Lucas 20

Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga (IND) vs AAI

Sair da comparação
AAI TUR GEWASIN O BAIBASIT BOUBUN
1 Ketika Yesus sedang menyampaikan ajaran-Nya dan memberitakan Kabar Baik tentang kerajaan Allah kepada orang banyak di teras rumah Allah, datanglah kepada-Nya para imam, ahli Taurat, dan pemimpin orang Yahudi.
1 Veya ta Jesu in Tafaror Bar run ma sabuw i’obaiyih Tur Gewasin binan hima hinonowar, basit firis ukwarih, ofafar bai’obaiyenayah naatu regaregah ai’in bairi hina
2 Mereka bertanya, “Katakan pada kami: Siapa yang memberikan wewenang kepadamu untuk mengajar dan mengubah kebiasaan-kebiasaan kami? Atas nama siapa kamu melakukan semua hal itu?”
2 Jesu hibatiy. “Kuo anowar, a fair menane ibai iti bowabow kusisinaf? Naatu iti fair i yait it?”
3 Jawab Yesus kepada mereka, “Aku juga mau menanyakan sesuatu kepada kalian. Coba jawab pertanyaan-Ku ini:
3 Jesu iyafutih eo, “Bo ayu’ubo kwa abibatiyi.
4 Siapa yang memberikan wewenang kepada Yohanes Pembaptis untuk membaptis? Apakah Allah yang memberikannya, atau dia bekerja atas kemauannya sendiri?”
4 John fair i menane bai sabuw bapataito itih, God biyanane ai sabuw biyahine? Kwao anowar.”
5 Lalu mereka berunding satu sama lain, “Kalau kita menjawab, ‘Allah yang memberikan,’ nanti Yesus akan menyerang balik, ‘Kalau begitu, kenapa kalian tidak percaya kepada Yohanes?’
5 Baise sabuw hikasiy taiyuwih hitatabir hima hibabatiyih hio, “Mi’itube tanao? God biyanane tanao, boro nao, ‘Bo aisim John bibinan men kwaitumitum.’
6 Tetapi kalau kita jawab, ‘Dia bekerja atas kemauannya sendiri,’ nanti semua orang ini akan melempari kita dengan batu! Karena mereka yakin Yohanes adalah nabi.”
6 Naatu sabuw biyahine fair bain tana rouw tanao, iti sabuw rau’ay gagamin tema’am boro kabayamaim hinarabit, anayabin etei tibitumatum John i God ana dinab orot ta.”
7 Jadi akhirnya mereka menjawab, “Kami tidak tahu.”
7 Iti na’at hio sawar, basit hiya’afut hio, “Aki men aso’ob John ana fair menane bai.”
8 Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Kalau begitu Aku juga tidak akan mengatakan kepada kalian Siapa yang memberi-Ku wewenang untuk melakukan hal-hal itu.”
8 Naatu Jesu iuwih eo, “Ayu auman au fair menane abai abowabow boro men anao kwananowar.”
9 Yesus menceritakan perumpamaan ini kepada orang banyak. Kata-Nya, “Ada seorang pemilik tanah yang menyuruh hamba-hambanya membuat kebun anggur yang luas. Kemudian dia menyewakan kebun itu kepada beberapa orang petani, lalu pergi ke negeri lain bersama para hambanya untuk waktu yang cukup lama.
9 Naatu Jesu sabuw oroubonamaim iti na’atube eo, “Ana veya ta orot masaw bow, ana ai grape tanum naatu sabuw masaw bowayah afa tubunih hima hikaif, i ef yok bai nanawanamih in.
10 Waktu musim panen tiba, pemilik kebun itu menyuruh salah satu hambanya pergi kepada para petani itu untuk menagih hasil penjualan anggur yang menjadi bagiannya. Tetapi setibanya di sana, para petani memukuli hamba itu lalu mengusirnya, sehingga dia pulang dengan tangan kosong.
10 Naatu grape hiw hi’inu’in hiyamur, basit bairut ana veya natit, orot ana akir wairafin ta iyafar eo, ‘Inan ai ro’oh hibirut ayu au nowau ta inab inan initu ana’aan, baise nan masaw bowayah himisir akirwairafin hibai hirab uman en hiyafar matabir.
11 Kemudian pemilik kebun itu menyuruh hambanya yang lain. Tetapi sekali lagi para petani memukulinya, mencaci maki dia, lalu mengusirnya, sehingga dia pulang dengan tangan kosong.
11 Naatu akir wairafin tabo iyafar maiye na tit, baise masaw bowayah hibai hirab hiu kwanikwaniy naatu hi’i’iyab uman en matabir maiye in.
