1 Coríntios 15
Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga (IND) vs AAI
1 Saudara-saudari, sekarang saya ingin mengingatkan tentang Kabar Baik yang sudah saya beritakan kepada kalian. Kabar itulah yang sudah kalian terima dan yang sampai sekarang masih terus kalian pertahankan.
1 Taitu, boun i akokok tur gewasin abinan kwanowar, imaim yawas kwabai, naatu imaim kwabatabatkikin isan nuhi akukusib.
2 Melalui berita yang saya sampaikan itulah kalian diselamatkan, asalkan kamu semua terus meyakininya dengan teguh! Kalau tidak, percuma saja dahulu kamu percaya!
2 Iti tur gewasinamaim kwa iyawasi, imih tur abinan kwanonowar kwanabubukikin, baise men kwanabubukikin kwa a baitumatum boro nan yabin en namatar.
3 Karena berita yang saya sampaikan kepada kalian itu adalah berita paling penting yang sudah saya terima sebelumnya, yaitu bahwa
3 Ayu abisa abaib i kwa isa aya’abun, naatu nati tur ana’an gagamin i iti, Keriso it ata bowabow kakafin isan morob, Bukamaim eo na’atube.
4 Setelah Dia dikuburkan, pada hari yang ketiga Allah menghidupkan Kristus kembali dari kematian, seperti yang tertulis dalam Kitab Suci.
4 Hibai hin hubemaim hiyai, veya tounu ufunamaim misir maiye, Bukamaim eo na’atube.
5 Kemudian Yesus menampakkan diri-Nya kepada Petrus, lalu kepada kedua belas rasul-Nya.
5 Peter isan irerereb, imaibo tur abarayah nah 12 isah irerereb.
6 Sesudah itu Dia menampakkan diri kepada lima ratus orang lebih saudara-saudari seiman kita pada waktu yang sama. Sebagian besar dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa sudah meninggal.
6 Nati ufunamaim veya ta’imon wanawanan ana bai’ufununayah etei 500 tafanamaim auman isah irerereb, moumurih na’in i boun yawasih tema’am baise afa i himorob.
7 Selanjutnya Yesus menampakkan diri kepada adik-Nya yang bernama Yakobus, lalu kepada semua rasul.
7 Nati ufunamaim James isan irerereb, imaibo ana tur abarayah etei isah irerereb.
8 Terakhir, Dia juga menampakkan diri kepada saya. Jadi, saya menjadi rasul paling akhir, ibarat bayi yang lahir terlambat.
8 Uftoro’ot ayu atufuw kokobeya na’atube ama’am isou irerereb.
9 Itu sebabnya saya menganggap diri sebagai yang paling hina di antara semua rasul. Saya bahkan tidak layak disebut rasul, karena pernah menganiaya umat Allah sebelum saya percaya kepada Yesus.
9 Ayu i tur abarayah etei babahimaim imih ayu i men boro tur abarayan hinarouw hinao, anayabin God ana ekaleisia ai nununih arouw ai’a’akirih.
10 Namun, saya menjadi seperti sekarang ini hanya karena kebaikan hati Allah. Dan saya tidak menyia-nyiakan kebaikan-Nya itu, dengan cara bekerja keras melebihi rasul-rasul yang lain. Tetapi itu bukan karena kehebatan saya, melainkan karena terdorong oleh kebaikan hati Allah yang menguatkan hati saya.
10 Baise God ana manaw ana kabeberamaim ayu tur abarayan amatar, naatu manaw kabeber ayu bitu i men yabin en, baise bowabow gagamin na’in abow, tur abarayah etei ana tabirih, men ayu au fairamaim abowabowamih, baise God ana manaw ana kabeber ayu wanawana’umaim ma ebowabow.
11 Jadi, baik saya maupun rasul-rasul lain, kami menyampaikan berita yang sama, dan berita itu jugalah yang sudah kalian percayai.
11 Isan imih i tibibinan naatu ayu abibinan ana itinin i men ta’amih, baise ana’an gagamin i abisa abibinan i kwa kwaitumatum.
12 Nah, kalau kami para rasul selalu memberitakan bahwa Kristus sudah dihidupkan kembali dari kematian, kenapa ada sebagian dari kalian yang mengatakan bahwa kita pengikut Kristus tidak akan dihidupkan dari kematian?
12 Boun aki abibinan ai tur i Keriso morobone mimisir isan ao’o, baise mi’itube’emih kwa afa kwao moroboyah boro men hinayawas maiye hinamisir?
