Mateus 21

Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga (IND) vs AAI

Sair da comparação
AAI TUR GEWASIN O BAIBASIT BOUBUN
1 Waktu Yesus dan kami para murid-Nya sudah dekat Yerusalem, kami tiba di desa Betfage yang berada di kaki Bukit Zaitun. Lalu Yesus menyuruh dua orang murid-Nya berjalan lebih dulu
1 Jesu ana bai’ufununayah bairi au Jerusalem hirun hinan, hina bar merar ta wabin Bethage hitit, Olive Oyawemaim, Jesu ana bai’ufununayah rou’ab wan iyunih
2 dengan berpesan kepada mereka, “Pergilah ke desa yang di depan itu. Begitu kalian masuk, kalian akan melihat seekor keledai betina terikat bersama anaknya. Lepaskanlah keduanya dan bawalah kepada-Ku.
2 eo, “Kwanan bar merar nati namaim kwanatitit boro donkey hi’utan ebatabat kwana’itin naatu donkey boubun auman sisibinamaim ebatabat. Hairi kwanarufamen kwanabow kwanan.
3 Kalau ada orang yang menanyakan tentang apa yang sedang kalian lakukan, katakanlah, ‘Tuhan memerlukan dua keledai ini,’ maka orang itu akan mengizinkan kalian membawa keduanya.”
3 Orot ta nati’imaim nabibatiyi ana tur kwana’owen, ‘Regah ekokok naatu boro nihamiyen kwanabow kwanan.’ Baise ana tur kwana’owen boro niyafarih hinamatabir maiye.”
4 Hal itu dilakukan supaya terjadi tepat seperti yang dikatakan Allah melalui nubuatan nabi yang mengatakan,
4 Iti sawar himamatar abisa God ana dinab orot eo kikirum ina i turobe.
5 “Katakanlah kepada para penduduk Yerusalem,
5 “Jerusalem sabuw hai tur kwana’owen, a aiwob enan kwa’itin, taiyuwin yare donkey afe’en mara’at enan, ana donkey boubun tafanamaim mara’at enan.”
6 Lalu kedua murid itu pergi dan melakukan tepat seperti yang Yesus suruh.
6 Basit Jesu ana bai’ufununayah eo baimanih na’at hin hisinaf.
7 Mereka membawa keledai itu bersama anaknya dan meletakkan jubah-jubah mereka di atas punggung kedua keledai itu sebagai alas duduk. Lalu Yesus naik ke punggung keledai muda.
7 Donkey hibai hina hai faifuw tafah hibosairen hiyabar afa rabod rourih hi’afuw ef yan hiyabar.
8 Sangat banyak orang yang sudah berkumpul di situ melepas dan menghamparkan jubah mereka di jalanan untuk menghormati Yesus. Ada juga yang memotong ranting-ranting berdaun dari pepohonan dan menebarkannya di jalan itu.
8 Sabuw rou’ay gagamin na’in hai faifuw hibosairen hiyabar afa ai raurih hi’afuw hiyabar.
9 Orang-orang yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya di belakang terus bersorak-sorai,
9 Sabuw Jesu nanane hinan, naatu ufunane hinan fanah sib hiwow hio,
10 Pada waktu Yesus memasuki Yerusalem, seisi kota menjadi gempar dan bertanya-tanya, “Siapa itu?!”
10 Jesu na Jerusalem rur, kawasa ra’at uruw giririf retenafut, sabuw hibatebat hio, “Iti orot yait?”
11 Orang banyak yang mengikuti Yesus menjawab, “Dia itu Yesus!— nabi yang berasal dari desa Nazaret di provinsi Galilea.”
11 Rou’ay gagamin hiyafutih hio, “God ana dinab orot wabin Jesu, Galilee wanawananamaim tafaram Nazareth orot.”
12 Lalu Yesus masuk ke teras rumah Allah dan mengusir semua orang yang sedang berjual-beli di situ. Dia membalikkan meja-meja yang dipakai oleh para penukar uang, juga menggulingkan bangku-bangku para penjual burung merpati.
12 Naatu Jesu na Tafaror Bar run. Sabuw iyab nati hima hai sawar hitotobon rauw nunih hai urama’ama, hai gemogem bora’aten, kabay hisuwa hire, urama’ama afe’eh hima mamu imak hitotobon bow israuwen ufun hitit.
13 Kata-Nya kepada mereka, “Dalam Kitab Suci Allah berkata,
13 Naatu iuwih eo, “Buk Atamaninamaim God eo hikikirum i iti na’atube eo, ‘Ayu au Tafaror Bar i yoyoban ana bar,’ baise kwa abisa kwasisinaf i kwabotabir bainowah hai watu matar.”
