Marcos 4

Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga (IND) vs AAI

Sair da comparação
AAI TUR GEWASIN O BAIBASIT BOUBUN
1 Waktu Yesus mengajar lagi di tepi danau Galilea, banyak sekali orang berkumpul mengelilingi Dia. Karena itu Dia naik ke atas perahu yang sedang berlabuh dan duduk di situ, sedangkan orang banyak tetap berdiri di pinggir danau.
1 Iban maiye Jesu harew Galilee sisibinamaim ana bai’ubaiyen bai tit. Sabuw i himour kwanekwan imih i wa afe’en yen mare naatu sabuw harew sisibin dones yan himarir
2 Lalu Yesus mengajar banyak hal kepada mereka dengan berbagai perumpamaan, seperti yang berikut ini:
2 naatu i oroubonamaim sawar moumurih na’in i’obaiyih eo.
3 “Dengarkanlah baik-baik! Pada suatu hari, seorang petani pergi menabur benih di ladang.
3 “Kwananowar! Masaw bowayan ana masawamaim ub tanumamih in.
4 Waktu dia sedang menabur, sebagian benih jatuh di jalan. Lalu burung-burung datang dan memakannya sampai habis.
4 Naatu ana ub tata’asi’asiy ana maramaim ub afa i ef yan hira’iy, naatu mamu hina hibow hi’aa.
5 Ada juga yang jatuh di tanah berbatu-batu. Lalu tunas benih itu cepat keluar, karena lapisan tanahnya tipis.
5 Ub afa i karakarar yan kamar men gagamin yanamaim hira’iy, naatu saisewat hikuboubunih hiyen, anayabin me kikimin baban inu’in.
6 Tetapi waktu sinar matahari menjadi panas, tunas-tunas itu pun layu dan kering karena akarnya tidak bisa masuk ke dalam tanah.
6 Imih veya yen rararan ana mar ana fora’abinamaim, nati ub hikukubounih i hi’arat himorob, anayabin ah wairoron i men ra’iy me babanika.
7 Ada juga benih yang jatuh di antara rumput berduri. Kemudian rumput itu tumbuh semakin besar dan menghimpit tunas-tunas benih itu sehingga tidak bisa bertumbuh dan berbuah.
7 Ub afa i fotan kokor wanawanan hira’iy, naatu ro’oh men matar, anayabin fotan yen fafa rab isuk.
8 Tetapi yang sebagian lagi jatuh di tanah subur. Benih itu bertunas, tumbuh besar, dan memberi banyak hasil. Ada yang berbuah tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh, bahkan ada yang seratus kali lipat.”
8 Baise ub afa i me gewasin yan hira’iy, naatu hikubounih hiyen hibiw, afa i magamagar 30 na’atube, afa i rubirubih 60 na’atube, naatu afa i hiwai re 100 na’atube.”
9 Lalu Yesus berkata, “Jangan sampai ajaran-Ku tadi masuk telinga kanan keluar telinga kiri! Renungkanlah itu.”
9 Naatu Jesu iuwih eo, “O yait tain nama’am na’at iti tur nanowar ininotanot.”
10 Waktu Yesus sedang sendirian, kedua belas murid-Nya dan beberapa orang lain yang mendengar perumpamaan itu datang kepada-Nya dan berkata, “Guru, kami belum mengerti arti perumpamaan tadi.”
10 Jesu akisin ma’am ana maramaim ana bai’ufununayah nah 12 naatu sabuw afa iyab tur hinonowar hina hibatiy oroubon anayabin so’ob isan.
11 Lalu Dia berkata kepada mereka, “Dulu manusia tidak diizinkan untuk mengerti ajaran-ajaran tentang kerajaan Allah. Sekarang kalian sudah diberi izin untuk mengerti hal-hal yang rahasia itu. Tetapi untuk mereka yang lain, Aku selalu mengajarkannya dengan perumpamaan
11 Naatu iuwih, “God ana aiwob ana buriburin i hibai kwa hit. Baise iyab no ufunamaim tema’am sawar etei i boro oroubonamaim hina’uwih.