13 Seandainya tidak ada kebangkitan sesudah kita mati, berarti Kristus juga tidak pernah bangkit kembali dari kematian.
13 Morobone misir maiye men nama’am na’at, ana itinin Keriso morobone men misir maiye’emih.
14 Dan seandainya Kristus tidak pernah bangkit kembali, sia-sialah berita yang kami sampaikan, dan percuma saja kalian percaya.
14 Naatu Keriso morobone men tamimisir maiye na’at, aki ai binan i yabin en, naatu kwa Keriso kwabitumitum auman i yabin en.
15 Seandainya tidak ada kebangkitan orang mati, berarti kami sudah berbohong dan mengajarkan yang salah tentang Allah, sebab selama ini kami memberitakan bahwa Allah menghidupkan Kristus kembali.
15 Naatu murumurubih men hinamimisir maiye na’at, aki i God isan abifufuwen. Anayabin Keriso morobone God baiyawasin arouw ao, naatu moroboyah morobone men hinamimisir maiye na’at, nati ebiturobe, God Keriso morobone men iyawas maiye misirimih.
16 Andaikata benar bahwa orang mati tidak akan dihidupkan kembali, berarti Kristus juga tidak pernah dihidupkan kembali.
16 Morobone misir maiye men nama’am na’at, Keriso morobone men misir maiye.
17 Dan seandainya Kristus tidak dibangkitkan kembali, percuma saja keyakinan kita, dan kita masih dikuasai oleh dosa!
17 Naatu Keriso morobone men tamimisir na’at, kwa a baitumatum i yabin en, naatu kwa i boro’ika bowabow kakafin tafatumi kwatama’ama.
18 Seandainya tidak ada kebangkitan, berarti saudara-saudari kita yang mati dalam keadaan percaya pada Kristus juga sudah binasa!
18 Naatu iban maiye sabuw iyab Keriso wabinamaim himomorob ana itinin i hikasiy na’atube.
19 Seandainya pengharapan kita kepada Kristus hanya berlaku untuk kehidupan di dunia ini saja, kita orang paling malang di antara semua manusia!
19 Keriso wanawananamaim yawas tabai nuhit fot tama’am. Baise ata yawas i iti tafaram akisin isan tanama tananotanot na’at. It i tafaram wananwanan ana gonenet sabuw tamatar.
20 Tetapi sesungguhnya, Kristus sudah dihidupkan kembali dari antara orang mati! Itulah yang menjadi jaminan bahwa orang-orang lain yang sudah mati juga pasti akan dihidupkan kembali.
20 Baise turobe Keriso i anababatun morobone misir maiye, God ana sabuw iyab himomorob wanawanahimaim Keriso i wan morobone misir.
21 Maka pahamilah: Kuasa kematian sudah menular kepada semua manusia karena perbuatan satu orang, yaitu Adam. Sekarang, kebangkitan pun diberikan kepada semua manusia oleh karena Satu Orang juga, yaitu Yesus.
21 Anayabin orot ta’imon ana sinafumaim morob matar, imih orot ta’imon ana sinafumaim morobone misir maiye matar.
22 Karena sebagai keturunan Adam, semua manusia mengalami kematian. Tetapi setiap orang yang bersatu dengan Kristus dihidupkan kembali dari kematian.
22 Sabuw etei tamomorob, anayabin Adam ana rara, naatu morobone boro tanamisir maiye anayabin Keriso yawasin ema’am.
23 Proses kebangkitan ini terjadi secara bertahap: Pertama, Kristus dihidupkan dari kematian sebagai jaminan bagi kita. Kemudian, pada hari kedatangan-Nya kembali, kita semua yang sudah menjadi milik Kristus juga akan dibangkitkan dari kematian.
23 Baise morobone tanamimisir maiye, i boro koumutufuren inu’in na’atube hinabusuruf, wantoro’ot boro Keriso namisir, naatu nanan ana veya sabuw iyab Keriso nowan boro hinamisir.
24 Selanjutnya, terjadilah hal yang terakhir dari semuanya: Kristus akan membinasakan setiap pemerintahan, kerajaan, dan penguasa yang lain. Sesudah itu, Dia akan menyerahkan segala sesuatu kepada Allah Bapa, supaya Allah memerintah sebagai satu-satunya Raja.
24 Imaibo mar yomanin nan natit, tafaram hai bonawiyenenayah, hai aiwob, hai kaifenayah etei hai fair tutufin Keriso nagugurus ufunamaim, aiwob nab Tamah God nitin.
25 Sebab Allah sudah menetapkan agar Kristus “duduk di sebelah kanan-Nya” dan memerintah sebagai Raja sampai tiba saat yang sudah Allah janjikan kepada-Nya, yaitu, “Aku akan mengalahkan semua yang memusuhi-Mu dan menjadikan mereka budak-Mu.”
