Marcos 12

Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga (IND) vs AAI

Sair da comparação
AAI TUR GEWASIN O BAIBASIT BOUBUN
1 Lalu Yesus mulai berbicara kepada pemimpin-pemimpin agama Yahudi itu dengan beberapa perumpamaan. Inilah salah satunya: “Ada seorang pemilik tanah yang menyuruh hamba-hambanya membuat kebun anggur yang besar, lengkap dengan pagar di sekelilingnya. Lalu mereka menggali lubang tempat memeras buah anggur serta membangun pondok jaga yang tinggi untuk mengawasi kebun itu kalau-kalau ada pencuri atau binatang yang masuk. Sesudah semuanya selesai, dia menyewakan kebun anggur itu kepada beberapa orang petani, lalu pergi ke negeri lain bersama para hambanya.
1 Imaibo Jesu oroubonamaim sabuw i’obaiyih eo, “Orot ana masaw bo ai ro’on tanum fur ear ituwafut, naatu wine bunubunuw ana hub bai, kaifenayan ana bar wowab sawar naatu sabuw afa tubunih hima masaw hikaif, masaw matuwan bainanawanamih in.
2 Waktu musim panen tiba, dia menyuruh seorang hambanya pergi kepada petani-petani itu untuk menagih hasil penjualan anggur yang menjadi bagiannya.
2 Grape iyamur bairuhin ana veya, ana akir orot iyafar na masaw kaifenayah biyah tit ibo aunowan bairuhin isan.
3 Tetapi para petani itu menangkap dan memukuli hambanya, lalu menyuruh dia pulang dengan tangan kosong.
3 Baise masaw kaifenayah akir orot hibai hirab uman en hiyafar matabir in.
4 Kemudian pemilik kebun itu menyuruh hambanya yang lain pergi kepada mereka. Tetapi mereka mencaci maki dia dan melempari kepalanya dengan batu sampai terluka.
4 Naatu masaw matuwan ibanak akir orot ta iyafar maiye na. Masaw kaifenayah akir orot hibai ukwarin hitut hi’a’afiy erebiya’ohow matabir.
5 Sekali lagi pemilik kebun itu menyuruh seorang hambanya yang lain. Tetapi mereka membunuh dia. Begitulah seterusnya para petani itu memperlakukan setiap hamba yang datang menagih hasil kebun itu. Ada yang dipukul, ada juga yang dibunuh.
5 Masaw matuwan akir orot tabo iyafar maiye nan hibai hirab morob, naatu akir wairafih moumurih maiyow biyafarih afa hibow hirouw afa hibow hi’asbunubunuw himorob.
6 Akhirnya tidak ada lagi yang bisa disuruh oleh pemilik kebun itu, kecuali anaknya satu-satunya yang sangat dia kasihi. Maka dia menyuruh anaknya pergi karena dia pikir, ‘Tentu mereka akan menghormati anakku sendiri.’
6 “Orot ta’imonamo ihamiy ma’am i masaw matuwan natun ana yabow akisinamo, uftoro’ot iyafar not eo, ‘Natu boro hinakakafiy.’
7 “Tetapi waktu melihat anak itu datang, mereka berkata satu sama lain, ‘Lihat! Yang datang ini adalah anaknya sendiri. Dialah yang nanti menjadi pemilik kebun ini kalau bapaknya sudah meninggal. Mari kita bunuh dia, supaya kebun ini menjadi milik kita.’
7 “Baise masaw kaifenayah orot natun nan hi’itin taiyuwih hio, ‘Masaw matuwan natunaban iti, kwana ta’asabun, saise sawar tanab it ninowat.’
8 Jadi mereka menangkap dan membunuh dia, lalu membuang mayatnya keluar dari kebun itu.”
8 Imih himisir kek hibai hirab morob naatu biyan hibai hisaroun masaw ufunane ra’iy.
9 Yesus pun bertanya, “Nah, coba kalian pikir: Kalau sudah begitu, apa yang akan dilakukan oleh pemilik kebun? Tentu dia sendiri yang akan datang dan membinasakan para petani itu, lalu menyewakan kebunnya kepada petani-petani lain.”
9 “Masaw matuwan iti tur nanonowar boro mi’itube nasinaf? Orot boro nan masaw kaifenayah nabow narouw hinamorob naatu masaw boro nab sabuw afa nitih hinama hinakaif.
