Lucas 7

Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga (IND) vs AAI

Sair da comparação
AAI TUR GEWASIN O BAIBASIT BOUBUN
1 Sesudah Yesus selesai mengajarkan semua hal itu kepada orang banyak, Dia bersama murid-murid-Nya pergi ke kota Kapernaum.
1 Jesu tur etei eo binan sabuw hinowar in sasawar ufunamaim na Capernaum tit.
2 Di sana ada seorang komandan kompi Romawi yang budaknya sedang sakit keras dan hampir mati. Dia sangat mengasihi budaknya itu.
2 Nati’imaim Roman baiyowayan orot ukwarin ana akirwairafin isan biyabow kwanekwan i sawow gagamin bai morobomih biwa’an.
3 Maka ketika komandan itu mendengar tentang Yesus, dia mengutus beberapa pemimpin Yahudi menemui Yesus dan meminta-Nya datang untuk menyembuhkan budaknya.
3 Baise Jesu na nati’imaim titit ana tur nonowar ana maramaim, Jew hai orot gagamih iyunih hin Jesu biyan hitit ana akir wairafin baiyawasin isan Jesu hifefeyan.
4 Ketika mereka bertemu Yesus, mereka memohon dengan sangat supaya Dia menolong komandan itu. Kata mereka, “Pak, orang itu pantas mendapatkan pertolonganmu,
4 Basit Jew hai orot gagamih hina Jesu biyan hitit turobe’emaim hifefeyan hio, “Iti orot ana yababan i ekokok kwanekwan o baibais initin ana akir wairafin iniyawas.
5 karena dia mengasihi dan berbaik hati kepada bangsa kita. Dialah yang sudah membiayai pembangunan rumah pertemuan di kota kami.”
5 Anayabin ata sabuw isah i yabow, aki ai Kou’ay Bar wowab.”
6 Yesus pun pergi bersama mereka ke rumah orang itu. Ketika mereka hampir sampai, komandan itu mengutus beberapa orang sahabatnya menemui Yesus dengan pesan, “Tuhan, Engkau tidak usah repot-repot datang ke rumah saya. Saya tidak pantas menerima Engkau di rumah.
6 Basit bairi hin, naatu hina bar hibiyubin auman, baiyowayan orot ana ofonah afa iyunih hin Jesu biyan hitit hio, “Regah aki ai of iti na’atube eo, Aisim inan a nababan, anayabin ayu men orot gagamu boro inan au bar inatit.
7 Bahkan saya sendiri merasa tidak layak datang menemui Engkau. Karena itu saya mohon supaya Tuhan mengucapkan saja, ‘Sembuhlah,’ maka budak saya itu pasti akan sembuh.
7 Na’atube ayu auman taiyuwu ai’itu ayu men orot gewasu boro anan nanamaim anatit, baise akokok turawat nao au akir wairafin boro nayawas.
8 Karena saya sendiri juga seorang bawahan yang tunduk pada perintah atasan, dan ada juga banyak tentara di bawah perintah saya. Kalau saya berkata kepada salah satu dari mereka, ‘Pergi ke sana,’ maka dia pergi. Dan kalau saya berkata kepada yang lain, ‘Datang,’ maka dia datang. Kalau saya menyuruh budak saya, ‘Lakukan ini,’ dia pun melakukannya. Seperti itu jugalah keyakinan saya tentang Engkau, bahwa semua perintah-Mu akan jadi.”
8 Anayabin ayu auman baiyowayah orot isah, au fair ema’am, orot ta aniyun anao, ‘Ni’imaim kwen.’ I boro nan, naatu orot ta isan anao, ‘Iti’imaim kuna.’ I boro nan, naatu au akir wairafin orot ta isan anao, ‘Iti kusinaf.’ I boro nasinaf.”
9 Ketika mendengar perkataan itu, Yesus merasa kagum. Lalu Dia berkata kepada orang banyak yang sedang mengikuti-Nya, “Aku menegaskan kepadamu: Di antara bangsa Israel pun belum pernah Aku menemukan orang yang mempunyai keyakinan sebesar ini.”
9 Jesu iti orot ana tur nonowar ifofofor men kafaita, naatu tatabir sabuw hi’ufunun bairi hinan iuwih eo, “Anababatun a tur ao’owen Israel wanawananamaim ama areremor, men kafa’imo orot ta ana baitumatum iti na’atube aitinimih.”
