2 Reis 4
Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga (IND) vs ACF
1 Suatu ketika, seorang anggota perkumpulan nabi meninggal. Lalu jandanya datang meminta tolong kepada Elisa, “Tuanku, tentu engkau ingat betapa suami saya menghormati TUHAN dan melayani engkau semasa hidupnya. Saat meninggal, dia masih berutang kepada seseorang, dan sekarang orang itu menuntut utangnya dibayar. Tetapi karena saya tidak bisa bayar, dia hendak mengambil kedua anak lelaki saya untuk dijadikan budak sebagai ganti pembayaran itu.”
1 E uma mulher, das mulheres dos filhos dos profetas, clamou a Eliseu, dizendo: Meu marido, teu servo, morreu; e tu sabes que o teu servo temia ao SENHOR; e veio o credor, para levar os meus dois filhos para serem servos.
2 Jawab Nabi Elisa kepadanya, “Bagaimana saya bisa membantu Ibu? Coba sebutkan apa yang Ibu punya di rumah.”
2 E Eliseu lhe disse: Que te hei de fazer? Dize-me que é o que tens em casa. E ela disse: Tua serva não tem nada em casa, senão uma botija de azeite.
3 Nabi Elisa berkata, “Pinjamlah sebanyak mungkin wadah kosong dari semua tetanggamu. Jangan meminjam beberapa saja.
3 Então disse ele: Vai, pede emprestadas, de todos os teus vizinhos, vasilhas vazias, não poucas.
4 Sesudah wadah terkumpul di rumahmu, tutuplah pintunya. Pastikan tidak ada orang lain di dalam kecuali Ibu dan kedua anakmu. Lalu tuangkan minyak zaitun dari botol kecil itu ke setiap wadah kosong satu per satu.”
4 Então entra, e fecha a porta sobre ti, e sobre teus filhos, e deita o azeite em todas aquelas vasilhas, e põe à parte a que estiver cheia.
5 Maka pergilah janda itu melakukan petunjuk Elisa. Di dalam rumah, setelah pintunya ditutup, mereka bertiga mulai bekerja mengisi wadah-wadah itu. Kedua anak mendekatkan wadah satu per satu kepada ibu mereka, sementara dia menuangkan minyaknya.
5 Partiu, pois, dele, e fechou a porta sobre si e sobre seus filhos; e eles lhe traziam as vasilhas, e ela as enchia.
6 Ketika semua wadah sudah penuh, ibu itu berkata kepada anaknya, “Ambilkan wadah kosong lagi.”
6 E sucedeu que, cheias que foram as vasilhas, disse a seu filho: Traze-me ainda uma vasilha. Porém ele lhe disse: Não há mais vasilha alguma. Então o azeite parou.
7 Kemudian pergilah janda itu memberitahukan hal itu kepada nabi. Nabi Elisa pun berkata, “Sekarang juallah minyak itu. Pakailah hasilnya untuk membayar utang, dan sisanya untuk biaya hidup Ibu dan anak-anak.”
7 Então veio ela, e o fez saber ao homem de Deus; e disse ele: Vai, vende o azeite, e paga a tua dívida; e tu e teus filhos vivei do resto.
8 Pada waktu lain, Nabi Elisa pergi ke kota Sunem. Di situ ada seorang perempuan yang kaya. Perempuan itu mengundang Elisa untuk makan di rumahnya. Dan begitulah selalu, setiap melewati kota itu, Nabi Elisa selalu singgah untuk makan bersama dia dan suaminya.
8 Sucedeu também um dia que, indo Eliseu a Suném, havia ali uma mulher importante, a qual o reteve para comer pão; e sucedeu que todas as vezes que passava por ali entrava para comer pão.
9 Suatu hari perempuan itu berkata kepada suaminya, “Aku yakin bahwa orang yang sering mampir di sini adalah seorang nabi Allah.
9 E ela disse a seu marido: Eis que tenho observado que este que sempre passa por nós é um santo homem de Deus.
10 Mari kita membangun sebuah kamar di atas rumah kita. Kamar sederhana saja, asalkan ada tempat tidur, meja, kursi, dan pelita, supaya waktu dia datang ke sini, dia bisa menginap.”
10 Façamos-lhe, pois, um pequeno quarto junto ao muro, e ali lhe ponhamos uma cama, uma mesa, uma cadeira e um candeeiro; e há de ser que, vindo ele a nós, para ali se recolherá.
