2 Coríntios 4

Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga (IND) vs AAI

Sair da comparação
AAI TUR GEWASIN O BAIBASIT BOUBUN
1 Allah memberikan tugas pelayanan ini kepada kami hanya karena kemurahan hati-Nya. Itulah sebabnya kami tidak pernah putus asa!
1 Isanimih God ana kabeberamaim iti bowabow bowamih itit, imih men gubamit ehuhuriramih.
2 Oleh karena tugas yang diberikan Allah itu, kami sama sekali tidak mau bertindak seperti guru-guru palsu yang memberi ajaran dengan maksud tersembunyi. Kami tidak menggunakan cara licik dan tidak mengubah ajaran Allah untuk menyenangkan manusia. Sebaliknya, kami selalu mengajarkan yang benar dengan terus terang. Kami juga bersikap terbuka dan wajar terhadap orang lain. Dengan begitu, mereka bisa menilai kami sesuai hati nurani mereka di hadapan Allah.
2 Baise yawas biya’ohow hai sinaf kakafih wa’iwa’irih etei hima’am i tabihamiyen, men tabifufuwen o God ana tur tabobotabir kakafemih. Turobe tabibinan, God it ata sifroubonayan, saise afa so’obayah boro hinitutumit.
3 Kalau Kabar Baik yang kami beritakan tidak masuk akal bagi sebagian orang karena pikiran mereka seolah tertutup dengan kain selubung tadi, nyatalah bahwa mereka adalah orang yang menuju kebinasaan.
3 It tur gewasin tabibinan sabuw isah men nabirerereb na’at iyab kasikasiyih tema’am i boro kasiyomaim hinama.
4 Penguasa dunia ini sudah membutakan mata hati mereka sehingga mereka tidak bisa melihat sinar kemuliaan dalam Kabar Baik tentang Kristus, yang mencerminkan semua sifat Allah! Itulah sebabnya mereka tidak percaya pada Kabar Baik dari Allah.
4 Anayabin iti tafaram ana god baitumatum atih matah bofafaren, imih tur gewasin ana marakaw ekukusisiar men ti’i’itin naatu Keriso ana fair men tesoso’ob, nati tur i God taiyuwin.
5 Karena kabar yang kami beritakan bukan tentang diri kami sendiri, melainkan tentang Kristus Yesus yang adalah Penguasa hidup kita. Kami hanyalah pelayan yang hina bagi kalian atas kehendak Yesus.
5 Anayabin aki men taiyuwi isai abibinanamih, baise aki tur a binan a’o’orerereb, Jesu Keriso i Regah naatu Keriso wabinamaim abi’akir kwa isa.
6 Sebab Allah sudah memberi perintah, “Jadilah terang yang bersinar dari dalam kegelapan.” Jadi, Dialah yang sudah memancarkan terang-Nya dalam hati kita supaya kita bisa mengerti dan melihat kemuliaan Allah yang terpancar dari wajah Kristus Yesus.
6 God eo, “Guguminamaim marakaw kukusisiar.” Nati God ta’imon dogorot wanawanan iwa’an marakaw God ana bonamanamarinamaim Keriso yumatanamaim kusisiar ta’itin tasoso’ob.
7 Tetapi meskipun kita diberi harta rohani yang indah itu, kita hanyalah seperti bejana-bejana tanah liat. Dengan begitu, nyatalah bahwa kuasa yang luar biasa itu berasal dari Allah, bukan dari diri kita sendiri.
7 Baise it iyab ayubit ana sawar gewasih noukwat kamaramaim hibu’ir wanawanan hiya ti’inu’in, ine ebi’obaiyit tasoso’ob fair gagamin i God nowan men it nowatamih.
8 Karena itu, biarpun kami sering ditindas dari segala arah, kami tidak hancur! Biarpun kami sering tidak tahu jalan keluar dari masalah yang kami hadapi, kami tidak pernah putus asa!
8 It mar etei roun roun yabat erarabit, baise men ebimkweyakweyarit, veya ta i takakasiy, baise ata not men erara’iy.
9 Biarpun kami dianiaya, kami tetap yakin bahwa Allah tidak akan meninggalkan kami. Dan biarpun kami sering dipukuli serta dibanting, Allah selalu menolong kami sehingga kami tidak sampai mati.
