Gênesis 11
Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga (IND) vs NTLH
1 Awalnya, semua manusia di bumi berbicara dalam bahasa yang sama.
1 Naquele tempo todos os povos falavam uma língua só, todos usavam as mesmas palavras.
2 Waktu mereka mengembara ke arah timur, sampailah mereka di sebuah dataran, yaitu negeri yang kemudian disebut Babel. Mereka pun mulai menetap di sana.
2 Alguns partiram do Oriente e chegaram a uma planície em Sinar, onde ficaram morando.
3 — ausente —
3 Um dia disseram uns aos outros: — Vamos, pessoal! Vamos fazer tijolos queimados! Assim, eles tinham tijolos para construir, em vez de pedras, e usavam piche, em vez de massa de pedreiro.
4 — ausente —
4 Aí disseram: — Agora vamos construir uma cidade que tenha uma torre que chegue até o céu. Assim ficaremos famosos e não seremos espalhados pelo mundo inteiro.
5 Pada waktu mereka mulai membangun kota dan menara itu, turunlah TUHAN untuk melihat pekerjaan manusia-manusia yang fana itu.
5 Então o Senhor desceu para ver a cidade e a torre que aquela gente estava construindo.
6 TUHAN berkata, “Orang-orang ini satu bangsa dan berbicara dalam satu bahasa. Jika Kita membiarkan mereka melakukan hal besar seperti ini, maka nanti tidak ada lagi hal yang tak mampu mereka lakukan.
6 O Senhor disse assim: — Essa gente é um povo só, e todos falam uma só língua. Isso que eles estão fazendo é apenas o começo. Logo serão capazes de fazer o que quiserem.
7 Mari Kita turun ke sana dan mengacaukan bahasa mereka, supaya mereka tidak saling mengerti apa yang dikatakan satu sama lain.”
7 Vamos descer e atrapalhar a língua que eles falam, a fim de que um não entenda o que o outro está dizendo.
8 Demikianlah cara TUHAN mencerai-beraikan mereka ke seluruh bumi. Lalu berhentilah mereka membangun kota tersebut.
8 Assim, o Senhor os espalhou pelo mundo inteiro, e eles pararam de construir a cidade.
9 Itulah sebabnya kota itu dinamai Babel, yang berarti ‘kacau’, karena di sanalah TUHAN mengacaukan bahasa manusia di seluruh bumi sehingga orang-orang tidak lagi berbicara dalam satu bahasa saja, tetapi banyak bahasa, dan karena dari tempat itulah TUHAN mencerai-beraikan mereka ke seluruh bumi.
9 A cidade recebeu o nome de Babel , pois ali o Senhor atrapalhou a língua falada por todos os moradores da terra e dali os espalhou pelo mundo inteiro.
10 Inilah daftar keturunan Sem: Dua tahun sesudah banjir besar, Sem genap berumur 100 tahun. Pada tahun itu, dia mendapat seorang anak laki-laki bernama Arpaksad.
10 São estes os descendentes de Sem. Dois anos depois do dilúvio, quando Sem tinha cem anos, nasceu o seu filho Arpaxade.
11 Sesudah Arpaksad lahir, Sem masih hidup 500 tahun lagi. Dan sepanjang hidupnya, Sem mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
11 Depois disso Sem viveu mais quinhentos anos e foi pai de outros filhos e filhas.
12 Pada waktu Arpaksad berumur 35 tahun, dia mempunyai anak laki-laki bernama Selah.
12 Quando tinha trinta e cinco anos, Arpaxade foi pai de um filho chamado Selá.
13 Sesudah Selah lahir, Arpaksad masih hidup 403 tahun lagi. Dan sepanjang hidupnya, Arpaksad mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
13 Depois disso Arpaxade viveu mais quatrocentos e três anos e foi pai de outros filhos e filhas.
14 Pada waktu Selah berumur 30 tahun, dia mempunyai anak laki-laki bernama Eber.
14 Quando Selá tinha trinta anos, nasceu o seu filho Éber.
15 Sesudah Eber lahir, Selah masih hidup 403 tahun lagi. Dan sepanjang hidupnya, Selah mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
