1 Coríntios 14

Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga (IND) vs AAI

Sair da comparação
AAI TUR GEWASIN O BAIBASIT BOUBUN
1 Oleh karena itu, utamakanlah kasih setiap waktu, dan berusahalah sungguh-sungguh untuk menerima kemampuan rohani, terutama kemampuan menyampaikan pesan Allah.
1 Yabow i ayawasamaim wan nama nabonawiy, naatu dogor wanawanan akok gagamin Anun Kakafiyin usar bai enan akisin kwananuwih kwanab, usar gewasin naatu au gagamin i God ana tur binan ana usar kwanab.
2 Saya berkata begitu karena orang-orang yang mempunyai kemampuan rohani untuk berbicara dalam bahasa lain biasanya tidak menyampaikan sesuatu yang bisa dimengerti orang lain. Melalui Roh Kudus, mereka hanya berbicara kepada Allah tentang hal-hal yang dimengerti oleh Allah saja.
2 Orot yait menan botabir tur ta’amaim eo i men sabuw isah eo, baise God isan eo. Anayabin men yait ta so’ob tur boro nanowar naniyan nab, nati tur i Anun Kakafiyin ana fairane tur anababatun wa’iwa’irin eo.
3 Sebaliknya, orang-orang yang menyampaikan pesan dari Roh Allah bisa berbicara kepada orang lain untuk menguatkan, memberi dorongan, dan menghibur mereka.
3 Baise orot yait God ana tur eo ebibinan i sabuw isah eo baibais, koufair, nuhifot ebitih.
4 Orang yang berbicara dalam bahasa lain sesuai pimpinan Roh Kudus biasanya hanya menguatkan diri sendiri, sedangkan orang yang menyampaikan pesan dari Roh Allah bisa menguatkan seluruh jemaat.
4 Yait menan botabir tur ta’amaim eo, nati i taiyuwin ebibais. Baise orot yait God ana tur eo ebibinan, i God ana sabuw tutufin etei ebibaisih.
5 Saya senang bila kamu semua mendapat kemampuan rohani untuk berbicara dalam bahasa lain. Tetapi saya lebih menginginkan agar kamu bisa menyampaikan pesan dari Roh Allah. Orang yang memiliki kemampuan itu lebih diperlukan dalam jemaat daripada yang berbicara dalam bahasa lain. Orang yang berbicara bahasa lain baru akan berguna jika ada anggota yang mempunyai kemampuan rohani untuk menerjemahkan bahasa itu, karena dengan demikian seluruh jemaat bisa dikuatkan melalui pesan yang disampaikannya.
5 Ayu au kok kwa etei mena tabotabir tur ta’amaim kwatao, baise au kok gagamin anababatun i binan ana usar kwatab, anayabin orot yait tur eo ebibinan ana baibais i gagamin. Orot menan ebobotabir i gewasin, baise orot ta nati kou’ay wanawanan tur nabotabir nao ekaleisia etei hinanowar saise boro nibaisih.
6 Saudara-saudari, percuma saja kalau saya datang kepada kalian dan menggunakan kemampuan rohani untuk berbicara dalam bahasa lain yang tidak kalian mengerti! Saya hanya akan berguna bagi kalian bila sesuai tuntunan Roh Allah saya berbicara dalam bahasa yang kalian mengerti untuk mengajar, menyampaikan pesan Allah, menjelaskan suatu pengetahuan, atau menyatakan sesuatu yang membuka wawasan baru.
6 Naatu taitu, ayu atan kwa ata binanawan ana veya, menau tabotabir tur ta’amaim atao’o na’at boro baibais atit? Baise tur boubuh, not so’ob boubuh, tur binan God biyanane, naatu God ana roube’aten tur ana bow anan, turobe boro imaim nibaisi.
7 Benda mati pun, misalnya suling atau gitar, kalau dibunyikan dengan asal-asalan tidak akan mengeluarkan nada yang bisa dipahami.
7 Ef ta iti na’atube, ben hai sawar douduf na’atube hinirabirab, o fik na’atube hinababin kwanekwan orot benayan boro mi’itube naniyan nab naben gewas?
