Gálatas 2

Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga (IND) vs AAI

Sair da comparação
AAI TUR GEWASIN O BAIBASIT BOUBUN
1 Empat belas tahun setelah itu, saya pergi lagi ke Yerusalem bersama Barnabas. Titus juga ikut dengan kami.
1 Kwamur etei 14 sasawar ufunamaim ayu Barnabas airi Titus abai auman bairi amatabir ayen ana Jerusalem atit.
2 Saya pergi karena Allah memberitahukan langsung kepada saya untuk menemui orang-orang terkemuka dari jemaat di sana. Pada waktu itulah saya sempat menjelaskan secara pribadi kepada mereka tentang Kabar Baik yang sudah saya beritakan kepada orang-orang bukan Yahudi. Saya melakukannya karena tidak ingin semua pekerjaan saya dianggap sia-sia di hadapan umat Allah, dan terutama di mata Allah sendiri.
2 Ayu ayey au an i God ana tur isou iwa’an birerereb i orot ukwarih bairi wa’iwa’iramaim omih ayen an. Ayu mi’itube Ufun Sabuw isah Tur Gewasin abibinan ata kubuna hitanowar, saise abisa abusuruf abowabow naatu abisa bowamih ayayakitifuw men hita’otanu au bowabow yomanin yabin en tamataramih.
3 Dan walaupun Titus yang ikut bersama saya itu bukan orang Yahudi, para pemimpin jemaat Yerusalem tidak menyuruhnya disunat.
3 Ayu au baitur Titus Greek orot isan i men ana’ar kanabin afuwinamih aokikin.
4 Hal itu pernah terjadi ketika beberapa orang Yahudi yang menyamar sebagai pengikut Kristus diam-diam masuk ke tengah jemaat-jemaat Tuhan untuk memata-matai kita. Mereka hendak mengintai seperti apa cara hidup kita yang sudah bebas dari aturan agama Yahudi berdasarkan persatuan kita dengan Kristus Yesus. Mereka mau memperbudak kita supaya terikat lagi kepada berbagai adat dan hukum Taurat.
4 Baise sabuw afa hikokok i ana’ar kanabin hita’afuw, iti sabuw i hikirisiyan moyamoy hina ata kou’ayomaim hirun rafot rouwayah na’atube, saise Keriso Jesu wanawananamaim roufamen tabaib hitatita’ur naatu hita’uwit ata ar kanabih tata’afuw akir sabuw tatamataramih.
5 Tetapi sedikit pun kami tidak menyerah terhadap pengaruh mereka. Kami mau mempertahankan ajaran benar dalam Kabar Baik tentang Kristus, sehingga kalian dapat terus mempercayai apa yang sudah kami ajarkan.
5 Baise aki men kafai veya ta aitih, anayabin aki akok turobe naatu Tur Gewasin atabotan kwa a gewasin isan tama.
6 Orang-orang yang dianggap terkemuka di Yerusalem itu tidak memberikan tambahan apa pun kepada Kabar Baik yang sudah saya sampaikan. (Sebenarnya saya tidak peduli kedudukan orang, entah mereka terkemuka atau tidak. Lagipula memang Allah tidak pilih kasih kepada siapa pun.)
6 Orot iyab tibi’ukwarin isah, ayu boro iti na’atube atao, men ta gagamin, naatu men ta kikimin etei i ta’imon. Anayabin God men orot ukwarih ufuhine i’itinimih, baise wanawanahine i’itin. Imih nati orot ukwarih ayu au tur ao men tafan hinaya’abarimih.
7 Akhirnya mereka pun menyadari bahwa pelayanan yang Allah berikan kepada saya berbeda dengan Petrus. Allah menugaskan saya untuk memberitakan Kabar Baik kepada orang bukan Yahudi, sedangkan Petrus ditugaskan untuk memberitakan Kabar Baik kepada orang Yahudi.
7 Hinotanot ayu tur boubuh afa ayabaren hirouw higamigam, ufibo hinunuwariy God Tur Gewasin Peter itin Jew sabuw isah bibinan na’atube ayu itu Ufun Sabuw isah abibinan hi’itin.
8 Karena Allah, yang sudah memberikan kemampuan rohani kepada Petrus sebagai rasul bagi orang Yahudi, ternyata juga sudah memberikan kemampuan yang sama kepada saya, yaitu menjadi rasul bagi orang bukan Yahudi.