12 supaya terjadilah sesuai perkataan Allah yang ditulis oleh nabi, yaitu,
12 Saise,
13 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Aduh, kalau perumpamaan yang itu saja kalian belum mengerti, bagaimana mungkin kalian bisa memahami perumpamaan-Ku yang lainnya!”
13 Naatu Jesu i’uwih, “Kwa iti oroubon naniyan men kwanabaib na’at oroubon afa auman naniyah boro mi’itube kwanaso’ob?
14 Kemudian Yesus menjelaskan artinya,
14 Masaw bowayan i God ana tur ub na’atube ta’asiy re.
15 Yang pertama, tentang benih yang jatuh di jalan. Jalan menggambarkan orang-orang yang baru mendengar ajaran dari TUHAN, tetapi Satanas dengan cepat datang dan mencuri ajaran itu dari hati mereka.
15 Sabuw afa i ub ef yan ta’asi’asiyen hire’erebe, God ana tur tenonowar ufunamaim, Satan boro nan abisa re hai yawasamaim tatanum boro nabosair.
16 Kedua, tentang benih yang jatuh di tanah berbatu-batu. Tanah berbatu-batu menggambarkan orang-orang yang mendengarkan ajaran TUHAN dan langsung menerimanya dengan senang hati.
16 Afa i ub karakarar yanamaim hire’erebe, tur gewasin tenonowar ana veya i boro matah nakabiy ereyasisir auman hinab.
17 Tetapi ajaran itu tidak berakar dalam hati mereka sehingga tidak bertahan lama. Waktu mereka mengalami kesusahan atau dianiaya karena mengikuti ajaran itu, mereka akan segera meninggalkan TUHAN.
17 Baise i an wairoroh en, imih boro men maninaka nawainabih, anayabin tur gewasin hibaib isan ahay waf naatu bai’akir kakafin wanawanan hinarur ana maramaim i boro saisewat hinare.
18 Ketiga, tentang benih yang jatuh di antara rumput berduri. Rumput berduri menggambarkan orang-orang yang sudah mendengarkan ajaran TUHAN,
18 Naatu baise ub afa i fotan kokor wanawanan hire’erebe, i tur gewasin tenonowar,
19 tetapi mereka kuatir tentang persoalan hidup sehari-hari di dunia ini. Mereka lebih mengutamakan kekayaan dan menyibukkan diri dengan mengejar hal-hal duniawi. Semua keinginan itu seperti rumput berduri yang menghimpit ajaran TUHAN sehingga tidak menghasilkan apa pun dalam hidup mereka.
19 baise i hai yababan biyah ana yasisir isan, totobuyoy ana baitenbibiren, naatu hai kok sawar ta ta men gewasih erun, tur gewasin hai yawasamaim erabirab, imih men ebiwamih.
20 Sedangkan yang keempat, tentang benih yang jatuh di tanah yang subur. Tanah subur menggambarkan orang-orang yang mendengarkan ajaran dari TUHAN dan menerimanya dengan sepenuh hati. Karena itu, mereka memberikan banyak hasil, seperti benih yang menghasilkan tiga puluh, atau enam puluh, ataupun seratus kali lipat.”
20 Naatu sabuw afa i ub me gewasin yanamaim hire’ere’ebe, tur hinowar hibasit hibai naatu hai yawasamaim ro’on matar, afa i 30, afa 60, naatu afa i 100.”
21 Yesus berkata lagi kepada mereka, “Orang tidak mungkin menyalakan pelita lalu menaruhnya di bawah tempayan atau di kolong tempat tidur. Pelita selalu ditaruh di tempat yang tinggi supaya bisa menerangi seisi rumah.