15 Depois disso Selá viveu mais quatrocentos e três anos e foi pai de outros filhos e filhas.
16 Pada waktu Eber berumur 34 tahun, dia mempunyai anak laki-laki bernama Peleg.
16 Quando Éber tinha trinta e quatro anos, nasceu o seu filho Pelegue.
17 Sesudah Peleg lahir, Eber masih hidup 430 tahun lagi. Sepanjang hidupnya, Eber mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
17 Depois disso Éber viveu mais quatrocentos e trinta anos e foi pai de outros filhos e filhas.
18 Pada waktu Peleg berumur 30 tahun, dia mempunyai anak laki-laki bernama Rehu.
18 Quando tinha trinta anos, Pelegue foi pai de um filho chamado Reú.
19 Sesudah Rehu lahir, Peleg masih hidup 209 tahun lagi. Sepanjang hidupnya, Peleg mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
19 Depois disso Pelegue viveu mais duzentos e nove anos e foi pai de outros filhos e filhas.
20 Pada waktu Rehu berumur 32 tahun, dia mempunyai anak laki-laki bernama Serug.
20 Quando Reú tinha trinta e dois anos, nasceu o seu filho Serugue.
21 Sesudah Serug lahir, Rehu masih hidup 207 tahun lagi. Sepanjang hidupnya, Rehu mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
21 Depois disso Reú viveu mais duzentos e sete anos e foi pai de outros filhos e filhas.
22 Pada waktu Serug berumur 30 tahun, dia mempunyai anak laki-laki bernama Nahor.
22 Quando Serugue tinha trinta anos, nasceu o seu filho Naor.
23 Sesudah Nahor lahir, Serug masih hidup 200 tahun lagi. Sepanjang hidupnya, Serug mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
23 Depois disso Serugue viveu mais duzentos anos e foi pai de outros filhos e filhas.
24 Pada waktu Nahor berumur 29 tahun, dia mempunyai anak laki-laki bernama Terah.
24 Quando Naor tinha vinte e nove anos, nasceu o seu filho Tera.
25 Sesudah Terah lahir, Nahor masih hidup 119 tahun lagi. Sepanjang hidupnya, Nahor mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.
25 Depois disso Naor viveu mais cento e dezenove anos e foi pai de outros filhos e filhas.
26 Pada waktu Terah berumur 70 tahun, dia mempunyai anak laki-laki bernama Abram. Selain Abram, lahir pula dua orang lagi anak laki-laki bagi Terah, yaitu Nahor dan Haran.
26 Depois que completou setenta anos de idade, Tera foi pai de três filhos: Abrão, Naor e Harã.
27 Inilah keturunan Terah: Terah adalah ayah dari Abram, Nahor, dan Haran. Haran mempunyai seorang anak laki-laki bernama Lot.
27 São estes os descendentes de Tera, que foi o pai de Abrão, de Naor e de Harã. Harã foi o pai de Ló.
28 Haran meninggal di kampung halamannya, yaitu Ur di Babel, sementara ayahnya masih hidup.
28 Tera ainda vivia quando o seu filho Harã morreu na Babilônia, na cidade de Ur, onde havia nascido.
29 Abram menikah dengan Sarai. Nahor menikah dengan Milka, anak Haran. Anak perempuan Haran yang lainnya bernama Yiska.
29 Abrão casou com Sarai, e Naor casou com Milca. Milca e Iscá eram filhas de Harã.
30 Sesudah menikah selama beberapa tahun, Sarai tetap tidak mempunyai anak karena dia mandul.
30 Sarai não tinha filhos, pois era estéril.
31 Beberapa tahun kemudian, Terah meninggalkan kota Ur di Babel bersama Abram anaknya dan Sarai menantunya. Cucunya yang bernama Lot juga ikut. Terah bermaksud pergi ke negeri Kanaan. Namun, setibanya di kota Haran, mereka menetap di sana.
31 Tera saiu da cidade de Ur, na Babilônia, para ir até a terra de Canaã, e levou junto o seu filho Abrão, o seu neto Ló, que era filho de Harã, e a sua nora Sarai, que era mulher de Abrão. Eles chegaram até Harã e ficaram morando ali.
32 Ketika berumur 205 tahun, Terah meninggal di kota Haran.
32 E Tera morreu em Harã, com a idade de duzentos e cinco anos.
Atalhos do teclado
- Capítulo anterior←
- Próximo capítulo→
- Versículo anteriork
- Próximo versículoj
- Limpar seleçãoEsc
- Esta ajuda?
Estude este capítulo no WhatsApp
Peça à IA da Bíblia Fala para explicar Gênesis 11, comparar traduções ou montar um estudo — tudo direto pelo WhatsApp.