8 God ana fairamaim Peter tur abarayan matar Jew sabuw wanawanahimaim bowabow na’atube God ana fair itu tur abarayan amatar Ufun Sabuw wanawanahimaim abowabow.
9 Jadi ketika Yakobus, Petrus, dan Yohanes, yang dihormati sebagai pemimpin di sana, menyadari bahwa Allah sudah menganugerahkan kepercayaan itu kepada saya, maka mereka sepakat untuk membuat persetujuan dengan Barnabas dan saya untuk bersatu dan bekerja sama, “Kalian melayani orang yang bukan Yahudi, dan kami melayani orang Yahudi.”
9 James, Peter, John baitumatumayah hai tutut, God ana bowabow ta ayu bowamih bitu hi’inan, imih ayu Barnabas airi umai hibow ai’ofbonen etei ai basit. Ayu Barnabas airi Ufun Sabuw wanawanahimaim ana bow naatu i Jew sabuw wanawanahimaim hinabow.
10 Satu-satunya permohonan mereka kepada kami adalah supaya kami tidak mengabaikan saudara-saudari seiman yang miskin di daerah Yerusalem. Soal itu, sejak dulu saya memang selalu siap menolong mereka.
10 Naatu hai baifefeyan i mi’itube hai kou’ayomaim sabuw yababan wairafih atanuhih baibais atitih naatu nati sawar i ayu sinafumih akokok hio.
11 Tetapi ketika Petrus mengunjungi Antiokia, ada sikapnya yang salah sehingga saya perlu menegurnya secara langsung.
11 Baise Peter na Antioch binanawan ana maramaim, abisa biwa’an kakaf isan sabuw nahifunik yumatanamaim agam au.
12 Kejadiannya, pada awal kunjungannya ke Antiokia, dia mau makan bersama orang-orang yang bukan Yahudi. Namun belakangan, ketika rombongan yang diutus Yakobus sudah tiba, Petrus memisahkan diri dan menjauhi orang yang bukan Yahudi itu. Dia takut menyinggung rombongan Yahudi yang baru datang, karena mereka termasuk pihak yang mengharuskan sunat bagi semua saudara seiman yang bukan Yahudi.
12 Anayabin James orot afa men biyafarih ana veya i nanamaim Ufun Sabuw iyab baitumatumayah himamatar, Peter wanawanah run bairi hima hi’aa hitomatom. Baise orot James iyafarih hin hititit ufunamaim Peter taitin ihamiyih mataweyan, anayabin sabuw iyab ar kanabih afuw isan hai baibasit ma’am isah bir.
13 Lalu orang-orang Yahudi yang lain pun ikut bersikap munafik seperti Petrus. Mereka berhenti makan bersama orang bukan Yahudi yang hadir di situ, bahkan Barnabas juga terpengaruh.
13 Peter ana rerekab turin Jew baitumatumayah hibai hikofan hirerekab, Barnabas itih run i auman rerekab.
14 Melihat sikap mereka yang tidak sesuai dengan ajaran benar dalam Kabar Baik tentang Kristus, saya langsung menegur Petrus di depan semua orang itu, “Bukankah engkau, sebagai orang Yahudi, sudah hidup seperti orang bukan Yahudi dengan bergabung bersama mereka kemarin? Tidak pantas sekarang engkau berpura-pura mendukung orang Yahudi yang mau memaksakan peraturan Yahudi kepada orang dari bangsa lain!”
14 Ayu ai’itih ana veya hai ef i hiwas sa’ir men Tur Gewasin eo’omaim hinan, imih ayu sabuw etei nahimaim Peter au, “O i Jew orot, baise ama i Ufun Sabuw hai ma’abe kuma’am, men Jew sabuw hai ma’abe kuma’am, naatu boro mi’itube Ufun Sabuw inabonawiyih, Jew sabuw hai binanakwar hini’ufunun?”
15 Saudara-saudari, memang orang Yahudi punya kebiasaan menyebut bangsa-bangsa lain sebagai ‘orang berdosa’ karena mereka tidak memiliki hukum Taurat.
15 It ata tufuw an i men iti Ufun Sabuw kakafih tarouw tao imaim tatufuwamih. Baise it ata tufuw an i Jew hai rara’ane tatufuw.