11 Beberapa waktu kemudian ketika Nabi Elisa datang, dia beristirahat di kamar itu.
11 E sucedeu que um dia ele chegou ali, e recolheu-se àquele quarto, e se deitou.
12 — ausente —
12 Então disse ao seu servo Geazi: Chama esta sunamita. E chamando-a ele, ela se pôs diante dele.
13 — ausente —
13 Porque ele tinha falado a Geazi: Dize-lhe: Eis que tu nos tens tratado com todo o desvelo; que se há de fazer por ti? Haverá alguma coisa de que se fale por ti ao rei, ou ao capitão do exército? E disse ela: Eu habito no meio do meu povo.
14 Nabi Elisa pun bertanya, “Kalau begitu, menurutmu bagaimana kita bisa membalas budi?”
14 Então disse ele: Que se há de fazer por ela? E Geazi disse: Ora ela não tem filho, e seu marido é velho.
15 Nabi Elisa pun berkata, “Panggillah ibu itu ke sini.” Maka Gehazi memanggilnya dan perempuan itu datang berdiri di depan pintu kamar Elisa.
15 Por isso disse ele: Chama-a. E, chamando-a ele, ela se pôs à porta.
16 Nabi Elisa berkata kepadanya, “Tahun depan, kira-kira di bulan yang sama seperti sekarang, Ibu sudah menggendong seorang anak laki-laki.”
16 E ele disse: A este tempo determinado, segundo o tempo da vida, abraçarás um filho. E disse ela: Não, meu senhor, homem de Deus, não mintas à tua serva.
17 Dan benar saja. Tahun depannya, perempuan itu melahirkan seorang bayi laki-laki seperti yang dikatakan Elisa kepadanya.
17 E concebeu a mulher, e deu à luz um filho, no tempo determinado, no ano seguinte, segundo Eliseu lhe dissera.
18 Beberapa tahun kemudian ketika anak itu sudah cukup besar, pada musim panen dia pergi ke ladang menyusul ayahnya yang sedang bekerja bersama para penuai.
18 E, crescendo o filho, sucedeu que um dia saiu para ter com seu pai, que estava com os segadores,
19 Tiba-tiba anak itu berseru kepada ayahnya, “Aduh! Kepalaku! Kepalaku sakit!”
19 E disse a seu pai: Ai, a minha cabeça! Ai, a minha cabeça! Então disse a um moço: Leva-o à sua mãe.
20 Maka anak itu digendong dan dibawa pulang. Dia duduk di pangkuan ibunya sampai siang, lalu meninggal.
20 E ele o tomou, e o levou à sua mãe; e esteve sobre os seus joelhos até ao meio-dia, e morreu.
21 Ibunya mengangkat anak itu ke kamar atas dan membaringkan dia di tempat tidur Nabi Elisa, lalu meninggalkannya di situ dengan pintu tertutup.
21 E subiu ela, e o deitou sobre a cama do homem de Deus; e fechou a porta, e saiu.
22 Kemudian dia mengirim pesan kepada suaminya, “Tolong kirimkan kepadaku seorang pelayan dan seekor keledai. Aku mau pergi menemui nabi Allah itu. Aku akan langsung kembali.”
22 E chamou a seu marido, e disse: Manda-me já um dos moços, e uma das jumentas, para que eu corra ao homem de Deus, e volte.
23 Kata suaminya, “Mengapa kamu ingin menemui dia hari ini? Ini bukan bulan baru ataupun hari Sabat.”
23 E disse ele: Por que vais a ele hoje? Não é lua nova nem sábado. E ela disse: Tudo vai bem.
24 Sesudah keledainya dipasangi pelana, nyonya itu duduk di atasnya dan berkata kepada pelayannya, “Paculah keledai ini supaya lari secepat mungkin! Jangan mengurangi kecepatan kecuali saya suruh.”
24 Então albardou a jumenta, e disse ao seu servo: Guia e anda, e não te detenhas no caminhar, senão quando eu to disser.
25 Demikianlah perempuan itu pergi untuk menemui Nabi Elisa. Elisa berada di gunung Karmel. Ketika perempuan itu hampir sampai, Nabi Elisa melihatnya dari kejauhan lalu berkata kepada pelayannya Gehazi, “Lihat, itu ibu dari Sunem.
