Mateus 18

Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga (IND) vs AAI

Sair da comparação
AAI TUR GEWASIN O BAIBASIT BOUBUN
1 Pada waktu itu, kami murid-murid Yesus datang kepada-Nya dan bertanya, “Waktu Engkau mendirikan kerajaan Allah di dunia ini, siapa di antara kami yang paling tinggi kedudukannya?”
1 Nati ana maramaim bai’ufununayah hina Jesu biyan hitit hibatiy hio, “Mar ana aiwobomaim yait i orot gagamin?”
2 Kemudian Yesus memanggil seorang anak kecil mendekat kepada-Nya, lalu menempatkan dia di tengah-tengah kami.
2 Jesu kek kikimin eaf na nahimaim bat.
3 Yesus berkata, “Aku menegaskan kepadamu: Kalau kamu tidak menjadi rendah hati seperti anak-anak dan bertobat dari sifatmu yang suka mementingkan diri sendiri, kamu tidak akan menjadi warga kerajaan Allah.
3 Imaibo eo, “Anababatun a tur ao’owen, o yait ayawas men inabotabir inan iti kek gidigidih na’atube mar ana aiwobomaim boro men inarun.
4 Karena orang yang paling tinggi kedudukannya dalam kerajaan Allah adalah orang yang merendahkan dirinya seperti anak kecil ini.”
4 Isan imih orot yait taiyuwin yare iti kek kikiminabe emamatar mar ana aiwobomaim i orot gagamin.
5 “Kalau kamu menerima dan melayani anak kecil seperti ini dengan alasan untuk memuliakan Aku, berarti kamu sudah menerima dan melayani Aku.
5 “Naatu orot yait kek kikimin iti na’atube ayu wabu’umaim ana merar eyiy, i ayu au merar eyiy.
6 Kalau seseorang menyebabkan anak kecil yang percaya kepada-Ku jatuh dalam dosa, orang itu akan mendapat hukuman yang sangat berat dari Allah. Daripada dia melakukan dosa besar itu, lebih baik jika sebuah batu besar diikat ke lehernya lalu dia ditenggelamkan ke laut dalam. Mengalami kengerian seperti itu jauh lebih ringan daripada hukuman Allah yang akan dia tanggung selamanya kalau menyebabkan seorang anak jatuh dalam dosa!
6 Baise orot yait iti kek kikimin ayu bitutumu eoraraf in bowabow kakafin esisinaf, gewasin nati orot i boro sikan aumor hina’utan taiy yan hinitaiy nare na’atomatom namorob.
7 “Celakalah siapa saja di dunia ini yang menyebabkan orang lain berdosa! Memang godaan-godaan untuk berbuat dosa akan selalu ada di dunia, tetapi celakalah orang yang menimbulkan godaan itu.
7 “Tafaram i kakafin wanawanan run, imih nati sawaramaim sabuw bonawiyih bowabow kakafin tisisinaf. Sawar kakafih nati na’atube i boro hinamatar, baise orot yait biyanamaim iti sawar temamatar i boro kakafin anababatun nab.
8 Jadi, kalau tangan atau kakimu menyebabkan kamu berdosa, lebih baik potong dan buanglah itu, supaya kamu mendapat hidup yang kekal di surga. Lebih baik kamu masuk ke dalam hidup kekal tanpa tangan dan kaki yang lengkap, daripada kamu mempunyai badan yang utuh tetapi dibuang ke dalam api neraka yang menyala selama-lamanya.
8 O yait uma o a nabonawiy kakafin inasisinaf na’at, ku’afuw kwisaroun, saise a uma duboduboh inan ma’ama wanatowan inarun. Men basit a uma hai ubaramaim o biya etei itan wairaf wan itayen ta’arahi.
9 Dan kalau matamu yang sebelah membuat kamu berdosa, cungkil dan buanglah matamu itu. Lebih baik kamu masuk ke dalam kerajaan Allah dengan satu mata, daripada mempunyai dua mata tetapi dibuang ke dalam api neraka.”
9 Naatu mata nuw kwanekwan kakafin kusisinaf, kukubai kwisaroun. Mata rounawat saise inan ma’ama wanatowan inarun, men basit mata ta’imon ana ubaramaim mata rou’abaka inan wairaf wan inayen na’arahi.
10 “Hati-hatilah, jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak kecil ini. Karena sesungguhnya mereka masing-masing mempunyai malaikat yang selalu siap berbicara kepada Bapa-Ku di surga.
10 “Abisa kusisinaf i inaso’ob men kek gidigidih inanuw furuwih, a tur ao’owen anayabin kek gidigidih hai tounamatar mar etei maramaim Tamai nan tebatabat.
11 Ingatlah bahwa Aku, Sang Anak Adam, sudah datang untuk menyelamatkan orang-orang yang tersesat.
11 Orot Natun nan ana’an i sabuw kasikasiyih bow baiyawasih isan na.