14 Lalu banyak orang buta dan orang pincang datang kepada-Nya di teras rumah Allah. Dia menyembuhkan mereka semua.
14 Sabuw matah fim naatu ah umah kakafih hina Tafaror Bar hirun Jesu etei iyawasih.
15 Namun para imam kepala dan ahli Taurat menjadi sangat marah ketika melihat perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan Yesus dan mendengar anak-anak kecil bersorak-sorai di teras rumah Allah, “Hosana, terpujilah TUHAN atas kedatangan Keturunan Daud ini.”
15 Firis ukwarih naatu Ofafar Bai’obaiyenayah Jesu sawar gewasih sisinaf hi’itin yah so’ar. Kek auman Tafaror Bar wanawanan fanah sib Jesu hibora’ara’ah hio, “Orokaiwa David natun, ensairen.”
16 Mereka berkata kepada Yesus, “Kamu mendengar anak-anak itu, bukan?! Kenapa kamu tidak melarang mereka berkata begitu?!”
16 Jesu hiu, “Iti kek teo kunonowar?” Jesu iyafutih eo, “Anonowar. Buk Atamaninamaim hikikirum kwaiyab kwa’itin, mi’itube hikirum?
17 Kemudian Yesus bersama kami meninggalkan mereka dan keluar dari kota Yerusalem. Kami pergi ke desa Betania untuk bermalam di situ.
17 Naatu nati’imaim ihamiyih hima i tit in Bethany bar merar imaim mar fo in.
18 Besoknya pagi-pagi sekali, ketika Yesus dan kami dalam perjalanan kembali ke kota Yerusalem, Dia merasa lapar.
18 Mar auman Jesu au merar gagamin matabir inan, basit bayumih morob.
19 Dia melihat sebatang pohon ara di pinggir jalan lalu mendekatinya untuk melihat kalau-kalau ada buah di situ. Tetapi ternyata pohon itu tidak berbuah, hanya ada daun-daun saja. Maka Dia berkata kepada pohon itu, “Mulai sekarang kamu tidak akan pernah berbuah lagi.” Saat itu juga pohon itu menjadi kering.
19 Naatu ef rewanamaim ai fafou batabat itin, basit na ai an tit, baise men ro’on ta itin, raurinawat. Basit ai isan eo, “O i boro men iniw.” Mar ta’imonamo ai fenem.
20 Ketika kami murid-murid-Nya melihat hal itu, kami terheran-heran dan bertanya, “Bagaimana pohon ara itu bisa langsung kering?!”
20 Ana bai’ufununayah hi’itin hifofor men kafaita, naatu hio, “Ai fafou mi’itube’emih mar ta’imon fenem?”
21 Jawab Yesus, “Aku menegaskan kepadamu: Kalau kamu percaya tanpa ragu-ragu dalam hatimu, kamu juga bisa membuat keajaiban seperti yang Aku lakukan kepada pohon ini, bahkan yang lebih besar lagi. Misalnya, kamu bisa meminta kepada Allah supaya gunung ini pindah ke dalam laut, dan hal itu akan terjadi.
21 Jesu iyafutih eo, “Anababatun a tur ao’owen. Men erekasiy auman kwanasinafumih, baise kwanitumatum. Karam abis iti boun ai fafou isan asisinaf boro kwanasinaf namatar. Baise men iti akisin. Karam oyaw isan kwanao, kumisir kwen riy yan kubat boro namatar.
22 Segala sesuatu yang kamu minta dalam doa, percayalah bahwa Allah sedang memberikannya, maka kamu akan menerimanya.”
22 Initumatum abisa isan kuyoyoban boro inab.”
23 Pada waktu Yesus sudah kembali ke teras rumah Allah dan sedang mengajar di sana, para imam kepala dan pemimpin-pemimpin Yahudi mendatangi Dia dan berkata, “Siapa yang memberikan wewenang kepadamu untuk mengajar dan mengubah kebiasaan-kebiasaan kami?— seperti yang kamu lakukan kemarin! Atas nama siapa kamu melakukan itu?”
23 Jesu matabir maiye Tafaror Baremaim run bat bi’obaibiyih. Basit Firis ukwarih naatu Jew hai orot ukwarih hina Jesu biyan hitit hibatiy hio, “O yait fair it iti sawar kusisinaf, naatu yait ibasit ina kubowabow?”
24 Dia menjawab, “Aku juga mau menanyakan sesuatu kepada kalian. Kalau kalian menjawab-Ku, maka Aku akan memberitahukan Siapa yang memberikan wewenang itu kepada-Ku.