21 Naatu i’uwih, “Kwa ramef kwabito’ab i noukwatamaim kwatatarafut? O gem babanamaim kwaya’iyai? Ai ana sisikofamaim kwasisikof?
22 Begitu juga semua ajaran yang Aku sampaikan dengan perumpamaan kepada orang banyak: Sekarang artinya dirahasiakan, tetapi nanti semuanya akan terbuka. Yang sekarang tidak jelas, nanti akan menjadi jelas.”
22 Anayabin sawar abisa baibunuwenamaim ti’inu’in boro hinagatur, naatu sawar abisa wa’iwa’irih ti’inu’in boro hinatit hinibebeyan.
23 Lalu Yesus mengingatkan mereka, “Jangan sampai ajaran-Ku tadi masuk telinga kanan keluar telinga kiri! Renungkanlah itu.”
23 O yait tain nama’am na’at iti tur inanowar inanot!”
24 Kata Yesus lagi, “Renungkanlah agar kamu mengerti semua ajaran-Ku. Karena sebagaimana kamu berusaha mengerti ajaran-Ku, demikianlah Allah juga akan menambahkan kemampuan kepadamu untuk memahaminya. Bahkan Dia akan menambahkan lebih banyak hikmat lagi.
24 Ibanak iuwih maiye, “Kwananowar gewas! O sabuw kufufufunih na’atube, nati fufun ta’imonamaim boro God o nafufuni, baise boro afe’enamaim naya’abar auman nafufuni.
25 Jadi, bagi orang yang merenungkan dan sudah memahami ajaran-Ku, Allah akan menambahkan kepadanya kemampuan untuk mengerti lebih banyak lagi. Tetapi bagi orang yang tidak berusaha mengingat dan mengerti ajaran-Ku, Allah akan mengambil kemampuan untuk mengerti itu darinya.”
25 Yait aurin ema’am boro afe’en hinaya’abar hinitin, yait aurin en, abistanawat biyan ti’inu’in boro hinabosair.”
26 Selanjutnya Yesus memberikan perumpamaan yang lain kepada mereka. “Kerajaan Allah bisa digambarkan seperti seorang petani yang menabur benih gandum di ladangnya.
26 Ibanak eo maiye, “God ana aiwob i orot ub me yan tatanum na’atube.
27 Sesudah menabur, dia pergi lalu hidup seperti biasa. Malam hari dia tidur, dan siang hari dia beraktivitas tanpa memikirkan benih itu. Dengan sendirinya benih itu bertunas dan terus bertumbuh, meskipun dia tidak mengerti bagaimana caranya.
27 Fai mar in emimisir, i men so’ob ub i mi’itube kuboun yen erara’at.
28 Tanpa bantuan dari petani itu, benih gandum yang sudah ditabur di tanah akan tumbuh dengan sendirinya dan memberikan hasil. Pertama muncul tunas, lalu menjadi tangkai yang kecil seperti rumput. Kemudian tangkai itu menjadi besar, mengeluarkan bulir-bulir gandum, dan akhirnya penuh dengan biji.
28 Me akisin ub ituw eyey, wantoro’ot i boro nakufufun, naatu naiwan nayai, imaibo boro niw ro’on namatar.
29 Ketika biji-bijinya masak, barulah petani itu datang dan segera menyabit gandumnya, sebab musim panen sudah tiba.”
29 Naatu sanabey ibiyamur ana maramaim, masaw bowayan boro ana nikok nab natit nan natar.”
30 Kata Yesus lagi, “Supaya lebih jelas, Aku menambahkan perumpamaan lagi untuk menunjukkan gambaran tentang kerajaan Allah.
30 Naatu ibanak eo maiye, “God ana aiwob boro abisa’amaim tanayai tanao, o oroubon boro menatanamaim tanakubuna kwananowar?