25 Naatu Keriso i boro ni’aiwob nanan ana rakit sabuw etei nabow nan an babanamaim nawastanen.
26 Musuh terakhir yang akan dibinasakan adalah kuasa kematian.
26 Naatu uftoro’ot i sawar wabin Morob it ata rakit gagamin boro nagurus nitaiy nare.
27 Buktinya, Kitab Suci menuliskan, “Allah sudah meletakkan segala sesuatu di bawah kuasa-Nya.” Berdasarkan kalimat, “Allah sudah meletakkan segala sesuatu di bawah kuasa-Nya,” jelaslah bahwa Allah Bapa sendiri tidak termasuk dalam segala sesuatu itu.
27 Anayabin Buk Atamaninamaim eo, “Sawar etei boro nabow an babanamaim naya.” Iti tur Sawar etei an babanamaim yara’iyen rouw eo, i rerereb yan, God men i auman bobar eomih, anayabin God sawar etei boro Keriso ana fair babanamaim naya.
28 Sesudah segala sesuatu berada di bawah kuasa Anak Allah, maka Kristus sendiri akan menunjukkan bahwa diri-Nya pun berada di bawah kuasa Allah Bapa yang sudah meletakkan segala sesuatu di bawah kuasa Anak-Nya. Dengan demikian nyatalah bahwa Allah adalah Yang Mahakuasa dan Mahatinggi.
28 Sawar hinabow hinan God Natun babanamaim hinaya’ay ufunamaim, Jesu boro Tamah God ana fair babanamaim namare, anayabin sawar etei God bow Natun babanamaim ya, naatu God boro sawar tutufin etei ni’ukwarin ana sabuw etei isah.
29 Dan lagi tentang kebangkitan manusia dari kematian: Seandainya benar orang-orang mati tidak dihidupkan kembali dari kematian, mengapa pernah ada saudara-saudari seiman kita yang minta dibaptis dengan air sekali lagi untuk mewakili ayah atau ibunya yang sudah meninggal? Itu bukti mereka yakin bahwa kita pengikut Kristus akan dihidupkan kembali dari kematian. Bila tidak begitu, untuk apa mereka meminta demi orang yang sudah mati?
29 Naatu morobone misir maiye en na’at, sabuw iyab moroboyah efanih bapataito hibaib boro abistan hinasinaf? Naatu morobone misir maiye en na’at, aisim sabuw moroboyah efanih taih tuwah hina bapataito tebaib?
30 Kami para rasul juga menjadi bukti. Seandainya tidak ada kebangkitan dari kematian, mengapa kami tidak pernah takut menghadapi bahaya setiap saat?
30 Naatu it auman aisim ata yawas takwahir tatit veya matan tayi tabowabow?
31 Benar Saudara-saudari, setiap saat saya siap mati! Saya bersumpah bahwa itu benar, dan rasa bangga saya terhadap kalian juga benar! Saya bangga terhadap kalian karena kalianlah bukti pelayanan saya dalam pimpinan Penguasa kita Kristus Yesus.
31 Taitu ayu i mar etei morob ana efanamaim ama’am. Anayabin sawar abisa Keriso kwa isa sisinaf imaim ayu kura’ara’ahu iti tur akukurerereb.
32 Buat apa saya rela mempertaruhkan nyawa melawan orang-orang yang sangat ganas di kota Efesus?! Kalau manusia yang mati akan lenyap begitu saja tanpa dihidupkan kembali, maka lebih baik kita katakan, “Marilah kita makan, minum, dan bersenang-senang selagi belum mati.”
32 Morob ufunamaim yawas men tama’am, aisim ayu iti Ephesus hai sigarafor bairi atiyow? Abisa ana gewasin boro anab? Morobone misir maiye en na’at.
33 Tetapi janganlah kalian tertipu oleh orang-orang yang berpandangan seperti itu! Pepatah mengatakan, “Pergaulan yang buruk menularkan pengaruh buruk.”
33 Men sabuw hinifufuwi a not hinakwaris. “A ofonah kakafih boro ayawas gewasin hinagurus.”
34 Jadi sekarang, sadarilah benar-benar! Jangan berbuat dosa lagi! Seharusnya kalian malu, karena sudah jelas bahwa di antara kalian ada beberapa orang yang tidak mengenal Allah.
34 Ukwar kwanabotawiy gewas, ef kakafih kwasisinaf kwanihamiyen, anayabin kwa afa God men kwaso’ob, iti ao, saise kwa biya hina’ohow.