10 Sewaktu orang-orang yang diutus tadi sampai di rumah komandan itu, mereka melihat budaknya sudah sembuh.
10 Imaibo orot kob nayah himatabir maiye hin bar hititit, akir wairafin yawas ma’am hi’itin.
11 Tidak lama kemudian, Yesus pergi ke kota Nain. Banyak pengikut-Nya pergi bersama Yesus dalam kumpulan yang besar itu.
11 Nati ufunamaim sabuw rau’ay gagamin na’in, naatu Jesu ana bai’ufununayah bairi hin bar merar wabin Nain imaim hitit.
12 Ketika Yesus sampai di dekat gerbang kota, serombongan orang sedang keluar mengusung mayat seorang pemuda, diiringi seorang janda dan banyak warga kota menyertainya. Pemuda yang mati itu adalah satu-satunya anak dari janda tersebut.
12 Jesu na bar merar ana fur awan titit auman, kwafur babin natun orot ta’imonamo morob, sabuw rau’ay gagamin na’in kwafur babin hibai hirerey auman natun hi’abar hititit bairi hitar.
13 Ketika Tuhan melihat ibu itu, Dia merasa kasihan lalu berkata kepadanya, “Jangan menangis.”
13 Jesu nuw kwafur babin i’itin ana maramaim dogoron wanawanan yababan awankaratan naatu kwafur isan eo, “Babin men inarerey.”
14 Dia mendekati usungan itu dan menyentuhnya. Orang-orang yang membawa usungan itu pun berhenti, kemudian Yesus berkata, “Hai pemuda, Aku berkata kepadamu, hiduplah kembali!”
14 Imaibo na sabuw biyah tit eof ir sum butubun, sabuw orot hi’abar hinan hinutanub hibat, Jesu orot murubin isan eo, “Orot boubun kumisirimih ayu ao!”
15 Orang mati itu langsung hidup lagi lalu duduk dan mulai berbicara. Kemudian Yesus menyerahkan dia kepada ibunya.
15 Orot murubin inu’in yawas misir mare ma tur eo. Jesu nawiy hairi hin hinah itin.
16 Semua orang yang ada di situ ketakutan serta memuji-muji Allah. Ada yang berkata, “Ternyata Yesus ini adalah nabi agung yang sudah diutus Allah ke tengah-tengah kita!” Dan yang lain berkata, “Allah sudah mulai menolong kita umat-Nya, seperti pada zaman dulu!”
16 Sabuw etei orot murubin yawas mimisir hi’itin hai bir ra’at baise God ana merar hiyi wabin hibora’ara’ah hio, “Dinab orot fairin anababatun wanawanatamaim tit! God ana sabuw baiyawasih isan na!”
17 Maka tersebarlah berita tentang apa yang diperbuat Yesus itu ke seluruh Yudea dan daerah sekitarnya.
17 Jesu iti sisinaf ana tur ra’at tafaram Judea wanawanan hima’am etei hinowar na’atube tafaram nati sisibinamaim hima’am auman hinowar.
18 Murid-murid Yohanes Pembaptis memberitahukan semua kejadian itu kepada Yohanes.
18 — ausente —
19 Lalu Yohanes memanggil dua orang muridnya dan menyuruh mereka menemui Tuhan Yesus untuk bertanya, “Apakah engkau ini utusan yang dijanjikan kedatangannya, ataukah kita masih menunggu orang lain?”
19 — ausente —
20 Sesampainya mereka kepada Yesus, mereka berkata, “Pak, Yohanes Pembaptis menyuruh kami menemui Bapak untuk menanyakan, ‘Apakah engkau ini utusan yang dijanjikan kedatangannya, ataukah kita masih menunggu orang lain?’”
20 Iti na’atube eo imaibo hina Jesu biyan hitit ana tur hi’owen hio, “Aki John Baptist o baibatiyimih iyafari ana, imih akokok inao ananowar, John o isa eo anonowar o iti ina, o aki boro orot ta isan anama anakaif.”
21 Pada waktu itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari bermacam-macam penyakit dan penderitaan, mengusir roh-roh jahat dari orang-orang yang kerasukan, serta membuat banyak orang buta bisa melihat.