10 Yesus berkata lagi kepada mereka, “Kalian sudah membaca Firman Allah, bukan?! Karena ada tertulis,
10 Buk iti na’atube hikikirum kwaiyab kwa’itin,
11 Apa yang Allah lakukan itu sangat mengherankan bagi kita.’”
11 Iti i Regah sinaf matar
12 Pemimpin-pemimpin Yahudi yang sedang mendengarkan perumpamaan itu tahu bahwa merekalah yang dimaksud Yesus sebagai petani-petani yang jahat. Karena itu mereka mencari cara untuk menangkap Yesus, tetapi mereka takut kepada orang banyak yang juga hadir di situ. Jadi mereka pergi meninggalkan Dia.
12 Basit Jew ukwarih hikok Jesu hitab hitarab, anayabin iti oroubon eo’o ana naniyan hibaib i isah eo, baise rou’ay gagamin isan hibir, imih Jesu hihamiy in.
13 Lalu para pemimpin Yahudi menyuruh beberapa orang dari kelompok Farisi dan golongan pendukung Raja Herodes untuk mendatangi Yesus. Orang Farisi itu disuruh menjebak Yesus, supaya Dia berbicara melawan pemerintah Romawi di depan para pendukung Herodes.
13 Pharisee afa naatu Herod ana kou’ay sabuw afa auman hiyafarih hin Jesu biyan hitit baibatemaim baikubibiruwin isan.
14 Ketika bertemu Yesus mereka bertanya, “Guru, kami tahu engkau adalah orang jujur. Engkau tidak takut pada pendapat siapa pun karena engkau mengajarkan kehendak Allah tanpa memandang kedudukan orang. Jadi kami mau bertanya: Menurut hukum Taurat, boleh atau tidak kita membayar pajak kepada pemerintah Romawi?”
14 Hina biyan hitit naatu hio, “Bai’obaiyenayan aki aso’ob o abisa kuo’o i turobe, sabuw abisa tisisinaf isan men kunotanot, naatu sabuw hai not o men kui’itin, baise turobe God ana kok abisa sabuw kubi’obaiyih. Kuo anowar Caesar isan kabay ana bibaiyan boro ata ofafar ana astu’ub ai en?
15 Tetapi Yesus mengetahui bahwa mereka hanya berpura-pura. Jadi Dia menjawab, “Apakah kalian pikir Aku bisa dijebak dengan pertanyaan semacam itu?! Coba bawa kemari satu keping uang perak yang biasa dipakai untuk membayar pajak.”
15 Imih kabay anayai ai en?” Baise Jesu hai baifuwen itin naatu eo, “Aisim ayu kwabikubibiruwu? Kabay kwabai kwana kwai’obaiyu aitin.”
16 Mereka pun memberikan uang itu kepada-Nya. Lalu Yesus bertanya, “Ukiran wajah siapa yang ada di sini? Dan nama siapa yang tertulis di sini?”
16 Kabay hibai hina hitin naatu ibatiyih, “Yait ana yumat naatu wabin?”
17 Kata-Nya kepada mereka, “Kalau begitu, berikanlah kembali kepada raja apa yang memang milik raja. Dan berikanlah kembali kepada Allah apa yang memang milik Allah.”
17 Imaibo Jesu iuwih eo, “Abisa Caesar nowan Caesar kwanitin, abisa God nowan God kwanitin.”
18 Sesudah itu orang-orang dari kelompok Saduki juga mendatangi Yesus. (Kelompok Saduki percaya bahwa orang yang sudah mati tidak akan hidup kembali.)
18 Imaibo Sadducee morobone misir maiye isan men tibitumatum hina Jesu biyan hitit hibatiy.
19 Mereka berkata kepada Yesus, “Guru, Musa menulis peraturan seperti ini: Kalau seorang laki-laki yang sudah beristri meninggal tanpa mempunyai anak, maka saudaranya wajib memperistri jandanya itu untuk meneruskan keturunan bagi saudaranya yang sudah meninggal.
19 “Bai’obaiyenayan Moses aki isai ofafar iti kirum, ‘Orot natabin natun en namomorob na’at, kwafur i boro orot ta ni’aawan saise kek hinatufuw tuwah momorob efanin.’
20 Pernah ada tujuh orang laki-laki bersaudara. Yang pertama menikah dengan seorang perempuan, tetapi laki-laki itu meninggal tanpa mempunyai anak.
20 Imih marasika orot ain uf nah etei seven hima’am, basit orot ain tabin natun en morob.
21 Lalu adiknya mengawini janda itu, tetapi dia pun meninggal tanpa mempunyai anak. Begitu juga saudaranya yang ketiga.
21 Naatu orot ufunamaim tuwah ana kwafur i’aawan, ibo na’atube kek en morob. Ef ta’imon matar orot founamaim,
22 Hal yang sama terus terjadi pada saudara berikutnya, sampai yang ketujuh. Semuanya meninggal tanpa mempunyai anak melalui janda itu. Terakhir, janda itu meninggal juga.