12 “Kalau kamu mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya tersesat, apa yang akan kamu lakukan? Pasti kamu akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor, lalu pergi ke bukit-bukit untuk mencari satu domba yang tersesat itu.
12 “Orot ana bobaituw 100 hitama’am ta’imon takakasiy isan a not i mi’itube kwanotanot? Ana bobaituw 99 tihamiyen oyaw wan hitama, i tare tan ta’imon kakasiy tanuwih ai en?
13 Aku menegaskan kepadamu: Kalau kamu berhasil menemukannya, pasti kamu akan lebih bergembira karena mendapat yang seekor itu daripada karena sembilan puluh sembilan domba lain yang masih berada dalam kawanan.
13 Naatu ana bobaituw tatita’ur tabaib ana maramaim, a tur ao’owen ana for ta’imon isan boro tiyasisir men kafaita, men 99 isah ebiyasisir na’atube anayabin i men hikasiy.
14 Begitu jugalah Bapamu yang di surga. Dia tidak mau seorang pun dari anak-anak kecil yang percaya kepada-Nya tersesat dan binasa.”
14 Imih ef ta’imon nati na’atube Tamat maramaim men ekokok boro ana kek kikimin ta nakasiy.
15 “Kalau saudara seimanmu bersalah kepadamu, datanglah secara pribadi kepadanya dan beritahukanlah kesalahan yang sudah dia lakukan. Kalau dia mengakui kesalahannya dan bertobat, kamu sudah berdamai kembali dengan saudaramu itu.
15 “O taituwa ta wanawanamaim isa bowabow kakafin nasisinaf na’at wa’iwa’iramaim inan biyan ana kakafin matanamaim ini’obaiy. Inao fana nanonowar na’at i boro airi kwanitafen tutur.
16 Tetapi kalau dia tidak mau mengakui kesalahannya, temuilah dia lagi bersama satu atau dua orang saudara seiman yang lain. Hal itu dilakukan sesuai peraturan dari hukum Taurat yang mengatakan, ‘Setiap masalah harus didukung oleh dua atau tiga orang saksi mata, barulah masalah itu bisa diputuskan secara sah.’
16 Baise inao men nanonowar, orot ta’imon o rou’ab inabuwih bairi kwanan, saise o abisa’awat inao orot rou’ab boro sif hinaruboun. Buk Atamaninamaim hio na’atube.
17 Kalau dia masih menolak mendengarkan saksi mata itu, beritahukanlah perkara tersebut kepada semua jemaat. Dan kalau dia tidak mau juga menerima nasihat jemaat, biarlah semua saudara seiman mengucilkan dia— sebagaimana orang Israel tidak mau bergaul dengan para penagih pajak dan orang dari bangsa lain yang tidak mengenal Allah.
17 Baise hinao men nanonowar na’at, basit ekaleisia matahimaim kwanakurereb kwanao, naatu ekaleisia hinao men nanowar na’at, basit kwanihamiy eteni orot na’atube nama o tax o’onayan na’atube nama.
18 Aku menegaskan kepadamu: Setiap pintu yang jemaat kunci di bumi ini akan terkunci juga di surga, dan setiap pintu yang jemaat bukakan di bumi akan terbuka juga di surga.
18 “Anababatun a tur ao’owen, abisa iti tafaramamaim ku’a’uh maramaim boro ana’uh. Naatu abisa iti tafaramamaim kururufam maramaim boro anarufam.
19 Aku juga menegaskan kepadamu bahwa kalau dua orang atau lebih di antara kalian sepakat meminta sesuatu dalam doa, maka hal itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga.
19 “Iban ao maiye, orot rou’ab iti tafaramamaim abisa isan hairi hibasit tefefeyan, Tamai maramaim boro isah nasinaf.
20 Karena apabila dua orang atau lebih dari antara kalian berkumpul dan berdoa untuk memuliakan Aku, maka Aku juga ada di situ di antara kalian.”
20 Orot rou’ab o tounu ayu wabu’umaim tekuku’ay, ayu i nati wanawanahimaim bairi.”
21 Lalu Petrus mendekati Yesus dan bertanya, “Tuhan, kalau saudara seiman saya terus melakukan kesalahan kepada saya, sampai berapa kali saya harus memaafkan dia? Apakah cukup tujuh kali?”
21 Imaibo Peter na Jesu biyan tit ibatiy, “Regah, ayu taiu isau mar etei bowabow kakafih nasisinaf mar boro bai’ab ana kakafih ana notawiyen? Ana kakafih ana notawiyen nayen seven nanatabir?”
22 Jawab Yesus, “Bukan tujuh kali! Bukan juga tujuh puluh tujuh kali! Tetapi kamu harus selalu memaafkan tanpa menghitung-hitungnya.
22 Jesu iya’afut eo, “Men seven, baise mar etei 70 tafanamaim seven auman.
23 “Biarlah Aku menjelaskan: Keadaan antara saudara-saudari seiman dalam kerajaan Allah adalah seperti cerita ini: Pada suatu hari, seorang raja mau membereskan perhitungan uang yang dia pinjamkan kepada para pegawainya.