35 Tentang kebangkitan, sering ada pertanyaan, “Bagaimana mungkin orang mati bisa dihidupkan lagi? Tubuh mereka sudah tidak ada, bukan?!”
35 Sabuw afa boro hinibatiy hinao, “Moroboyah boro mi’itube hinamisir maiye? Naatu hina mimisir biyah ana itinin boro mi’itube hinab?”
36 Pertanyaan itu bodoh. Tubuh ini ibarat biji. Biji pohon yang dimasukkan ke tanah mengalami kematian supaya bisa tumbuh dan hidup kembali.
36 Taitu, kwabikoko’aw, ub me yanamaim kutatanum boro men saife nakuboun nayenamih, baise wantoro’ot i boro namorob nare, imaibo nakuboun nayen.
37 Waktu kamu menanam pohon, yang kamu tanam bukan semua bagian pohon yang akan tumbuh, tetapi hanya bijinya, misalnya biji gandum atau biji-bijian yang lain.
37 Naatu sanabey ub o ub afa kutatanum i men biyan tutufin kwatatanumimih, baise ro’on, sanabey ro’on o ub ta ro’on.
38 Sesudah ditanam, Allah memberikan tubuh kepada biji itu sesuai bentuk yang ditetapkan-Nya untuk setiap jenis pohon.
38 God ub ta’ita’imon biyah hai itinin ta ta i ana kokomaim ya, naatu ub ta’ita’imon biyah anababatun itih.
39 Ada bermacam-macam jenis pohon. Demikian juga ada berbagai macam jenis tubuh. Tubuh manusia berbeda dengan tubuh hewan, dan jenis tubuh ikan berbeda dengan tubuh burung.
39 Naatu sawar tafaramamaim biyah finimih auman hai itinin i men ta’imon, biyah i ta ta, orot babin biyah ana itinin ta, haru for biyah ana itinin ta, mamu hai itinin i ta naatu siy i hai itinin ta.
40 Begitu pun benda-benda di bumi berbeda dengan benda-benda di langit. Dan keindahan benda-benda langit tidak sama dengan keindahan benda-benda di bumi.
40 Naatu mar ana biyan itinin ibo ta, na’atube tafaram biyan itinin ibo ta. Baise biyat no mar nowan ana bonamanamarin itinin ibo ta, naatu biyat tafaram nowan ana bonamanamarin ibo itinin ta.
41 Pancaran sinar matahari berbeda dengan sinar bulan, dan setiap bintang pun berbeda-beda pancaran cahayanya.
41 Veya ibo ana bonamanamarin itinin ta, sumar ibo ana bonamanamarin itinin ta, naatu daman ibo hai bonamanamarin itinin ta, baise daman wanawanahimaim ta’ita’imoh ibo hai bonamanamarin ta ta.
42 Demikian jugalah manusia ketika dihidupkan kembali. Tubuhnya kelak adalah jenis tubuh yang berbeda! Tubuh kita yang dikubur nanti akan hancur seperti biji yang ditanam. Tetapi tubuh baru yang diberikan waktu kita dibangkitkan tidak bisa hancur lagi!
42 Baise Moroboyah hinamimisir maiye ana itinin i boro nati na’atube, biyat morob hubemaim tayayare ana veya biyat i emasamas, baise morobone namimisir ufunamaim boro nama wanatowan.
43 Tubuh kita yang dikubur seperti biji kelihatannya usang dan rapuh. Namun ketika kita dibangkitkan, tubuh kita menjadi tubuh surgawi yang mulia!
43 Biyat hubemaim tayayare itinin i kakafin, naatu siba’u’un, baise emimisir ana veya itinin i gewasin naatu fairin.
44 Tubuh yang dikubur seperti biji adalah tubuh jasmani. Tetapi yang dihidupkan kembali adalah tubuh rohani.
44 Biyat tayayare i tafaram nowan, baise emimisir i mar biyan.
45 Seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, “Manusia pertama, yaitu Adam, menjadi makhluk yang hidup.” Tetapi Seseorang yang seperti Adam terakhir, yaitu Kristus Yesus, Dialah Roh yang memberi hidup.
45 Buk Atamaninamaim hikirum hio na’atube, “Orot wantoro’ot wabin Adam i biyan ana yawas bai,” baise Adam bairou’abin nan i ayubit ana yawas wanatowanin baitit isan na.
46 Dari contoh itu bisa kita lihat bahwa yang pertama datang adalah makhluk jasmani, kemudian barulah yang rohani.
46 Orot ayubit ana yawas auman ma’am i men mat na, baise orot biyat ana yawasamaim ma’am i mat na, imaibo orot ayubit ana yawasamaim ma’am na.