22 naatu etei’imak nah seven babin hi’aawan aurih kek en himumurub, uftoro’ot babin morob.
23 Jadi nanti, kalau benar bahwa orang yang sudah mati akan dihidupkan kembali, perempuan itu akan disebut sebagai istri siapa?— karena ketujuh bersaudara itu sudah pernah menjadi suaminya.”
23 Morobone hina mimisir ana veya babin i boro orot menatan ni’aawan? Anayabin nah seven etei babin ta’imon hi’aawan.”
24 Yesus menjawab, “Kalian sangat keliru karena tidak tahu apa yang tertulis dalam Kitab Suci dan tidak mengenal kuasa Allah.
24 Jesu iyafutih eo, “Kwa i anot hikwaris! Anayabin kwa Buk Atamanin hikikirum men kwaiyab naatu God ana fair auman men kwaso’ob?
25 Kelak waktu orang mati dihidupkan kembali, mereka tidak akan berpasang-pasangan lagi. Tiap orang akan hidup tanpa pasangan seperti semua malaikat di surga.
25 Morobone misir maiye ufunamaim tabin men ema’am, sabuw etei boro mar ana tounamatar na’atube hinama.
26 “Tetapi tentang kehidupan kembali sesudah kematian, kapan kalian akan mengerti apa yang tertulis dalam Kitab Musa?! Karena waktu Allah menampakkan diri-Nya kepada Musa dalam semak-semak yang menyala, Dia berkata, ‘Aku adalah Allah Abraham, Allah Isak, dan Allah Yakub.’
26 Naatu morobone misir maiye isan Moses ana buk kutor wairaf ea’arah isan nati’imaim kikirum kwaiyab kwa’itin? God iti na’atube eo, ‘Ayu i Abraham ana God, Isaac ana God naatu Jacob ana God.’
27 Allah menyebutkan ketiga nenek moyang kita itu sebagai orang yang masih hidup dan menyembah-Nya. Walaupun pada zaman Musa mereka sudah mati dan tidak ada lagi di dunia ini, tetapi di hadapan Allah mereka tetap hidup. Jadi kalian sudah keliru sekali!”
27 I men murubih hai Godamih, baise yawasih hai God, kwa i anababatun ef kwasa’ir!”
28 Sementara Yesus masih berdebat dengan orang-orang Saduki, seorang ahli Taurat datang dan mendengar pembicaraan mereka. Waktu ahli Taurat itu melihat bahwa Yesus sudah menjawab pertanyaan mereka dengan baik, dia juga bertanya kepada-Nya, “Guru, menurut pendapatmu, perintah mana yang paling penting di antara semua perintah Allah?”
28 Ofafar bai’ubaiyenayan ta nati’imaim ma tur nonowar Jesu tur gewasin Sadducee biya’afut itin, na Jesu ibatiy. “Ofafar tur etei wanawanahimaim tur menatan i gagamin?”
29 Lalu Yesus menjawab, “Perintah paling penting adalah
29 Jesu iya’afut eo, “Ofafar tur gagamin i iti, kwananowar Israel sabuw, Regah ata God akisinamo ata Regah.
30 Kasihilah TUHAN Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap nafas hidupmu, dengan segenap akal pikiranmu, dan dengan segenap kekuatanmu.’
30 Regah a God isan iniyabow, dogor tutufin etei, ayub tutufin etei, a not tutufin etei naatu a fair tutufin etei.
31 Dan perintah paling penting kedua adalah
31 Naatu ofafar gagamin bairou’abin i iti, ‘taituwa isah iniyabow o taiyuw isa kubiyabow na’atube.’ Ofafar iti rou’ab i gagamih ofafar etei hinatabirih.”
32 Kata ahli Taurat itu kepada Yesus, “Betul sekali, Guru. Memang hanya ada satu Allah, dan kita tidak boleh menyembah dewa.
32 Orot eo, “Abisa kuo i turobe bai’obaiyenayan, Regah akisinamo i God men god afa.
33 Kita harus mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap akal pikiran, segenap nafas hidup, dan segenap kekuatan kita. Kita juga harus mengasihi semua orang seperti mengasihi diri kita sendiri. Kedua perintah itu lebih penting daripada semua peraturan tentang kurban hewan atau barang lain yang dipersembahkan kepada Allah.”
33 Imih dogor tutufin etei, a not tutufin etei naatu a fair tutufin etei a God isan iniyabow naatu taituwa isah inabiyabow o isa kubiyabow na’atube, iti ofafar rou’ab i gagamih men for kwarouw sibor kwa’a’afusar na’atube naatu men sibor afa God isan kwaya’ay na’atube’emih.”