12 Untuk ketiga kalinya pemilik kebun itu menyuruh hambanya yang lain. Tetapi mereka memukuli dia lagi, bahkan sampai melukainya. Lalu mereka melemparkan dia keluar kebun.
12 Iban maiye ana aki wairafin baitounin iyafar na tit, baise masaw bowayah hibai hirab feher hitin hibai hitit ufun hisaroun re.
13 “Akhirnya pemilik kebun itu berpikir, ‘Harus bagaimana sekarang? Oh, aku akan mengutus anakku satu-satunya yang sangat aku kasihi. Mungkin kepada anakku sendiri mereka akan segan dan menghormati dia.’
13 Imaibo orot masaw matuwan eo, ‘Abisa boro anasinaf? Anotanot ayu natu ta’imon isan abiyabow aniyafar nan, saise i boro hina’itin hinakakafiy.’
14 Tetapi ketika para petani itu melihat anak pemilik kebun datang, mereka berkata satu sama lain, ‘Lihat! Yang datang ini adalah anaknya sendiri! Dialah yang akan mewarisi kebun ini kalau bapaknya sudah meninggal. Mari kita bunuh dia, supaya kebun ini menjadi milik kita!’
14 Baise orot natun iyafar na titit ana veya sabuw masaw bowayah hi’itin taiyuwih himare hiyabuna sawar hio, ‘Iti i masaw matuwan natun enan, gewasin i boro tanarab namorob, saise iti sawar boro it ninowat.’
15 Lalu mereka menyeret anaknya itu keluar dari kebun dan membunuhnya.
15 Basit orot natun hibai hirab masaw ana fur ufunane hitaiy re hi’asabun morob.’” Naatu Jesu sabuw ibatiyih eo, “Iti orot masaw matuwan nanan sabuw masaw bowayah isah boro mi’itube nasinaf?
16 Tentu dia sendiri yang akan datang dan membinasakan para petani itu, lalu menyewakan kebunnya kepada petani-petani lain.”
16 I boro sabuw nabow narouw hinamorob, naatu masaw i boro nab sabuw afa nitih hinakaif hinama.” Iti na’at eo sabuw hinonowar hio, “Iti na’at i men namatar!”
17 Tetapi Yesus memandang mereka dan berkata, “Kalau begitu, coba kalian artikan ayat Kitab Suci ini,
17 Baise Jesu nuw sabuw itih sawar, basit eo, “Buk Atamaninamaim hikikirum anayabin i kwaso’ob.
18 Aku berkata kepada kalian: Setiap orang yang tersandung pada batu itu akan remuk. Dan setiap orang yang tertimpa batu itu akan hancur lebur.”
18 Imih sabuw iyab iti kabay afe’en hinare nararabih boro hina taweyaweyar, baise iti kabay i tafah nare nararabih boro hinimusumus.
19 Lalu para imam kepala dan ahli Taurat yang sedang mendengarkan Yesus menyadari bahwa merekalah yang dimaksud Yesus sebagai petani-petani yang jahat. Karena itu mereka ingin menangkap Yesus saat itu juga. Tetapi mereka takut pada orang banyak yang mendukung Yesus.
19 Ofafar bai’obaiyenayah naatu firis ukwarih hikok Jesu nati ana veya’amaim hitab hitafatum, anayabin ana oroubon eo naniyan hibaib i iuwih, baise sabuw isah hibir.
20 Lalu para pemimpin Yahudi mengamat-amati Yesus. Mereka juga menyuruh beberapa orang memata-matai dan menyamar sebagai orang baik untuk mengajukan pertanyaan kepada Yesus dengan tujuan menjebak Dia. Kalau jawaban-Nya melawan pemerintah Romawi, mereka akan langsung menyerahkan-Nya kepada gubernur Romawi.
20 Imih hin sabuw afa hitobon, hiyafarih ana itinin sabuw gewasih na’atube hina Jesu hibabatiy abitur tao na’at, saise Jew sabuw hitab Roman gawan hititin baimakiy titin isan ana ef hinuwet.
21 Mata-mata itu berkata kepada-Nya, “Guru, kami tahu bahwa semua ajaran dan perkataanmu benar. Engkau selalu mengajarkan kehendak Allah yang sebenar-benarnya tanpa memandang kedudukan orang.
21 Basit iti oro’orot hina Jesu hibatiy, “Bai’obaiyenayan aki aso’ob abisa o sabuw kubi’obaiyih i tur anababatun naatu ana efamaim kuo, naatu o i men sabuw ufuhine ku’i’itinimih, baise o i anababatun God ana efamaim sabuw kubi’obaiyih.
