Marcos 2

Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga (IND) vs AAI

Sair da comparação
AAI TUR GEWASIN O BAIBASIT BOUBUN
1 Beberapa hari kemudian, Yesus kembali lagi ke kota Kapernaum. Lalu dengan cepat tersebarlah berita di kota itu bahwa Yesus sudah ada di rumah.
1 Veya bai’ab na’atube sasawar ufunamaim Jesu matabir maiye na ana bar Capernaum titit ana veya, ana tur tasasar tit etei hinowar.
2 Maka segera saja banyak orang datang berkumpul untuk mendengarkan Dia mengajar tentang Firman TUHAN. Rumah itu menjadi penuh karena banyaknya orang, bahkan di depan pintu pun tidak ada lagi tempat untuk berdiri.
2 Naatu sabuw moumurih maiyow hiru’ay bar awan karatan tit in etawan awan auman bai daririr iwa’an. Naatu i busuruf binan hima hinowar.
3 Sementara itu, datanglah empat orang menggotong seorang laki-laki yang lumpuh total dan terbaring di atas tandu.
3 Nati ana maramaim orot kwafe’en turan an uman murubin hi’abar Jesu isan hina.
4 Tetapi karena terlalu banyak orang, mereka tidak bisa membawa dia langsung kepada Yesus. Jadi mereka membawa dia naik dengan tandunya ke atap rumah dan membongkar bagian atap di atas tempat Yesus berada. Lalu mereka menurunkan orang lumpuh itu beserta tandunya ke depan Yesus.
4 Baise rou’ay gagamin orot bain run isan men karam, imih orot hibai hiyen Jesu batabat tafanamaim faifiy wan hitarayouw. Naatu orot ana emo’em auman murabamaim hiruru ra’iy.
5 Waktu Yesus melihat perbuatan mereka, Dia tahu bahwa orang-orang itu sangat percaya bahwa Dia sanggup menyembuhkan kawan mereka yang lumpuh. Maka Yesus berkata kepada orang lumpuh itu, “Anak muda, Aku sudah mengampuni dosa-dosamu.”
5 Naatu Jesu hai baitumatum i’itin ana maramaim orot an uman murubin isan eo, “Natu a bowabow kakafih anotanotawiyen.”
6 Tetapi beberapa ahli Taurat yang sedang duduk di situ mendengar perkataan Yesus, lalu menyalahkan Dia dengan berpikir,
6 Nati’imaim Ofafar bai’obaiyenayah afa hima’am hai notamaim hibabatiyih hio,
7 “Berani sekali orang ini berkata begitu! Dia sudah menghina Allah! Tidak seorang pun dapat mengampuni dosa manusia selain Allah sendiri.”
7 “Orot aisim iti na’atube eo’o? Iti i baigigimen tur, God akisinamo bowabow kakafih enotanotawiyen, men yait ta.”
8 Saat itu juga Yesus langsung tahu apa yang mereka pikirkan, lalu menegur mereka, “Aku tahu bahwa kalian diam-diam tidak setuju dengan apa yang Aku katakan tadi!
8 Abisa isan hinotanot Jesu mar ta’imon so’ob, naatu eo, “Aisim nati na’atube kwanotanot?
9 Tentu kalian sulit menerima ketika Aku berkata kepada orang lumpuh ini, ‘Aku sudah mengampuni dosa-dosamu.’ Apakah kalian lebih mudah menerima kalau Aku berkata kepadanya, ‘Bangunlah, angkat tandumu dan pulanglah?’
9 Menatan i hamehamen? Orot an uman murubin ana abowabow kakafih notawiyen isan ana’o i hamehamen? Ai, anau ana ir nanu nab nanan i hamehamen?
10 Tetapi melalui perkataan ini Aku akan membuktikan kepada kalian bahwa Aku sebagai Sang Anak Adam berhak untuk mengampuni dosa manusia!” Lalu Yesus berkata kepada orang lumpuh itu,
10 Baise ani’obaiyi kwanaso’ob, Orot Natun iti tafaramamaim ana fair i ema’ama bowabow kakafih notawiyen isan.” Naatu orot an uman murubin isan eo,
11 “Bangunlah, angkat tandumu dan pulanglah!”
11 “Ayu au’uwi, kumisir a ir kunu kubai au bar kwen!”
12 Saat itu juga orang lumpuh itu bangun, mengangkat tandunya, dan keluar dari rumah itu. Semua orang yang melihatnya sangat heran lalu memuji-muji Allah serta berkata, “Belum pernah kita melihat keajaiban yang seperti ini!”
