1 Coríntios 4
Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga (IND) vs AAI
1 Dengan demikian, anggaplah kami ini hanya pelayan Kristus. Kami ditugaskan Allah untuk menyatakan rencana-Nya yang dulu dirahasiakan dari manusia.
1 Naatu boun it i Keriso ana akir wairafih na’atube sabuw hina’itit, naatu God ana buriburih koubuna’ayah na’atube hina’itit.
2 Seorang pelayan harus menunjukkan bahwa dirinya sungguh-sungguh bisa dipercaya.
2 Naatu sabuw iyab hitutumih iti bowabow hibitih hai orot ukwarih isah hinabosunusunub.
3 Tetapi bagi saya, penilaian terpenting bukanlah dari kalian ataupun semua orang di dunia ini. Saya bahkan tidak menilai diri sendiri.
3 Ayu au yawas kwanafufun o sabuw au yawas hinafufufun isan men abiyababan. Anababatun a tur ao’owen taiyuwu au yawas men afufufun.
4 Dalam hati, saya tidak merasa pernah melakukan pelayanan ini secara salah. Meski begitu, bukan berarti saya pasti benar. Biarlah TUHAN yang menilai saya.
4 Ayu taiyuw au not iu’uwu men kakafin ta asinaf, baise boro men nati’imaim anab au kakafin en ana’omih. Regah akisin boro ayu nibatiyu.
5 Jadi, saya menasihatkan supaya kalian jangan menilai siapa pun sebelum Tuhan Yesus datang kembali. Dialah yang akan menyatakan segala hal yang dirahasiakan dalam kegelapan, termasuk alasan dan pikiran manusia. Kemudian Allah akan memuji semua pelayan-Nya yang layak menerima pujian.
5 Isan imih orot babin baibatiyin isan veya hiyai’iyai boro enan, kwanakaif Regah nan natitabo. I nanan ana veya gugumin wanawanan abisa wa’iwa’irin inu’in marakaw boro nakusisiar narun naatu orot dogoroh ana wa’iwa’irin etei boro nabow hinatit hinirerereb. Imaibo orot ta’ita’imon abisa hisisinaf isan God boro nabora’ara’ahih.
6 Dalam ajaran tadi, Saudara-saudari, saya memakai Apolos dan diri saya sebagai contoh untuk kalian, supaya kalian bisa belajar prinsip ini, “Taatlah hanya kepada yang tertulis dalam Kitab Suci.” Maka janganlah membesar-besarkan pelayan Tuhan yang satu dan merendahkan yang lain, lalu menjadikan kami alasan untuk saling bersaing!
6 Taitu, boun ayu akokok Apollos airi biyai’imaim bai’obaiyen ta anayai kwata’itin, saise tur abisa hio hikikirum yabin kwanaso’ob. “Tur abisa hikikirum ana fofoninamaim kwanao, men kwanatetebon.” Orot ta kwanabora’ah naatu ta kwananuw furuw kwanau kwaniyimih.
7 Kalau masih mau bertengkar, atas dasar apa kamu merasa dirimu lebih baik daripada saudara-saudari seimanmu? Pikirkanlah ini: Semua kemampuan yang kamu miliki hanyalah pemberian TUHAN karena kebaikan hati-Nya. Janganlah kamu sombong, seolah-olah kamu mendapatkan itu dengan kehebatanmu sendiri!
7 Yait eo kwanowar kwa i turanah etei tafahimaim? Sawar etei kwabow kwama’ama etei i God it. Aisim taiyuw kwabobora’ara’ahi, ana itinin iti usar i kwabai kwaniyibe?
8 Tetapi kalian Jemaat Korintus menganggap diri kalian paling sempurna dan kaya! Kalian sudah merasa seperti raja dan tidak membutuhkan kami lagi. Wah, bagus sekali kalau kalian memang raja! Dengan begitu, kami sebagai utusan yang melayani kalian juga bisa dianggap orang besar!
8 Kwa a kok sawar etei i kwabow karam kwama’am. Naatu boun kwa i totobuyoy wairaf kwamatar, kwana kwai’aiwoboka, aki baise en. Au notamaim akokok mi’itube kwati’aiwob gewas, saise aki auman bairit tati’aiwob youn.
9 Sebaliknya, menurut saya Allah sudah memberikan tempat paling rendah kepada kami rasul-rasul Kristus. Kami diinjak-injak seperti tawanan perang yang dijatuhi hukuman mati. Kami menjadi tontonan umum, baik di hadapan semua manusia maupun para malaikat.
9 Ayu akisu au itinin, aki tur abarayah ai efan i urantoro’ot anababatun God yai, ana itinin dibur sabuw bebeyan ma’o’ow ana efanamaim terouw temomorob na’atube. Aki boro bebeyanamaim ana morob tounamatar naatu sabuw tutufin etei hinamau’uwi.
10 Karena melayani Kristus, kami dianggap orang bodoh, sedangkan kalian masih dianggap orang pandai. Kami selalu dianggap lemah, tetapi kalian merasa kuat. Di mana-mana kami dihina, sedangkan kalian dihormati.