24 Jesu iyafutih eo, “Ayu auman au baibat ta’imon kwa anibatiyi kwanao ananowar, imaibo ayu boro anao kwananowar, ayu fair menamaim abai abowabow.
25 Coba jawab pertanyaan-Ku ini: Siapa yang memberikan wewenang kepada Yohanes Pembaptis untuk membaptis orang-orang? Apakah Allah yang memberikannya, atau dia bekerja atas kemauannya sendiri?”
25 John ana fair menane bai sabuw bapataito itih Godane bai, ai orot maiyow biyahine bai?” Hai kasiy ra’at taiyuwih hibabatiyih hio, “Mi’itube tanao? Godane tanao’o i boro nao bo aisim John men kwaitumitum.
26 Tetapi jangan kita jawab, ‘Dia bekerja atas kemauannya sendiri. Kita takut jawaban itu akan membuat orang banyak ini marah, karena mereka percaya bahwa Yohanes adalah nabi.’”
26 Baise it orot biyanane fair bain tanao, sabuw isah tabirubir anayabin sabuw etei tebitumatum John i God ana dinab orot ta.”
27 Jadi mereka menjawab Yesus, “Kami tidak tahu.”
27 Imih sabuw Jesu isan hiya’afut hio, “Aki men aso’ob.” Naatu Jesu iuwih eo, “Ayu auman boro men anao kwananowar, baibasit menane abai iti sawar asisinaf.
28 “Sekarang katakanlah pendapat kalian tentang cerita ini: Ada seorang bapak yang mempunyai dua anak laki-laki. Suatu hari dia menyuruh anaknya yang tertua, ‘Nak, pergilah bekerja di kebun anggurku hari ini.’
28 “Kwa mi’itube kwanotanot? Ana veya ta orot natunatun bairi hima’am basit orot natun ain isan eo, ‘Aro ayu akokok boun inan grape ana masaw inabow.’
29 “Anak itu menjawab, ‘Aku tidak mau!’ Tetapi kemudian dia menyesal lalu pergi dan bekerja di kebun.
29 “Naatu kek tamah iya’afut eo, ‘Ayu men akokok.’ Baise ma kafai ana not botabir re in masaw bow.
30 “Lalu bapak itu menyuruh anaknya yang bungsu. Anak itu menjawab, ‘Ya Pak, aku akan pergi.’ Tetapi dia tidak pergi.
30 “Naatu orot na maiye natun uf isan tit tur i ta’imonaban eo, naatu kek rufut eo, ‘Basit, Regah boro anan.’ Baise kwahir bar ma men in masaw bowamih.
31 “Menurut kalian, yang manakah dari kedua anak itu yang melakukan kehendak bapaknya?”
31 Naatu kek menatan i tamah fanan bai?”
32 Karena Yohanes datang dan menunjukkan kepada kalian hidup yang sesuai dengan kehendak Allah, tetapi kalian tidak mau mempercayai ajarannya. Sebaliknya, para penagih pajak dan para pelacur mempercayainya. Biarpun kalian sudah menyaksikan begitu banyak orang seperti mereka digerakkan oleh Allah untuk bertobat, kalian masih tidak menyesal dan tidak juga percaya pada ajaran Yohanes.”
32 Anayabin John Baptist na ef gewasin bai’ufnunin isan bi’obaiyi, kwa men kwaitumitumimih, baise kabay o’onayah, naatu sagasagadiy hitumitum, sawar i kwa’itin, baise men kafa’imo a not uf kwabotabir kwaitumitumimih.”
33 “Dengarkanlah cerita yang lain ini: Ada seorang pemilik tanah yang menyuruh hamba-hambanya membuat kebun anggur yang besar, lengkap dengan pagar di sekelilingnya. Lalu mereka menggali lubang tempat memeras buah anggur, serta membangun pondok jaga yang tinggi untuk mengawasi kebun itu kalau-kalau ada pencuri atau binatang yang masuk. Sesudah itu pemiliknya menyewakan kebun anggur itu kepada beberapa orang petani, lalu dia pergi ke negeri lain bersama para hambanya.
33 Jesu eo maiye, “Oroubon tabo kwananowar. Orot me matuwan ana veya ta masaw bo grape tanum, fur ear ituwafut naatu Wine bunubunuw ana hub bai naatu ana masaw sabuw bowayah uwih hima’uh hima i tafaram afa bai nanawanamih in.
34 Waktu musim panen tiba, dia menyuruh hamba-hambanya pergi kepada para petani itu untuk mengambil hasil kebun yang menjadi bagiannya.
