama.
31 “Namun tentang kehidupan kembali sesudah kematian, kalian sudah membaca Firman Allah, bukan?! Allah berkata,
31 Naatu morobone hinamisir maiye isan God eo Buk Atamaninamaim hikirum inu’in kwaiyab kwa’itin ei en? God iti na’atube eo,
32 ‘Aku adalah Allah Abraham, dan Allah Isak, dan Allah Yakub.’ Allah menyebutkan ketiga nenek moyang kita itu sebagai orang yang masih tetap hidup dan menyembah-Nya. Walaupun orang yang meninggal tidak lagi berada di dunia, namun di hadapan Allah mereka masih tetap hidup.”
32 ‘Ayu i Abraham ana God, Isaac ana God, naatu Jacob ana God.’ Nati God i sabuw yawasih hai God men sabuw murubih hai Godamih.”
33 Orang banyak yang berada di situ heran sekali mendengar ajaran Yesus itu.
33 Sabuw rou’ay gagamin iti tur hinonowar, hifofor men kafaita, anayabin abisa bi’obaiyih i tur anababatun.
34 Para anggota kelompok Farisi mendengar bahwa Yesus sudah mengalahkan orang-orang kelompok Saduki yang tadi mengajukan pertanyaan untuk menguji Yesus. Maka mereka berkumpul dan mencari cara untuk mengalahkan Yesus.
34 Jesu tur eo Sadducee sabuw hai tur etei rabirab ana maramaim Pharisee sabuw hi’itin. Basit etei hina hita’imon.
35 Lalu salah seorang anggota mereka, yang juga adalah ahli Taurat, mengajukan suatu pertanyaan untuk mencari kesalahan Yesus. Kata orang itu,
35 Wanawanahimaim ofafar so’obayan orot ta na Jesu ikubibiruw eo,
36 “Guru, menurut pendapatmu, perintah mana yang paling penting di antara seluruh hukum Taurat?”
36 “Bai’obaiyenayan, obaiyunen tur menatan i gagamin ofafar etei wanawanahimaim?”
37 Yesus menjawab, “‘Kasihilah TUHAN Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap nafas hidupmu, dan dengan segenap akal pikiranmu.’
37 Jesu iya’afut eo, “Regah, a God isan dogor tutufin etei, a not tutufin etei, naatu biya tutufin etei iniyabuw.
38 Perintah itulah yang terpenting dan terutama.
38 Iti ofafar i gagamin naatu ofafar ana ukwarin.
39 Perintah kedua yang hampir sama pentingnya dengan itu adalah, ‘Kasihilah sesamamu sama seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.’
39 Naatu ofafar bairou’abin i iti. ‘Taituwa isah iniyabow o taiyuw isa kubiyabow na’atube.’
40 Karena kedua perintah itu adalah dasar dari seluruh hukum Taurat dan semua perintah yang terdapat dalam tulisan para nabi.”
40 Moses ana ofafar tutufin etei naatu God ana dinab oro’orot hai bai’obaiyen etei i iti ofafar rou’ab tebi’ukwarih.”
41 Sementara orang-orang Farisi itu masih bersama Yesus, Dia menggunakan pertanyaan ini untuk mengajar mereka,
41 Pharisee sabuw hiru’ay hita’imon, basit Jesu ibatiyih
42 “Bagaimana pendapat kalian tentang Kristus? Menurut nubuatan para nabi, keturunan siapakah Dia?”
42 eo, “Kwa a notamaim Keriso isan mi’itube kwanotanot? I boro orot yait natun?” Naatu i hiya’afut hio, “Keriso i boro David ana agirane nan.”
43 Kata Yesus kepada mereka, “Kalau begitu, kenapa Daud— ketika bernubuat dengan kuasa Roh Kudus— memanggil Kristus sebagai ‘Tuhan Penguasaku?’ Dia berkata begini,
43 Naatu Jesu ibatiyih eo, “Bo aisim Anun Kakafiyin ana fairamaim David iwanasum, Regah isan eo,
44 ‘TUHAN Allah berkata kepada Tuhan Penguasaku,
44 ‘Regah au Regah isan eo, Umau au asukwafune kumare inama’am. Ana maramaim ayu boro anatit a kamabiy sabuw anabow babamaim anaya.’
45 Jadi, kalau Daud sangat menghormati Kristus dengan menyebut Dia ‘Tuhan Penguasaku,’ kenapa kalian mengajarkan bahwa Kristus hanya keturunan Daud?”
45 “David Roubininenayan orot isan i ana Regah rauw eo, imih men karam Roubininenayan orot i David ana agir narauw nao.”
46 Orang-orang Farisi yang berusaha menguji Yesus tadi tidak sanggup menjawab pertanyaan-Nya. Dan sejak hari itu, tidak seorang pun berani mengajukan pertanyaan untuk menguji Yesus lagi.
46 Men yait ta Jesu ana tur wan yimih. Nati ana veya’amaim men yait ta baibat afa bow na Jesu ibatiyimih.

Ler em outra tradução

Comparar com outra

Estude este capítulo no WhatsApp

Peça à IA da Bíblia Fala para explicar Mateus 22, comparar traduções ou montar um estudo — tudo direto pelo WhatsApp.