21 Nati ana veya’amaim Jesu sabuw maumurih na’in hai sawow yumatah ta ta, naatu demon kauh hiyen hima hibiwawa’anih etei biyawasih. Naatu sabuw moumurih na’in matah fim iwa’an matah higewasin hinuwanuw.
22 Jadi Yesus menjawab mereka, “Kembalilah kepada Yohanes dan ceritakanlah apa yang sudah kalian saksikan dan dengar sendiri hari ini, yaitu bahwa sekarang banyak orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang yang berpenyakit kulit menular disembuhkan, orang yang tuli bisa mendengar, orang mati dibangkitkan, dan Kabar Baik dari Allah sedang diberitakan kepada orang-orang miskin.
22 Imih Jesu John ana bai’ufununayah iyafutih eo, “Kwamatabir kwan abisa kwa’i’itah John ana tur kwa’owen. Sabuw matah fim higewasin tinuwanuw, ah kafikafirih higewasin hibat tereremor, kokom ani’anih biyah igewasin, tainih gugurih higewasin tur tenonowar, naatu sabuw morobone abiyawasih, tur gewasin i yababan sabuw isah abibinan.
23 Beritahukanlah kepadanya, ‘Sungguh diberkati Allah setiap orang yang tidak meragukan Aku.’”
23 Sabuw iyab erekasiy auman ayu tibitutumu i boro men baigegewasin hinab!”
24 Sesudah kedua utusan Yohanes itu pergi, Yesus mulai berbicara kepada orang banyak tentang Yohanes. Dia berkata, “Sebelum pelayanan-Ku dimulai, kalian sudah pernah pergi jauh keluar-masuk padang belantara untuk melihat seseorang, bukan? Tentu kalian tidak pergi begitu jauh untuk melihat sesuatu yang biasa saja, karena memang tidak mungkin orang mau berjalan jauh hanya untuk melihat sehelai rumput yang bergoyang ditiup angin.
24 Kob nayah himatabir John isan hinan ufut, Jesu tatabir sabuw rau’ay gagamin hina hima’am ibatiyih eo, “Arar yan John abisa sisinaf itinamih kwatit kwan? Kotar wadar bi’inuwas itinamih kwan?
25 Siapakah yang kamu cari waktu itu? Pasti bukan seseorang yang berpakaian indah! Karena orang-orang yang hidup mewah dan berpakaian indah tidak ada di padang belantara, tetapi di istana raja.
25 Abisa itinamih kwatit kwan? Orot sawar wairafin e’abur gewas ma’am itinamih kwan? En anayabin sabuw hai abur gewasin i bar gewasihimaim tema’am.
26 Jadi, apa yang kamu cari di sana? Seorang nabi, bukan? Ya, bahkan Aku katakan kepada kalian bahwa kedudukan Yohanes jauh lebih penting daripada seorang nabi.
26 Imih kwao anowar. Abisa itinamih kwan? Dinab orot? Turobe, baise a tur ana’owen, iti orot i dinab oro’orot etei tafahimaim.
27 Dialah yang dimaksudkan dalam tulisan nabi yang mengatakan,
27 Anayabin John isan, God iti na’atube eo Buk Atamaninamaim hikirum,
28 Karena itu Aku menegaskan kepada kalian bahwa Yohanes Pembaptis sebenarnya lebih besar daripada semua nabi yang pernah dilahirkan. Tetapi dalam kerajaan baru yang sudah mulai didirikan Allah, semua orang yang menjadi anggota kerajaan-Nya itu akan dianggap lebih besar daripada Yohanes, bahkan orang yang berkedudukan paling rendah sekalipun.”
28 Jesu iban eo maiye, “‘Tur anababatun a tur ao’owen, baibin hitatoub wanawanahimaim, orot men yait ta John natabirimih. Baise orot ta God ana aiwobomaim taiyuwin bikafai i John natabir.”
29 Mendengar perkataan Yesus itu, semua orang yang sudah dibaptis Yohanes— termasuk para penagih pajak— memuji Allah dengan berkata, “Kalau begitu, Allah benar-benar mengutus Yohanes Pembaptis dan apa yang Yohanes ajarkan juga benar!”
29 Sabuw etei, kabay o’onayah auman tur hinonowar ana maramaim, hiorereb God ana ef i turobe mutufurin, anayabin iti sabuw etei’imak i John bapataito itih.