22 Jadi, kami mau bertanya: Menurut hukum Taurat, boleh atau tidak kita membayar pajak kepada pemerintah Romawi?”
22 Imih kuo anowar, Rome Ana Aiwob isan kabay tabibaiyan i ata ofafar ta’a’astu’ub ai en?”
23 Tetapi Yesus sudah mengetahui rencana jahat mereka. Maka jawab-Nya, “Apakah kalian pikir Aku bisa dijebak dengan pertanyaan semacam itu?!
23 Baise Jesu hai baifuwen itin, naatu iuwih eo,
24 Coba tunjukkan kepada-Ku satu keping uang perak yang biasa dipakai untuk membayar pajak.” Mereka pun menunjukkan uang itu kepada-Nya. Lalu Dia bertanya, “Ukiran wajah siapa yang ada di sini? Dan nama siapa yang tertulis di sini?”
24 “Kabay kwabai kwana kwai’obaiyu aitin.” Naatu kabay hibai hitin basit ibatiyih, “Iti kabay wanawanan i yait ana yumat naatu wabin tema’am?” Hiya’afut hio, “Caesar.”
25 Lalu kata Yesus kepada mereka, “Kalau begitu, berikanlah kembali kepada raja apa yang memang milik raja. Dan berikanlah kembali kepada Allah apa yang memang milik Allah.”
25 Jesu iuwih eo, “Caesar nowan Caesar kwanitin naatu God nowan God kwanitin.”
26 Jadi mata-mata itu tidak berhasil menjebak-Nya untuk mengucapkan sesuatu yang salah di hadapan orang banyak. Mereka semua terheran-heran mendengar jawaban-Nya itu sehingga tidak bisa berkata apa-apa.
26 Fatumin isan hai tur hibogaigiwas hina hibikubibiruw sabuw nahimaim iyafutih gewas hai kasiy ra’at, naatu men abisa hisinaf.
27 Beberapa anggota kelompok Saduki juga mendatangi Yesus. (Kelompok Saduki percaya bahwa orang yang sudah mati tidak akan hidup kembali.) Mereka bertanya kepada-Nya,
27 Nati’imaim Sadducee orot afa morob ufunamaim yawas maiye isan men tibitumatum i hina Jesu hibatiy,
28 “Guru, Musa menuliskan peraturan seperti ini, ‘Kalau seorang laki-laki yang sudah beristri meninggal tanpa mempunyai anak, maka saudaranya wajib menikahi jandanya itu untuk meneruskan keturunan bagi saudaranya yang sudah meninggal.’
28 “Bai’obaiyenayan, Moses ofafar ta aki isai iti na’atube kirum, orot natabin nama’am aurin kek en namorob, kwafur i boro nati tain ni’awan, saise kek hinatufuw orot murubin efanin.
29 Pernah ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama menikah dengan seorang perempuan, lalu dia meninggal tanpa mempunyai anak.
29 Imih, marasika orot ain uf nah etei seven hima’am, basit orot ain tabin naatu aurin kek en morob.
30 Lalu saudara yang kedua menikahi janda kakaknya itu, tetapi dia pun meninggal tanpa mempunyai anak.
30 Naatu orot ufunamaim tuwah ana kwafur i’awan, i auman kek en morob.
31 Begitu juga saudaranya yang ketiga. Hal yang sama terus terjadi pada saudara berikutnya, sampai yang ketujuh. Semuanya meninggal tanpa mempunyai anak dari janda itu.
31 Naatu orot baitounin kwafur i’awan, kek en morob naatu orot ufi’uf kwafur hibi’awan kek en etei himorob in sawar.
32 Terakhir, janda itu meninggal juga.
32 Basit uftoro’ot kwafur babin morob.
33 Jadi, kalau memang benar orang yang sudah mati akan dihidupkan kembali, perempuan itu akan disebut istri siapa?— karena ketujuh bersaudara itu sudah pernah menjadi suaminya.”
33 Imih morobone hinayawas maiye hinamimisir ana veya, iti babin boro yait ni’awan, anayabin orot ain uf nah seven etei iti babin ta’imon hi’awan?”
34 Kata Yesus kepada mereka, “Di dunia ini, manusia memang hidup berpasang-pasangan.
34 Jesu iyafutih eo, “Orot babin iti tafaramamaim tema’am ana veya i tetatabin.
35 Tetapi orang yang dianggap layak menerima hidup kekal tidak akan berpasang-pasangan lagi di surga.
35 Baise sabuw iyab gewasih nati efan gewasinamaim ma isan hirurubih naatu morobone misir maiye isan hirurubinih i morobone hinamimisir maiye boro men hinatabin.
36 Mereka juga tidak bisa mati lagi, tetapi akan hidup selamanya seperti para malaikat. Mereka juga dianggap anak-anak Allah, karena Dia yang sudah membangkitkan mereka.