47 — ausente —
47 Orot wantoro’ot Adam i me nowan fofobane matar, baise Adam bairou’abin i marane ra’iy.
48 — ausente —
48 Sabuw iyab me nowan biyah i orot me’emaim ma’am biyan na’atube, sabuw iyab mar nowan biyah i orot marane rara’iy biyan na’atube.
49 Sekarang kita hidup menurut gambar manusia pertama yang berasal dari debu tanah. Tetapi marilah kita juga mulai diubahkan menjadi manusia baru sesuai dengan gambar Dia yang berasal dari surga.
49 Tafaram orot ana ana itinin tabaib na’atube, mar ana orot nanan ana itinin boro tanab.
50 Saudara-saudari, saya menegaskan bahwa tubuh kita yang terdiri dari daging dan darah ini tidak bisa menjadi warga kerajaan Allah. Tubuh jasmani yang bisa mati tidak dapat masuk ke tempat yang kekal.
50 Taitu, abisa ao au yabin i iti, biyat, naatu finimit men karam boro God ana aiwobomaim narun, anayabin biyat i boro namorob namas, imih men karam boro wanatowan ma’am ana efanamaim narun.
51 Perhatikanlah! Sekarang saya mau membukakan suatu rahasia kepada kalian: Kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semua akan diubahkan!
51 Tain kwanarub gewas, iti tur buriburin anao kwananowar, it etei boro men tanamorobomih, baise ata itinin boro nabotabir bonamanamarin namatar
52 Perubahan itu akan terjadi dalam sesaat atau sekejap mata saja, ketika terdengar bunyi terompet terakhir. Saat itu, semua pengikut Kristus yang sudah mati akan dihidupkan kembali dengan tubuh baru yang tidak bisa mati lagi, dan setiap kita yang masih hidup pada waktu kejadian itu berlangsung akan diubahkan menjadi seperti mereka.
52 tour natut ana veya namanamar ebowabow na’atube, tanimatanubamo biyat nabotabir. Anayabin tour natut ana veya murumurubih etei boro biyah fairin hinamisir, naatu biyah ana itinin boro nabotabir.
53 Perubahan yang kita alami nanti ibarat mengganti pakaian, karena tubuh yang bisa mati ini akan diganti dengan tubuh yang tidak bisa mati.
53 Biyat iti morob emasamas boro nabotabir biyat fairin wanatowan ma’ama’anin namatar.
54 Sewaktu tubuh kita yang bisa mati diganti dengan tubuh yang tidak bisa mati, nyatalah Firman yang tertulis ini,
54 Biyat iti boun tama’am boro namorob naatu namas, baise morob ufunamaim biyat boro nabotabir nan wanatowan ma’ama ana biyan nab. Imaibo Buk Atamaninamaim hikirum boro nan niturobe,
55 “Hai maut, kamu tidak berkuasa lagi untuk mematikan kami!
55 “Morob o a fair menanamaim ema’am boro inisnowah?
56 Maut berkuasa mematikan manusia karena kita berdosa. Dan yang sering memancing keinginan kita untuk berdosa adalah hukum Taurat.
56 Morob ana biyababan i bowabow kakafinane ebaib, naatu bowabow kakafin ana fair i ofafaramaim ebaib.
57 Tetapi syukur kepada Allah, karena melalui Penguasa kita Kristus Yesus, kita diberi kemenangan!
57 Baise God ana merar tanay anayabin Jesu Keriso, i morob ana ahay ana waf tagagir yare!
58 Oleh karena itu, Saudara-saudari yang saya kasihi, bertahanlah! Jangan biarkan apa pun menggoyahkan keyakinanmu! Berikanlah dirimu sepenuhnya untuk pekerjaan pelayanan Tuhan Yesus, karena kita tahu bahwa dengan pimpinan Tuhan, apa pun yang kita kerjakan tidak akan pernah sia-sia.
58 Isan imih taitu, yate nanub kwanabatkikin, mar etei Regah isan anot tutufin kwanabow, anayabin Regah isan kwabow kwabi’akir i men anayabin enamih, baise yabin auman.
Atalhos do teclado
- Capítulo anterior←
- Próximo capítulo→
- Versículo anteriork
- Próximo versículoj
- Limpar seleçãoEsc
- Esta ajuda?
Estude este capítulo no WhatsApp
Peça à IA da Bíblia Fala para explicar 1 Coríntios 15, comparar traduções ou montar um estudo — tudo direto pelo WhatsApp.