30 Tetapi orang-orang Farisi dan para ahli Taurat sudah mengabaikan kehendak Allah untuk diri mereka dengan menolak dibaptis oleh Yohanes.
30 Baise Pharisee naatu Ofafar Bai’obaiyenayah God abisa sinafumih kokok i hikwahir men hisinaf naatu John ana bapataito hikwahir.
31 Kemudian Yesus berkata, “Aku akan memakai kiasan untuk menggambarkan keadaan orang pada zaman sekarang:
31 “Imih sabuw iti boun tema’am hai itin boro abisa’amaim anayai anao? Hai itinin i mi’itube?
32 Mereka seperti dua kelompok anak yang bermain di halaman. Kelompok yang satu berseru kepada kelompok yang lain,
32 Sabuw hai itinin i Kek gidigidih urababan tefafafow na’atube. Kek turih boro turahinah isah hio, ‘Aki tabin ana douduf arabirab baise kwa men kwabenabenamih. Naatu aki morob ana ew atatabor, baise kwa men kwarerereyamih.’
33 Artinya begini: Kalian selalu menolak pekerjaan Allah, bagaimana pun bentuknya. Waktu Yohanes Pembaptis sedang melayani TUHAN di antara kalian, dia sering berpuasa dan tidak minum air anggur. Tetapi kalian berkata, ‘Dia dikuasai setan.’
33 John Baptist nan ana veya’amaim yohar bay, harew fokarih men eaa tomatom, naatu kwa kwao, ‘Iti orot i demon kaun hiyen!’
34 Lalu datanglah Aku, Sang Anak Adam. Aku makan dan minum air anggur seperti orang pada umumnya. Tetapi kalian berkata, ‘Lihat! Dia makan dan minum seperti orang rakus! Dia juga berteman dengan para penagih pajak dan orang-orang berdosa lainnya.’
34 Baise Orot Natun na bay harew eaa tomatom kwa kwao, ‘Iti orot i ana bay aa naatu ana harew tom kakafin, kabay o’onayah naatu sabuw bowabow kakafih sinafuyah hai begon!’
35 Meskipun begitu, kebijaksanaan Allah selalu terbukti benar melalui orang-orang yang menaatinya.”
35 Baise God ana ukwar rerekab i sabuw iyab hikok tebaib isah ebiturobe.”
36 Lalu seorang Farisi bernama Simon mengundang Yesus makan di rumahnya. Yesus pun pergi ke sana dan menempati meja makan yang disediakan bagi-Nya.
36 Pharisee orot ta wabin Simon Jesu ifefeyan na ana baremaim hairi bay aa isan, basit Jesu na orot ana bar run hairi hima bay hi’aa.
37 Di kota itu ada seorang perempuan pelacur. Ketika dia mendengar bahwa Yesus sedang makan di rumah Simon, datanglah dia ke rumah itu dengan membawa sebuah botol dari batu putih yang berisi minyak wangi.
37 Babin ta bowabow kakafin wairafin nati bar meraramaim ma’am, Jesu Pharisee ana baremaim ma bay eaa ana tur nowar, basit re kibub wabin alabaster kabayamaim hikwak biya rarouw yamurin gewasin hisuwai batabat bai na
38 Ketika Simon dan para tamu sedang makan, perempuan itu datang berlutut di belakang Yesus sambil menangis karena menyesali dosanya. Air matanya bercucuran membasahi kaki Yesus, lalu dia menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Dia juga berulang kali mencium serta meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi yang dia bawa.
38 Jesu ufunane bat, anamaim rerey maturin re an hihuruf, naatu kwafure aribunamaim Jesu an sasam naatu an mamay. Imaibo raiy bai Jesu anamaim isuwai re.
39 Ketika Simon melihat hal itu, dia berkata dalam hatinya, “Kalau Yesus betul-betul nabi, tentu dia tahu perempuan macam apa yang menyentuhnya! Perempuan itu pelacur!”
39 Iti na’atube sisinaf Pharisee orot i’itin ana maramaim, nuhinamaim not eo, “Iti orot dinab mowan na’at iti babin ebubutubun boro taso’ob, naatu boro taso’ob iti babin i yait, anayabin iti babin i bowabow kakafin wairafin!”