36 I boro tounamatar na’atube hinama naatu men hinamorob. Nati sabuw i God natunatun na’atube hinama, anayabin morobone himisir maiye.
37 “Lagipula, ketahuilah bahwa kehidupan sesudah kematian memang ada. Bahkan tulisan Musa sendiri mengajarkannya! Dalam peristiwa semak yang menyala, TUHAN berkata kepada Musa, ‘Aku adalah Allah Abraham, Allah Isak, dan Allah Yakub.’
37 Moses bebeyan ebi’obaiyit i turobe, morobone boro hinamisir maiye anayabin buk wanawanan wairaf toto’ab isan kirum. Nati’imaim Moses Regah isan eo, ‘O i Abraham ana God, Isaac ana God, naatu Jacob ana God.’
38 Ketiga nenek moyang kita itu disebut sebagai orang yang masih hidup. Hal itu membuktikan bahwa meskipun orang mati tidak lagi berada di dunia ini, tetapi di hadapan Allah mereka masih ada. Karena di hadapan-Nya semua orang tetap hidup.”
38 Imih iti God i ma’ama wanatowan ana God, men murubih hai Godamih. Sabuw iyab i wanawananamaim tema’am i yawasih.”
39 Lalu beberapa ahli Taurat berkata, “Guru, jawabanmu tepat sekali!”
39 Ofafar bai’obaiyenayah afa nati’imaim hima hinonowar himisir hio, “Anababatun turamaim iyafutih bai’obaiyenayan!”
40 Sesudah itu tidak ada lagi orang yang berani mengajukan pertanyaan untuk menguji Yesus.
40 Nati ufunamaim men yait ta baibat afa bow na Jesu ibatiyimih.
41 Yesus berkata kepada orang banyak di sekeliling-Nya, “Kenapa ahli-ahli Taurat mengajarkan bahwa Kristus akan datang sebagai keturunan Daud?
41 Imaibo Jesu ibatiyih eo, “Aisim sabuw teo Roubinenayan orot i boro aiwob orot David ana rara’ane natufuw?
42 Padahal Daud sendiri mengatakan dalam kitab Mazmur,
42 Anayabin David akisin iti na’atube eorereb Buk Atamanin wabin Psalm imaim kirum,
43 sampai Aku mengalahkan semua musuh-Mu dan menjadikan mereka budak-budak-Mu.”’
43 Ina ma’am ayu boro a rakit sabuw
44 Jadi kalau Daud sendiri sangat menghormati Kristus dengan menyebut Dia ‘Tuhan Penguasaku,’ kenapa selalu diajarkan bahwa Kristus hanyalah keturunan Daud?”
44 David Roubinenayan orot isan i ana Regah rouw eo, naatu mi’itube’emih Roubinenayan i boro David ana rara’ane nan natufuw?”
45 Sementara orang banyak masih mendengarkan Yesus, Dia berkata kepada para murid-Nya,
45 Jesu eo sabuw hima hinonowar auman, ana bai’ufununayah iuwih eo,
46 “Hati-hati! Janganlah kalian mencontoh para ahli Taurat. Mereka suka pamer kekayaan dan kesalehan dengan memakai jubah yang indah di tempat umum. Mereka senang waktu orang-orang memberi salam kepada mereka dengan penuh hormat. Mereka juga suka duduk di kursi-kursi yang paling depan di dalam rumah-rumah pertemuan atau di pesta-pesta makan.
46 “Mata to niwa’an Ofafar Bai’obaiyenayah hinanan kwanahaiwih, anayabin i hai kok faifuw manih hina’osen hinabat hinaremor, ahar hai efanamaim sabuw hina’itih hai merar hinay hinakakafiyih, naatu Kou’ay Bar wanawanan efan gewasih hinabow hinamare hinama, na’atube hiyuw ana veya efan gewasih hinabow saise sabuw hai merar hinay.
47 Padahal mereka suka merampas harta para janda. Lalu untuk menutupi kejahatan itu, mereka berdoa panjang-panjang dalam kumpulan umat TUHAN, supaya orang lain mengira mereka orang baik. Akibat perbuatan itu, Allah pasti akan memberikan hukuman yang sangat berat kepada mereka.”
47 Kwafur baibin hai sawar boro asir hinabow kwanekwan, yoyoban manimanih hinayoyoban, nati sabuw hai baimakiy i boro kakafin anababatun hinab.”

Ler em outra tradução

Comparar com outra

Estude este capítulo no WhatsApp

Peça à IA da Bíblia Fala para explicar Lucas 20, comparar traduções ou montar um estudo — tudo direto pelo WhatsApp.