34 Naatu grape hiyamur bairuhin ana veya kakabom, basit orot ana akir wairafih iyafarih hina bowayah biyah ibo au nowahine ai ro’oh bairut isan.
35 “Tetapi para petani itu menangkap hamba-hambanya. Yang satu mereka pukul, yang seorang lagi mereka bunuh, dan yang lain lagi dilempari batu sampai mati.
35 “Baise bowayah himisir orot ana akir wairafih hibow, ta hibai hirab, ta hi’asabun morob, naatu ta kabayamaim hirab.
36 Pemilik kebun itu menyuruh sekelompok hamba lain, lebih banyak daripada yang pertama. Tetapi para petani itu memperlakukan mereka dengan cara yang sama.
36 Orot ana akir wairafih afa’abo iyafarih hina, moumurihika men marasika biyafarih na’atube’emih, baise bowayah himisir akir wairafih hibow, wan hinan isah hisisinaf na’atube hisinaf hibow hirouw.
37 Akhirnya dia mengutus anaknya sendiri kepada para petani itu dengan pikiran, ‘Tentu mereka akan menghormati anakku.’
37 Uftoro’ot i natun iyun na bowayah isah, not eo, ‘Sabuw boro natu hinakakafiy.’
38 “Tetapi waktu melihat anak itu datang, mereka berkata satu sama lain, ‘Lihat! Yang datang ini adalah anaknya! Nanti dialah yang akan menjadi pemilik kebun ini kalau ayahnya sudah meninggal. Mari kita bunuh dia, supaya kebun ini menjadi milik kita.’
38 “Baise bowayah orot natun nan hi’itin hio, ‘Iti orot masaw matuwan natun enan kwanatabai tarab emorob, saise iti sawar etei boro it ata sawaramih tanabow.’
39 Maka mereka menangkap dia dan menyeretnya keluar dari kebun anggur itu, lalu membunuhnya.”
39 Hina kek hibai fur ufunane hirouw re hitit hibai hi’asabun morob.”
40 Yesus pun bertanya, “Jadi, waktu pemilik kebun itu kembali, apa yang akan dia lakukan kepada para petani itu?”
40 Naatu Jesu ibatiyih eo, “Masaw matuwan namatabir nanan iti sabuw bowayah isah boro mi’itube nasinaf?”
41 Para pendengar menjawab, “Dia pasti akan menyiksa dan membinasakan para petani itu. Lalu dia akan menyewakan kebunnya kepada petani-petani lain yang akan setia memberikan hasil yang menjadi bagiannya pada tiap musim panen.”
41 Hiya’afut hio, “Nati orot bowayah etei boro narauw hinamorob, naatu masaw boro nab sabuw afa nitih hinama hinakaif, saise ai ro’oh hinabiyamur bowayah boro hinirut ibo au nowan hinitin.”
42 Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Kalian sudah membaca Firman Allah, bukan?! Ada tertulis,
42 Imaibo Jesu iuwih eo, “Buk Atamaninamaim hikirum inu’in kwaiyab kwa’itin.
43 “Karena itu, Aku beritahukan kepada kalian bahwa hak sebagai warga kerajaan Allah akan diambil dari kalian bangsa Yahudi dan diberikan kepada orang bukan Yahudi, yaitu kepada setiap orang yang setia melakukan kehendak Allah.
43 “Isan imih a tur ao’owen. Mar ana aiwob kwa biyamaim tema’am boro nabosairen sabuw iyab ub gewasih hitanum teyey boro i nitih.
44 Setiap orang yang tersandung pada batu itu akan remuk. Dan setiap orang yang tertimpa batu itu akan hancur lebur.”
44 “Orot yait iti agim afe’en nare narabirab i boro natarsisib, baise agim nare orot babin narabirab boro mutufor nifofob.”
45 Waktu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan itu, mereka mengerti bahwa Yesus berbicara tentang mereka.
45 Firis hai ukwarih naatu Ofafar Bai’obaiyenayah Jesu ana oroubon eo hinowar hitatam.
46 Maka mereka mencari cara untuk menangkap Dia, tetapi tidak berhasil karena mereka takut pada orang banyak yang percaya bahwa Yesus adalah nabi.
46 Imih bain fatuminamih himisir, baise sabuw rou’ay hina hima’ama isah hibir. Anayabin sabuw etei Jesu hi’i’itin i God ana dinab orot ta.

Ler em outra tradução

Comparar com outra

Estude este capítulo no WhatsApp

Peça à IA da Bíblia Fala para explicar Mateus 21, comparar traduções ou montar um estudo — tudo direto pelo WhatsApp.