25 Partiu ela, pois, e foi ao homem de Deus, ao monte Carmelo; e sucedeu que, vendo-a o homem de Deus de longe, disse a Geazi, seu servo: Eis aí a sunamita.
26 Coba larilah menemui dia dan tanyakan, ‘Bagaimana kabar Ibu, suami, dan anakmu? Semua baik-baik saja?’”
26 Agora, pois, corre-lhe ao encontro e dize-lhe: Vai bem contigo? Vai bem com teu marido? Vai bem com teu filho? E ela disse: Vai bem.
27 Tetapi ketika dia sampai di depan Elisa, perempuan itu tersungkur dan memeluk kaki Elisa. Gehazi berusaha mendorongnya menjauh, tetapi Elisa berkata, “Biarkanlah dia. Ibu ini sedang sangat sedih, dan TUHAN belum memberitahukan hal itu kepada saya.”
27 Chegando ela, pois, ao homem de Deus, ao monte, pegou nos seus pés; mas chegou Geazi para retirá-la; disse porém o homem de Deus: Deixa-a, porque a sua alma está triste de amargura, e o Senhor me encobriu, e não me manifestou.
28 Lalu wanita itu berkata, “Tuan, saya tidak pernah meminta engkau memberkati saya dengan anak laki-laki! Saya sudah bilang, ‘Rasanya sulit dipercaya.’ Ternyata benar saja, itu tidak bisa dipercaya.”
28 E disse ela: Pedi eu a meu senhor algum filho? Não disse eu: Não me enganes?
29 Nabi Elisa pun berkata kepada Gehazi, “Bersiap-siaplah untuk pergi. Bawa tongkat saya dan berangkatlah ke rumah ibu ini. Jangan berhenti untuk bertukar salam dengan siapa pun! Setelah kamu tiba, taruhlah tongkat saya di atas anak itu dengan tongkat itu menyentuh wajahnya.”
29 E ele disse a Geazi: Cinge os teus lombos, toma o meu bordão na tua mão, e vai; se encontrares alguém não o saúdes, e se alguém te saudar, não lhe respondas; e põe o meu bordão sobre o rosto do menino.
30 Tetapi berkatalah ibu anak itu kepada Nabi Elisa, “Saya bersumpah demi TUHAN yang hidup dan demi nyawa Tuan sendiri, bahwa saya tidak mau pulang jika engkau tidak ikut.” Maka Elisa berdiri dan ikut bersama wanita itu ke rumahnya.
30 Porém disse a mãe do menino: Vive o Senhor, e vive a tua alma, que não te hei de deixar. Então ele se levantou, e a seguiu.
31 Sementara itu, Gehazi yang mendahului mereka sudah tiba. Dia meletakkan tongkat Elisa di atas anak itu dan mengenai wajahnya, tetapi tidak terjadi apa-apa. Ketika Gehazi dalam perjalanan kembali, dia berjumpa dengan mereka, lalu memberitahukan kepada Elisa, “Anak itu tidak bangun.”
31 E Geazi passou adiante deles, e pôs o bordão sobre o rosto do menino; porém não havia nele voz nem sentido; e voltou a encontrar-se com ele, e lhe trouxe aviso, dizendo: O menino não despertou.
32 Sesampainya Elisa di sana, dia mendapati anak itu terbaring mati di tempat tidurnya.
32 E, chegando Eliseu àquela casa, eis que o menino jazia morto sobre a sua cama.
33 Jadi masuklah dia ke kamar itu dan menutup pintu sehingga hanya dia dan anak itu yang ada di dalam. Lalu dia berdoa kepada TUHAN.
33 Então entrou ele, e fechou a porta sobre eles ambos, e orou ao Senhor.
34 Kemudian Elisa naik ke tempat tidur dan berbaring telungkup di atas anak itu. Wajahnya melekat persis di atas wajah anak itu, juga kedua telapak tangannya ditempelkan di telapak tangan sang anak. Tak lama kemudian, tubuh anak itu menjadi hangat.
34 E subiu à cama e deitou-se sobre o menino, e, pondo a sua boca sobre a boca dele, e os seus olhos sobre os olhos dele, e as suas mãos sobre as mãos dele, se estendeu sobre ele; e a carne do menino aqueceu.
35 Elisa bangun dan berjalan ke sisi kamar lalu kembali ke sisi yang lain. Kemudian dia kembali berbaring di atas anak itu. Tiba-tiba anak itu bersin tujuh kali dan membuka mata.