12 Inu’in misir, ana ir tensamur bai nu nah yan foun hibat hi’itin remor tit in, nati’imaim sabuw etei hifofofor men kafaita naatu God hibora’ara’ah hio, “Aki sawar iti na’atube men a’itin!”
13 Waktu Yesus kembali lagi ke pantai danau Galilea, banyak orang datang kepada-Nya, lalu Dia mengajar mereka.
13 Jesu matabir na Galilee harew kukuf rewanamaim tit, rou’ay gagamin isan hina naatu i busuruf i’obaibiyih.
14 Sesudah selesai, Yesus berjalan dari tempat itu dan melihat seorang penagih pajak sedang duduk di tempat kerjanya. Namanya Matius, anak Alfeus. Yesus pun mendekati dia dan berkata, “Mari, ikutlah Aku!” Saat itu juga Matius langsung berdiri dan mengikut Yesus.
14 Nati’imaim remor inan kabay o’onayan Levi, Alpheus natun ana bowabow efanamaim ma’am itin isan eo, “Ayu kwi’ufnunu.” Levi misir Jesu i’ufunun hairi hin.
15 Lalu Yesus dan murid-murid-Nya makan di rumah Matius. Banyak penagih pajak dan orang-orang lain yang juga dianggap berdosa ikut makan bersama mereka. (Memang ada banyak orang seperti itu yang sering mengikuti Yesus.)
15 Nati ufunamaim Jesu Levi ana bar wanawanan kabay o’onayah naatu bowabow kakafih sinafuyah moumurih maiyow Jesu hi’ufunun bairi hinan ana bai’ufununayah bairi himare bay hi’aa, naatu sabuw kakafih afa moumurih maiyow auman hibi’ufunun.
16 Beberapa ahli Taurat dan orang Farisi datang dan melihat bahwa Yesus serta murid-murid-Nya sedang makan bersama orang-orang yang dianggap berdosa itu. Lalu mereka berkata kepada murid-murid-Nya, “Kenapa guru kalian makan dan minum bersama para penagih pajak dan orang-orang berdosa lainnya?!”
16 Ofafar bai’obaiyenayah iyab Pharisee ana kou’ayamaim hima’ama hi’itin hina ana bai’ufununayah hibatiyih, “Aisim sabuw nati na’atube bairi te’aa?”
17 Mendengar perkataan mereka, Yesus menjawab, “Orang sehat tidak memerlukan dokter. Yang memerlukan dokter adalah orang sakit. Karena itu Aku datang untuk memanggil orang-orang berdosa supaya bertobat, bukan untuk orang-orang yang merasa dirinya benar!”
17 Jesu nowar naatu iyafutih eo, “Sabuw aurih sawow en adanafur orot boro men hinakok, baise sabuw iyab sawusawuwih adanafur orot boro hinakok. Ayu men sabuw gewasih isah anamih, baise kakafih isah.”
18 Pada suatu hari, seperti kebiasaan nenek moyang orang Yahudi, murid-murid Yohanes Pembaptis sedang berpuasa, begitu juga anggota kelompok Farisi. Jadi beberapa orang datang kepada Yesus dan bertanya, “Para murid Yohanes sering berpuasa. Anggota kelompok Farisi juga. Mengapa murid-muridmu tidak?”
18 Veya ta John Baptist ana bai’ufununayah naatu Pharisee bairi hiyoyohar isan, sabuw afa hina Jesu biyan hitit hibatiy, “Aisim John Baptist ana bai’ufununayah naatu Pharisee hai bai’ufununayah bairi teyoyohar baise o a bai’ufununayah i en?”
19 Jawab Yesus, “Dalam suatu pesta pernikahan, tidak mungkin tamu-tamunya disuruh berpuasa selama pengantin laki-laki masih ada bersama mereka! Begitu juga selama Aku masih bersama murid-murid-Ku, mereka tidak akan berpuasa.
19 Jesu iyafutih eo, “Kwanotanot sabuw tabin ana yasisir isan nanawan hinanan boro amurumurubih hinamatabir? Aiyab! Tabin boubun isan nanawan sabuw nati’imaim boro men hinayoharamih.
20 Tetapi bayangkan apa yang akan terjadi kalau pengantin laki-laki itu dirampas dari mereka. Hal itulah yang akan terjadi pada-Ku, dan saat itulah murid-murid-Ku akan berpuasa sebagai tanda dukacita.”