40 Lalu kata Yesus kepadanya, “Simon, Aku mau mengatakan sesuatu kepadamu.”
40 Naatu Jesu eo, “Simon, ayu tur ta anao inanowar.” “Bo i aisim bai’obaiyenayan. Kuo anowar.”
41 Lalu Yesus menceritakan perumpamaan ini, “Ada dua orang yang mempunyai utang kepada seorang kaya. Yang satu berutang 500 keping uang perak, sedangkan yang lain berutang 50 keping uang perak.
41 Jesu eo, “Orot rou’ab hin orot ta kabay wairafin biyan kabay isan hifefeyan, basit orot 500 kina bai orot ta itin naatu 50 kina bai orot ta itin.
42 Karena kedua orang itu tidak sanggup membayar utangnya, maka dengan murah hati pemberi pinjaman itu menghapuskan utang mereka. Nah, siapakah di antara kedua orang itu yang akan lebih mengasihi dia?”
42 Baise ana maramaim orot hairi aurih men karam boro orot kabay wairafin ana kabay wan hitay, imih orot kabay matuwan turan hairi’ika wabih bosairen. Imih orot menatan isan i ana yabow ra’at?”
43 Simon menjawab, “Menurut saya, orang yang utangnya lebih banyak dihapuskan.”
43 Simon Jesu iya’afut eo, “Anotanot orot nati kabay gagamin baibine.” Imaibo Jesu Simon iu, “Nati kuo i turobe.”
44 Sambil melihat perempuan itu Yesus berkata kepada Simon, “Kamu tentu sudah melihat apa yang sudah dilakukan perempuan ini! Waktu Aku masuk ke rumahmu, kamu tidak memberikan air untuk membasuh kaki-Ku. Tetapi perempuan ini membasuh kaki-Ku dengan air matanya dan menyeka dengan rambutnya.
44 Imaibo Jesu tatabir babin isan Simon iu, “Iti babin i’itin? Ayu ana o a bar atit o men au sauwin isan harew iyai’imih, baise iti babin maturinamaim au sauw naatu aribunamaim au sasam.
45 Waktu Aku masuk rumahmu, kamu tidak menyambut Aku dengan pelukan hangat. Tetapi sejak Aku masuk ke sini, perempuan ini tidak henti-hentinya mencium kaki-Ku.
45 O men au merar iyi imamayu’umih, baise iti babin a bar aruruka busuruf au mamay men ihamiyimih.
46 Kamu tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak zaitun, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.
46 O men olive iroro’onamaim aribu isuwei’imih, baise iti babin raiy yamurin gewasin au’umaim isuwai re.
47 Jadi, Aku menegaskan kepadamu bahwa dosanya yang begitu banyak sudah diampuni. Itulah sebabnya dia menunjukkan kasihnya terhadap Aku dengan cara yang luar biasa. Tetapi orang yang diampuni dari dosanya yang sedikit, hanya akan mengasihi dengan sedikit juga.”
47 Imih anababatun a tur ao’owen, iti babin ana bowabow kakafin maumurih na’in etei’imak anotanot tawiyen, anayabin ana yabow gagamin na’in ayu itu. Baise orot yait ana bowabow kakafin kikimin anotanotawiyen i ana yabow kikimin.”
48 Kemudian Yesus berkata kepada perempuan itu, “Aku sudah mengampuni dosa-dosamu.”
48 Imaibo Jesu babin isan eo, “A bowabow kakafih etei i anotanotawiyen.”
49 Para tamu lain yang sedang makan bersama di situ mulai berkata dalam hati mereka masing-masing, “Lancang sekali orang ini berkata begitu! Tidak seorang pun dapat mengampuni dosa manusia selain Allah sendiri.”
49 Sabuw afa bairi hima bay hi’aau, hibusuruf taiyuwih hibabatiyih, “Iti i abi’orot bowabow kakafih notawiyenayan.”
50 Tetapi Yesus berkata lagi kepada perempuan itu, “Karena kamu percaya kepada-Ku, kamu diselamatkan. Pergilah dengan perasaan tenang.”
50 Baise Jesu babin isan eo, “O a baitumatumamaim iyawasi tufuwamaim inatit inan.”

Ler em outra tradução

Comparar com outra

Estude este capítulo no WhatsApp

Peça à IA da Bíblia Fala para explicar Lucas 7, comparar traduções ou montar um estudo — tudo direto pelo WhatsApp.