23 “Anayabin aiwob maramaim ana itinin i aiwob orot ana akir wairafih hai bowabow nunutitiy na’atube.
24 Waktu perhitungan dimulai, ada seorang pegawai yang mempunyai utang tiga ratus ribu kilogram perak. Lalu dia dibawa menghadap raja.
24 Nuteteyan ana bowabow busuruf ana veya aiwob orot kabay million na’atube orot ta bai ma bowabow hibai hina hirun.
25 Tetapi dia tidak mampu membayar utangnya. Jadi raja memerintahkan para tentaranya untuk menjual pegawai itu, istrinya, anak-anaknya, dan semua hartanya untuk melunasi utangnya kepada raja.
25 Naatu nati akir wairafin aiwob orot ana kabay wan yin isan aurin men karam. Imih aiwob orot iuwih orot aawan, natunatun naatu ana sawar etei hitabow hitan sabuw afa hitatobon hai akir wairafihimih hitabow, saise nati kabayamaim aiwob orot ana kabay wan tab isan eo.
26 “Maka pegawai itu sujud di hadapan raja dan memohon, ‘Ya, Tuan, sabarlah dulu! Saya akan membayar semua utang saya!’
26 “Baise akir wairafin aiwob orot nanamaim sun yowen fefeyan eo, ‘Regah a kokok yate nanub naatu ayu boro ana sinaftobon a sawar etei wah anayow anit.’
27 Hati raja tersentuh dan merasa kasihan kepadanya, sehingga dia beserta keluarganya dibebaskan, dan semua utangnya pun dihapuskan.
27 Aiwob orot ana akir wairafin itin yan baban naatu ana kabay wan yin isan auman ibagun naatu iu tit ana ubar in.
28 “Lalu apa yang terjadi dengan pegawai yang utangnya sudah dihapuskan itu? Dia pergi keluar dan bertemu dengan salah seorang temannya sesama pegawai kerajaan yang berutang hanya seratus keping uang perak kepadanya. Dia menangkapnya dan mencekiknya sambil berkata, ‘Bayar utangmu!’
28 “Baise nati akir wairafin tit in naatu ana kabay bai’abamo bowayan turan biyanamaim bai ma’am biyan tit, eof sikan bai eo, ‘Au kabay o biya inu’in boun wan inay initu.’
29 “Temannya itu sujud dan memohon, ‘Tolong sabarlah dulu. Saya akan membayar utang saya.’
29 “Bow turan orot nanamaim sun yowen ifefeyan eo, ‘Yate nanub mar kafai ayu boro a kabay wan anay anit.’
30 “Tetapi dia tidak mau bersabar dan malah melaporkan temannya itu kepada hakim supaya dipenjarakan sampai dia melunasi semua utangnya.
30 “Baise orot men kok boro turan fanan tanowar, imih bai furisiman itih hibai hin dibur bar hiya’ariy. Naatu orot turan iu, ‘Iti’imaim inama au kabay wan inay initu imaibo inatit.’
31 “Melihat kejadian itu, pegawai-pegawai yang lain sangat sedih lalu melaporkannya kepada raja.
31 Akir wairafih afa iti sawar matar hi’itin men hiyasisir, imih hin abisa’awat himamatar isan aiwob orot ana tur hiowen.
32 Kemudian raja memanggil pegawai yang jahat itu dan berkata, ‘Hai pegawai yang jahat! Saya sudah menghapuskan semua utangmu hanya karena kamu meminta kesabaran dari saya!
32 “Imaibo aiwob orot ana akir wairafin eaf na iu eo, ‘O i anababatun orot kakaf. Ayu au kabay gagamin maiyow o biyamaim ma’am i asafam, anayabin ayu ifefeyanu.
33 Seharusnya kamu juga berbelas kasihan kepada temanmu itu, seperti saya sudah berbelas kasihan kepadamu!’
33 Gewasin bow tura itakabibir o akakabibiri na’atube.’
34 Raja itu sangat marah sehingga dia memerintahkan agar pegawai yang jahat itu dipenjarakan dan dipukuli setiap hari sampai semua utangnya dibayar lunas.
34 Aiwob orot yan so’ar tatabir ana dibur kaifenayah iuwih hifatum dibur hiya’ariy naatu iu, ‘Iti’imaim inama’am au kabay wan inay initu imaibo inatit.’”
35 “Begitu jugalah yang akan dilakukan oleh Bapa-Ku yang di surga kepadamu, kalau kamu tidak sungguh-sungguh memaafkan setiap orang yang bersalah kepadamu.”
35 “Ef ta’imon ayu Tamai maramaim kwa ta’ita’imon isa boro iti na’atube nasinaf, o yait taituwa ana kakafin men dogor tutufin etei inanotanotawiy na’at.”

Ler em outra tradução

Comparar com outra

Estude este capítulo no WhatsApp

Peça à IA da Bíblia Fala para explicar Mateus 18, comparar traduções ou montar um estudo — tudo direto pelo WhatsApp.