9 Aki ai rakit moumurin maiyow, baise aki men abigaganamih, veya ta ta i kakafin anababatun wanawanan arur, baise aki men ebi’a’afiyi’imih.
10 Melalui penderitaan jasmani, kami menunjukkan bahwa kami bersatu dengan Tuhan Yesus dalam kematian-Nya. Dengan demikian, kuasa kehidupan Yesus juga tampak dalam tubuh kami.
10 Mar etei aki morob wanamaim abatabat Jesu hirab momorob na’atube, saise i ana yawas aki biyai’imaim nirerereb hina’itin.
11 Memang kami masih hidup. Tetapi karena melayani Yesus, hidup kami selalu terancam. Hal itu terjadi supaya kuasa kehidupan Yesus juga bisa terlihat dalam tubuh kami yang fana ini.
11 Anayabin it iyab yawasit tama’am Jesu wabinamaim it mar etei morobomaim tama’am, saise i ana yawas it biyatamaim nirerereb.
12 Maka biarpun hidup kami selalu terancam, hal itu membawa kehidupan bagi kalian!
12 Isan imih, iti ebi’obaiyit morob aki bairi ama areremor baise yawas i kwa bairi kwama’am.
13 Dalam Kitab Suci tertulis, “Aku percaya, maka aku bersaksi.” Kami pun mempunyai keyakinan dan semangat yang sama: Kami percaya, maka kami bersaksi!
13 God ana tur Buk Atamaninamaim hikirum hio, “Ayu ao anayabin ayu abitumatum.” Nati ayubin ana baitumatum ta’imon aki auman a’o anayabin abitumatum.
14 Kami berani bersaksi karena kami tahu bahwa Allah yang sudah membangkitkan Tuhan Yesus dari kematian juga akan menghidupkan kami kembali dari kematian, supaya kami bisa hidup bersama Yesus. Pada akhirnya kami dan kalian akan berdiri di hadapan Allah.
14 Anayabin aki aso’ob God Regah Jesu morobone biyawas, kwa bairit tanita’imon God nanamaim tanabat.
15 Jadi, semua hal yang kami alami itu terjadi demi kebaikan kalian! Allah menghendaki penderitaan kami supaya berita tentang kebaikan hati-Nya semakin disebarluaskan kepada banyak orang, sehingga semakin melimpahlah ucapan syukur kepada-Nya. Dengan begitu, Allah semakin dimuliakan.
15 Sawar tutufin hinamamatar i kwa a gewasin isan. Imih God ana kabeber sabuw moumurih tafahimaim nasuwa, sabuw boro tafan nayababar hinamour hinamisir merarayow God hinitin naatu God ana fair hinabora’ara’ah.
16 Itu sebabnya kami tidak putus asa! Biarpun secara jasmani kami semakin lemah, tetapi secara rohani kami terus diperbarui setiap hari!
16 Ana’an nati Isan it men gubamit nahurir, basit it biyat eriririm baise wanawanat mar etei ebiboubun.
17 Karena semua kesusahan yang kami alami sekarang hanyalah sementara dan sebenarnya boleh dianggap ringan. Justru kesusahan itu sedang menghasilkan kemuliaan surgawi yang kekal bagi kami, kemuliaan yang tiada bandingannya! Maka dari itu, semua penganiayaan dan penderitaan yang kami alami tidak perlu dipikirkan lagi!
17 Anayabin it biyababan naatu bai’akir i men gagamin naatu boro men manin, baise iti biyababan naatu bai’akir imaim boro God ana toto ana buyoy ma’ama wanatowan kwanatarakwib kwanab.
18 Sekarang kami memikirkan hal-hal yang tidak kelihatan, sedangkan yang kelihatan tidaklah kami pikirkan. Karena yang kelihatan sifatnya hanya sementara, tetapi yang tidak kelihatan tetap ada sampai selama-lamanya.
18 Anayabin it i sawar ta’i’itah isah matat takubar tama ta’i’itinkikin, baise sawar wa’iwa’irih isah men tama tanuwanuwamih. Sawar abistan ta’i’itah i boro men manin hinama, baise sawar abistan wa’iwa’irih i boro hinama wanatowan.

Ler em outra tradução

Comparar com outra

Estude este capítulo no WhatsApp

Peça à IA da Bíblia Fala para explicar 2 Coríntios 4, comparar traduções ou montar um estudo — tudo direto pelo WhatsApp.