31 Kerajaan Allah ibarat biji sawi. Biarpun biji itu paling kecil di dunia,
31 I ana itinin i momor ro’on kikimin maiyow na’atube, tafaramamaim iti ro’on i kikimin maiyow o boro me yan inatanum.
32 tetapi waktu ditanam, biji itu akan menjadi tumbuhan yang paling besar di kebun. Tumbuhan itu akan mengeluarkan cabang-cabang yang besar sehingga burung-burung bisa berlindung di situ.”
32 Baise inatatanun ufunamaim, boro nara’at nayen masaw etei nanatabir, ai gagamin famefamen auman namatar, naatu famenamaim mamu boro hinan hinabatar.”
33 Yesus memakai banyak perumpamaan seperti itu untuk mengajar mereka, karena dengan cara itu mereka bisa mengerti.
33 Oroubon maumurih na’in iti na’atube imaim binan sabuw hima hinowar, saife isah tirerereb naniyan hitab.
34 Dia selalu memakai perumpamaan untuk mengajar orang banyak. Tetapi waktu Yesus hanya bersama dengan murid-murid-Nya, Dia menjelaskan arti setiap perumpamaan itu.
34 Sabuw isah i oroubonamaim eo hinonowar, baise nabinamaim oroubon hai yabih i ana bai’ufununayah eo hinonowar.
35 Hari itu, ketika sudah mulai malam, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Mari kita pergi ke seberang danau.”
35 Nati veya ta’imon ana rabirab, i ana bai’ufununayah iuwih, “It i boro tanarabon harew rounane.”
36 Mereka pun berangkat meninggalkan orang banyak dengan perahu yang tadi dipakai Yesus untuk mengajar. Beberapa perahu kecil lain juga mengikuti mereka.
36 Ana bai’ufununayah hire wa i afe’en ma’amamaim hisra’at. Naatu wa afa i nati’imaim auman hibatabat.
37 Tiba-tiba angin kencang dan ombak besar datang menghantam perahu itu sehingga oleng dan air masuk ke perahu sampai hampir penuh.
37 Hirarabon wowog tafair tit, naatu yabat misir, harew wa wanawanan iwan yen awan kakaratan. Wa yabat wanawanan run|alt="boat in storm" src="CN01707B.TIF" size="col" loc="Mrk 4.37" copy="©1978 David C. Cook Publishing Co." ref="4.37"
38 Tetapi Yesus sedang tidur di bagian belakang perahu dengan kepala di atas bantal. Lalu murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata, “Guru, engkau tidak peduli kalau kita mati tenggelam?!”
38 Jesu wa uranane ukwarin kunuwar yara’ah matan fot inu’in. Ana bai’ufununayah hibunibun misir hiu, “Bai’obaiyenayan it morob isan men kunotanot?”
39 Lalu Yesus bangun dan memerintahkan angin dan danau itu, “Berhenti! Diamlah!” Saat itu juga angin kencang berhenti dan danau pun menjadi tenang sekali.
39 Misir wowog naatu yabat kwarar eo, “Kwanutanub! Kwa’inbaibinub!” Naatu wowog morob ra’iy nuwarob eafuw.
40 Kemudian Dia berkata kepada mereka, “Kenapa kalian begitu takut?! Sekarang jelas bahwa kalian belum percaya kepada-Ku!”
40 Ana bai’ufununayah iuwih, “Aisim kwabirubir? Kwa men kwabitumatum?”
41 Melihat kejadian itu, mereka menjadi sangat heran dan takut, lalu berkata satu sama lain, “Wah, orang macam apa dia ini?! Bahkan angin dan danau pun taat kepadanya.”
41 Ana bai’ufununayah hibir naatu taiyuwih hibabatiyih, “Iti orot i yait? Wowog naatu yabat hairi fanan hibai!”

Ler em outra tradução

Comparar com outra

Estude este capítulo no WhatsApp

Peça à IA da Bíblia Fala para explicar Marcos 4, comparar traduções ou montar um estudo — tudo direto pelo WhatsApp.