35 Depois desceu, e andou naquela casa de uma parte para a outra, e tornou a subir, e se estendeu sobre ele, então o menino espirrou sete vezes, e abriu os olhos.
36 Lalu Elisa memanggil Gehazi serta berkata, “Panggilkan ibunya.” Maka Gehazi memanggil dia dan datanglah ibu itu kepada Elisa. Kata nabi kepadanya, “Inilah anakmu. Bawalah dia.”
36 Então chamou a Geazi, e disse: Chama esta sunamita. E chamou-a, e veio a ele. E disse ele: Toma o teu filho.
37 Lalu perempuan itu masuk dan melihat anaknya, dia langsung bersujud di kaki Elisa untuk berterima kasih kepadanya. Lalu dia menggendong anaknya dan membawanya ke bawah.
37 E entrou ela, e se prostrou a seus pés, e se inclinou à terra; e tomou o seu filho e saiu.
38 Ketika Elisa kembali ke Gilgal, bencana kelaparan sedang melanda daerah itu. Suatu hari, beberapa anggota perkumpulan nabi sedang duduk bersamanya. Lalu kata Elisa kepada pelayannya, “Masaklah sup sepanci besar untuk nabi-nabi ini.”
38 E, voltando Eliseu a Gilgal, havia fome naquela terra, e os filhos dos profetas estavam assentados na sua presença; e disse ao seu servo: Põe a panela grande ao lume, e faze um caldo de ervas para os filhos dos profetas.
39 Salah seorang dari mereka pergi ke ladang untuk mengumpulkan sayuran. Tidak sengaja dia menemukan suatu pohon merambat yang buahnya seperti labu kecil. Maka dia pun memetik labu liar itu banyak-banyak sampai memenuhi lipatan jubahnya. Tanpa mengetahui buah apa itu, dia memotong-motongnya lalu memasukkannya ke dalam panci rebusan sup.
39 Então um deles saiu ao campo a apanhar ervas, e achou uma parra brava, e colheu dela enchendo a sua capa de colocíntidas; e veio, e as cortou na panela do caldo; porque não as conheciam.
40 Kemudian sup itu dituang dan disajikan kepada para tamu Elisa. Ketika mereka baru mulai makan, beberapa orang berteriak, “Buah ini beracun, ya nabi Allah!” Maka mereka tidak mau memakannya.
40 Assim deram de comer para os homens. E sucedeu que, comendo eles daquele caldo, clamaram e disseram: Homem de Deus, há morte na panela. Não puderam comer.
41 Kata Elisa, “Ambilkan sedikit tepung.” Lalu dia memasukkan tepung itu ke dalam panci sambil berkata, “Sekarang sajikanlah sup itu kembali.” Lalu mereka pun makan. Masakan itu tidak beracun lagi.
41 Porém ele disse: Trazei farinha. E deitou-a na panela, e disse: Dai de comer ao povo. E já não havia mal nenhum na panela.
42 Pada hari lain, seorang laki-laki dari kota Baal Salisa memberikan kepada Nabi Elisa dua puluh roti jelai yang dibuat dari hasil panen pertama, juga sekantong gandum baru. Nabi Elisa berkata kepada pelayannya, “Hidangkanlah itu untuk tamu-tamu kita.”
42 E um homem veio de Baal-Salisa, e trouxe ao homem de Deus pães das primícias, vinte pães de cevada, e espigas verdes na sua palha, e disse: Dá ao povo, para que coma.
43 Tetapi jawab pelayan itu, “Makanan ini tidak mungkin cukup untuk seratus orang tamu Tuan!”
43 Porém seu servo disse: Como hei de pôr isto diante de cem homens? E disse ele: Dá ao povo, para que coma; porque assim diz o Senhor: Comerão, e sobejará.
44 Maka pelayan itu menghidangkannya, lalu mereka makan sampai kenyang dan masih ada sisa berlebih, tepat seperti perkataan TUHAN.
44 Então lhos pôs diante, e comeram e ainda sobrou, conforme a palavra do Senhor.
Atalhos do teclado
- Capítulo anterior←
- Próximo capítulo→
- Versículo anteriork
- Próximo versículoj
- Limpar seleçãoEsc
- Esta ajuda?
Estude este capítulo no WhatsApp
Peça à IA da Bíblia Fala para explicar 2 Reis 4, comparar traduções ou montar um estudo — tudo direto pelo WhatsApp.