20 Baise veya enan tabin boubun boro biyahimaim hinabosair imaibo hinayohar.
21 Lalu Yesus memberikan dua kiasan lagi kepada mereka, “Kalau orang punya baju lama yang sudah robek, dia tidak akan menambal baju itu dengan kain yang baru. Karena sewaktu dicuci, kain baru yang ditambalkan itu akan mengkerut sehingga membuat bagian yang robek itu semakin robek lagi.
21 Na’atube faifuw boubun reban men karam hinab faifuw atamanin hinafitimih, anayabin faifuw boubun nakaro’om faifuw atamanin boro natakweb mahar nara’at.
22 Begitu juga air anggur yang baru tidak akan dimasukkan ke dalam kantong kulit yang lama. Karena waktu air anggur itu menguap dan udaranya tidak bisa keluar, kantong itu akan rusak, sehingga air anggur tumpah dan kantong kulitnya tidak bisa dipakai lagi. Karena itu, air anggur yang baru harus dimasukkan ke dalam kantong kulit yang baru juga.”
22 Na’atube men yait ta wine boubun bai, wine ana koukufet atamaninamaim ririmih, anayabin wine boubun nagadid nayen koukufet boro nataseb, naatu wine, koukufet hairi boro hai yabih en hinamatar. Imih wine boubun i boro koukufet boubunamaim hinarir saise hairi boro gewasih hinabat.”
23 Pada hari Sabat, Yesus bersama murid-murid-Nya sedang berjalan melewati ladang-ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik beberapa bulir gandum dan memakan biji-bijinya.
23 Baiyarir ana veya Jesu ana bai’ufununayah bairi sanabey wanawanan hiremor hinan naatu hibusuruf sanabey hirut,
24 Beberapa orang Farisi melihat hal itu lalu berkata kepada Yesus, “Lihat! Kenapa murid-muridmu berbuat demikian?! Mereka sedang melanggar peraturan hari Sabat.”
24 Pharisee Jesu hi’u, “Kwi’itin aisim it ata Baiyarir ana ofafar o abai’ufununayah te’a’astu’ub?”
25 Lalu Yesus menjawab mereka, “Tentu kalian sudah tahu cerita tentang Daud ketika dia dan orang-orang yang mengikutinya sedang lapar dan memerlukan makanan.
25 Jesu iyafutih eo, “David ana orot bairi aa himomorob ana veya abisa sisinaf kwaiyab kwa’itin? Ana orot bairi aa himomorob ana veya
26 Daud masuk ke kemah Allah untuk meminta roti dari Imam Besar Abiatar. Roti yang diberikan kepada Daud adalah bekas persembahan di ruang kudus. Padahal menurut peraturan hukum Taurat, roti itu hanya boleh dimakan oleh para imam. Tetapi karena mereka memerlukan makanan, maka apa yang dilakukan Daud saat itu tidak dianggap berdosa.”
26 in God ana bar wanawanan run naatu faraw kakafiyin bai eaan. Iti mamatar i Abiathar Firis Gagamin ma’am ana veya. It ata ofafar eo i firis akisihimo iti rafiy hinaa, baise David eaan naatu ana orot turin itih hi’aa.”
27 Lalu Yesus berkata lagi kepada orang-orang Farisi itu, “TUHAN mengadakan hari Sabat untuk menolong manusia, bukan untuk membuat hidup manusia menjadi budak hari Sabat!
27 Naatu Jesu ana tur yomanin baisawarin isan iti na’atube eo, “Baiyarir i orot ana gewasin isan matar, baise orot i men Baiyarir isan ni’akiramih.
28 Begitu juga Aku, Sang Anak Adam, adalah Penguasa yang berhak untuk menentukan semua hal, termasuk apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada hari Sabat.”
28 Imih Orot Natun i Baiyarir Tamah anababatun.”

Ler em outra tradução

Comparar com outra

Estude este capítulo no WhatsApp

Peça à IA da Bíblia Fala para explicar Marcos 2, comparar traduções ou montar um estudo — tudo direto pelo WhatsApp.