16 Tetapi sekarang kita sudah tahu bahwa tidak seorang pun bisa dibenarkan di hadapan Allah dengan menaati hukum Taurat, baik orang Yahudi maupun bukan. Satu-satunya cara untuk dibenarkan di hadapan Allah hanyalah dengan percaya kepada Kristus Yesus. Berarti, kami orang Yahudi ternyata ‘orang berdosa’ juga! Namun sekarang kita dibenarkan di hadapan Allah karena percaya penuh kepada Kristus, bukan karena melakukan hukum Taurat, sebab tidak seorang pun sanggup menaati semua Hukum itu.
16 Tanaso’ob orot yamutufurin na God biyan tit isan i men ofafaramaim eyayamutufurimih, baise baitumatum Jesu Keriso wanawananamaim. Imih it auman ata baitumatum Keriso Jesu wanawananamaim tanayai, saise baitumatum Keriso Jesu wanawananamaim boro nayamutufurit, men ofafaramaim nayamutufuritamih. Anayabin ofafar eo’omaim inasisinaf boro men nayamutufurimih.
17 Ada orang Yahudi yang sudah percaya kepada Kristus tetapi belum mengerti syarat untuk dibenarkan di hadapan Allah, yaitu hanya dengan bersatu dengan Kristus. Mereka pikir, kalau kita tidak lagi bergantung pada hukum Taurat, berarti kita sudah menjadi ‘orang berdosa.’ Itu salah besar! Menjadi pengikut Kristus sama sekali tidak menjadikan kita ‘orang berdosa!’
17 Keriso wanawananamaim yamutufurit isan ef tana nunuwet na’at, taiyuwit tana’i’itit i bowabow kakafin tasisinaf, kwanotanot Keriso bowabow kakafin ana kou’obowayan? En anababatun.
18 Dulu kami sudah mengajarkan, “Percayalah kepada Kristus agar dibenarkan di mata Allah.” Kalau sekarang kami kembali mengajarkan, “Berbaliklah dari Kristus dan bergantunglah pada hukum Taurat lagi,” itu berarti kami menjadi ‘orang berdosa!’
18 Ayu ofafar agurus re’er iban ana wowab maiye nayey na’at, nati ebiturobe ayu i ofafar asto’obenayan.
19 Dulu, waktu saya berusaha menaati seluruh hukum Taurat dengan kekuatan sendiri, saya menyadari bahwa saya tidak sanggup dan pasti mati dalam dosa. Tetapi dalam keadaan putus asa itulah saya menyadari pemberian Allah melalui Kristus, yakni hidup yang kekal.
19 Anayabin ayu i ofafaramaim, ofafar e’asbunu amorob, saise God isan ata bow.
20 Sekarang secara rohani saya sudah disalibkan bersama Kristus. Itu berarti bukan lagi saya yang mengatur hidup saya, melainkan Kristus yang hidup dalam diri saya. Seluruh hidup yang saya jalani dalam tubuh duniawi ini hanyalah berdasarkan keyakinan penuh kepada Anak Allah, yang begitu mengasihi saya sampai rela menyerahkan diri-Nya untuk menebus saya.
20 Ayu i Keriso airi onaf afe’en hi’onafi, imih iti i men ayu ama’am, baise Keriso wanawana’umaim ema’am. Yawas iti boun ama’am i God Natun a bitumitumimaim ama’am, anayabin ayu iyabuwu naatu ana yawas isou i’inuw.
21 Jadi saya tidak mau berbalik meninggalkan kebaikan hati Allah yang sudah kita terima sewaktu bersatu dengan Kristus. Saya tidak mau kembali berusaha dibenarkan di hadapan Allah berdasarkan hukum Taurat. Kalau kita berpikir bahwa manusia bisa dibenarkan dengan menaati Taurat, maka percuma saja Kristus mati bagi kita!
21 Ayu men karam God ana bosiyasiyar boro ana kwahir. Baise orot yait ofafaramaim yamutufurin na God biyan tit isan nasisinaf na’at, Keriso onaf afe’en momorob i boro yabin en.

Ler em outra tradução

Comparar com outra

Estude este capítulo no WhatsApp

Peça à IA da Bíblia Fala para explicar Gálatas 2, comparar traduções ou montar um estudo — tudo direto pelo WhatsApp.