10 Keriso wabinamaim taiyuwi ai’itinin na koko’awabe amatar, baise kwa i Keriso wanawananamaim kwana not wairafi kwamatar. Aki i ariririm, baise kwa a fair i erara’at, aki tinunuw furuwi, baise kwa i tekakakafiyi.
11 Bahkan sampai saat ini, kami sering tidak mendapat makanan, minuman, dan pakaian yang cukup. Kami sering dipukuli dan tidak punya tempat tinggal.
11 Iti boun ana veya’amaim aki sikai harewamih mamah, abi’aamorob, ai ar ai faifuw tibiririk, segar hiborabirabi efamaim a’in ama areremor ai bar en.
12 Kami bekerja keras dengan tangan sendiri. Kami sering dihina, tetapi kami membalas mereka dengan mendoakan berkat. Ketika kami dianiaya, kami menerimanya dengan sabar.
12 Bowabow gagamin maiyow abowabow isan ahahahar, sabuw teo rarafi ana veya’amaim aki baigegewasin abitih, terabi tibia’akiri ana veya aki ewawainabi.
13 Waktu kami dicaci maki, kami tetap bersikap baik. Sampai saat ini kami masih diperlakukan seperti sampah dunia, sama seperti kotoran yang disingkirkan semua orang.
13 Tiu’uwi kwanikwaniyi ana veya, yabow turamaim abiyafutih. Boun ana veya’amaim aki i tafaram ana hain naatu bay ana merekas na’atube amatar.
14 Saya menulis hal-hal itu bukan untuk mempermalukan kalian, tetapi untuk menegur kalian sebagai anak-anak yang saya kasihi!
14 Ayu iti fef i men kwa itinin biya’ohow isan akikirumamih. Baise akokok animatnuwi, anayabin kwa i ayu natunatu au yabow.
15 Karena meskipun kalian mempunyai ribuan guru yang bisa mengajarkan tentang Kristus, kalian tidak mempunyai banyak bapak. Hanya sayalah yang menjadi bapak rohani kalian, sebab kalian pertama kali mendengar Kabar Baik tentang Kristus Yesus melalui saya.
15 Basit kwa ayub ana bonawiyenayah etei 10,000 na’atube tibi’obaiyi, baise tamatanah i men moumurih, anayabin Keriso Jesu ana baikofanamaim ayu ana kwa tamat amatar tur gewasin abai ana ait.
16 Oleh karena itu, saya mohon, ikutilah teladan bapakmu ini.
16 Imih abifefeyani, ayu abisa asisinaf na’atube kwani’u’uru.
17 Untuk itulah saya sudah mengutus Timotius kepada kalian, yakni agar dia mengingatkan kalian tentang cara hidup yang pantas bagi orang-orang yang sudah bersatu dengan Kristus. Cara hidup demikianlah yang selalu saya lakukan dan ajarkan kepada setiap jemaat. Saya mempercayakan tugas itu kepadanya karena Timotius adalah anak rohani saya yang sangat setia melayani Tuhan.
17 Ana’an iti isan ayu natu au yabow kek wabin Timothy kwa isa abiyafar. Iti kek i Regah ana bowabow isan ebobosunusunub, i enan boro kwa nuhinakusib, ayu au yawas naatu au bowabow mi’itube Keriso ana yawasamaim ama abowabow boro nao kwananowar, naatu mi’itube ekaleisia sabuw efan ta ta abi’obaiyih auman boro nao kwananowar.
18 Saudara-saudari, ada orang-orang di antara kalian yang sudah menjadi sombong dan menganggap dirinya pemimpin sebab mereka pikir saya tidak akan mengunjungi kalian lagi.
18 Kwa afa kwanotanot ayu boro men atan atinanawani kwarouw, imih kwa abai’oro’orot erara’at.
19 Namun, jika Tuhan Yesus menghendaki, saya akan segera datang kepada kalian. Dan saat itu kita akan melihat siapa yang memimpin dengan kuasa dari Tuhan, dan siapa saja yang menyombongkan diri.
19 Baise ayu boro’omo anan aninanawani, Regah nakokok na’at. Imaibo boro taiyuwu anaso’ob, naatu men bai’o’orotoyah hai tur akisin, baise hai fair menane hibaib auman anaso’ob.
20 Karena pekerjaan kerajaan Allah dibuktikan bukan dengan perkataan manusia, melainkan dengan kuasa yang diberikan Allah.
20 Anayabin God ana aiwob i men turawat namomon, baise ana fair auman.
21 Jadi, sekarang kalian boleh memilih: Apakah kalian mau saya datang untuk mendisiplin dengan keras? Atau kalau kalian sudah taat, saya bisa datang dengan sikap lembut dan penuh kasih.
21 Kwa a kok i boro abisa anab anan kwana’itin? Wabir anab anan ana wabir? O taiyuwu ana yara’iyu yabowamaim anan kwa isa?
Atalhos do teclado
- Capítulo anterior←
- Próximo capítulo→
- Versículo anteriork
- Próximo versículoj
- Limpar seleçãoEsc
- Esta ajuda?
Estude este capítulo no WhatsApp
Peça à IA da Bíblia Fala para explicar 1 Coríntios 4, comparar traduções ou montar um estudo — tudo direto pelo WhatsApp.