34 Yesus memperhatikan bahwa orang itu menjawab dengan bijaksana, lalu menjawab, “Kamu hampir menjadi anggota kerajaan Allah.” Sesudah itu semua orang dari kelompok-kelompok agama Yahudi menjadi malu dan tidak berani menanyakan apa pun lagi kepada Yesus.
34 Jesu orot ana baiya’afot i’itin i so’ob, iti orot i not wairafin, imih eo, “God ana aiwobomaim o men yokaika kuma’am.” Nati ufunamaim men yait ta Jesu isan baibat afa bow na ibaitiyimih.
35 Waktu Yesus masih mengajar di rumah Allah, Dia berkata, “Kenapa ahli-ahli Taurat mengajarkan bahwa Kristus akan datang sebagai keturunan Daud?
35 Jesu Tafaror Baremaim ma bi’obaibiyih basit ibatiyih, “Aisim Ofafar bai’obaiyenayah Keriso isan i David ana agirane na hirouw teo’o?
36 Padahal dengan tuntunan Roh Allah, Daud sendiri berkata,
36 David Anun Kakafiyin biwan ana veya iti na’atube eorereb,
37 Jadi kalau Daud sendiri sangat menghormati Kristus dengan menyebut Dia ‘Tuhan Penguasaku,’ kenapa ahli-ahli Taurat mengajarkan bahwa Raja Penyelamat hanyalah keturunan Daud?”
37 David taiyuwin Keriso isan i ana ‘Regah’ rouw eo, naatu mi’itube boro Keriso David ana agirane nan?”
38 Waktu Yesus masih mengajar di situ, Dia berkata, “Hati-hatilah! Kalian jangan mencontoh ahli-ahli Taurat. Mereka suka pamer kekayaan dan kesalehan dengan memakai jubah yang indah di tempat umum. Mereka senang waktu orang-orang memberi salam kepada mereka dengan penuh hormat.
38 Jesu ma bi’obaibiyih eo, “Mata toniwa’an Ofafar bai’obaiyenayah isah, i hai kok faifuw manimanih hina’osen hinaremor naatu ahar efanamaim sabuw merarayow hinitih,
39 Mereka juga suka duduk di kursi-kursi yang paling depan di dalam rumah-rumah pertemuan atau di pesta-pesta makan.
39 Kou’ay Baremaim urama’ama yayasairen i tebowabow naatu hiyuw ana veya efan gewasih tebowabow.
40 Padahal mereka suka merampas harta para janda. Lalu untuk menutupi kejahatan itu, mereka berdoa panjang-panjang dalam kumpulan umat TUHAN, supaya orang lain mengira mereka orang baik. Akibat perbuatan itu, Allah pasti akan memberikan hukuman yang sangat berat kepada mereka.”
40 Kwafukwafur baibin tifufuwih hai sawar tebowabow naatu hai itinin baigewasin isan yoyoban manimanih teyoyoyoban, imih hai baimakiy kakafin anababatun boro hinab!”
41 Di teras rumah Allah itu, Yesus duduk menghadap peti persembahan sambil memperhatikan orang-orang yang memasukkan uang ke dalamnya. Banyak orang kaya memasukkan sejumlah besar uang.
41 Jesu Tafaror Bar ana kabay teya’ay sisibinamaim mare ma sabuw itih hai siwar hiya’ay. Sabuw totobuyoy wairafih kabay gagaminaka hiya.
42 Lalu datanglah seorang janda miskin dan memasukkan dua keping koin yang nilainya paling kecil.
42 Baise kwafur babin yababan wairafin na ana kabay gidigidih rou’ab tew wanawanan iwan ana fofonin one toea na’atube.
43 Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata, “Aku menegaskan kepadamu: Persembahan janda miskin ini lebih besar nilainya daripada persembahan semua orang lain, bahkan orang-orang kaya itu.
43 Jesu ana bai’ufununayah eaf ayuwih hina hai tur eowen eo, “Anababatun a tur ao’owen, iti kwafur babin ana siwar tew biwan i gagamin na’in sabuw etei hiya’iy natabirih.
44 Karena mereka memberi sedikit dari kelebihan harta mereka, sedangkan janda yang sangat miskin ini memberikan semua uang yang dia punya, yakni seluruh biaya hidupnya.”
44 Afa hiya’aya i aurih karam turin hiyai turin hibotan, baise kwafur babin yababan wairafin abisa biyan ma’am etei’imak bai na yai.”

Ler em outra tradução

Comparar com outra

Estude este capítulo no WhatsApp

Peça à IA da Bíblia Fala para explicar Marcos 12, comparar traduções ou montar um estudo — tudo direto pelo WhatsApp.