8 Atau terompet militer, kalau ditiup asal-asalan, para tentara tidak akan paham sinyal perang yang diberikan.
8 Naatu orot yait tour men ebababin gewas, baiyowayah boro mi’itube hinaso’ob gewas hibobuna baiyow isan?
9 Nah, terlebih lagi manusia! Kalau kamu berbicara bahasa lain dengan pimpinan Roh Allah, tetapi kata-katamu tidak bisa dimengerti, bagaimana hal itu akan berguna bagi pendengar? Kamu seperti berbicara kepada angin saja.
9 Ana itinin i ta’imon, o mena nabotabir tur ta sabuw men hisoso’obamaim kuo, sabuw boro mi’itube naniyan hinab o abisa isan kuo? O a tur asir isaroun me yan ere’er.
10 Memang ada banyak sekali bahasa di dunia, dan setiap bahasa bermakna bagi orang-orang yang menggunakannya.
10 Tafaram wanawanan tur i moumurih maiyow, naatu nati tur etei i hai yabih auman men ta yabin enamih.
11 Tetapi kalau saya tidak mengerti bahasa seseorang, maka saya menjadi orang asing bagi dia, dan dia pun orang asing bagi saya.
11 Isan imih tur nidun anonowar naniyan men abaib ayu i touman orot amatar, nati orot tur oyan isan, naatu tur oyan auman ayu isou touman orot matar.
12 Demikian juga dengan kamu. Karena kamu sangat menginginkan kemampuan rohani dari Roh Kudus, sebaiknya kamu berdoa dengan sungguh-sungguh supaya kamu diberi kemampuan yang lebih diperlukan untuk menguatkan jemaatmu.
12 Imih o yait a kok gagamin i ayubit ana usar ta inab inabow, basit God kwi’fefeyan saise usar menatan o inab ekalesia inabibais boro nit.
13 Jadi, orang yang mempunyai kemampuan rohani untuk berbicara dalam bahasa lain hendaklah berdoa supaya diberi kemampuan untuk menerjemahkannya juga.
13 Ana’an iti isan sabuw iyab menah ebobotabir, gewasin hinayoyoban, saise tur koubuna isan ana usar auman hinab hinakubuna sabuw hinaso’ob.
14 Kalau saya berdoa dalam bahasa lain sesuai pimpinan Roh Kudus, yang berdoa hanya roh saya, sedangkan pikiran saya diam.
14 Anayabin ayu mena’umaim ayoyoyoban, ayubu auman ibo eyoyoyoban, baise au not men kafa’imo so’ob ayu abisa ao’o.
15 Maka, saya memutuskan bahwa ketika saya berdoa, saya akan melibatkan roh dan pikiran. Waktu saya menyanyikan pujian, saya akan melibatkan roh dan pikiran juga.
15 Ayu boro abisa anasinaf? gewasin ayu i boro ayubu airi anayoyoban, naatu au not auman airi anayoyoban, ayubu airi ew anatabor naatu au not auman airi anatabor.
16 Sebab kalau kita memuji Allah dengan roh kita, yaitu memakai kemampuan berbicara bahasa lain, pendengar tidak akan bisa turut memuji Allah atau mengucapkan “Amin” atas ucapan syukur itu, karena mereka tidak mengerti.
16 Ayubimaim God ana merar iyi kubobora’ara’ah, orot ta boro mi’itube naso’ob airi God kwanabora’ara’ah, naatu boro mi’itube naso’ob nibasit. Anayabin nati orot i men so’ob o abisa’awat kuo’o.
17 Sekalipun isi ucapan syukur itu sangat baik, para pendengar tidak akan dikuatkan.
17 Basit o i merarayow gewasin maiyow God kubitin dogor tutufin etei, baise taituwa nati na ebatabat men kubibais.
18 Saya bersyukur kepada Allah bahwa saya mendapat kemampuan rohani berbicara bahasa lain lebih daripada kamu semua.
18 Ayu i God ana merar ayiy, anayabin ayu menau botabirin tur ta’amaim o isan kwa etei ana tabir.
19 Namun dalam pertemuan jemaat, saya lebih suka mengucapkan lima kata yang bisa dimengerti daripada ribuan kata dalam bahasa lain, supaya para pendengar dikuatkan oleh ajaran saya.
19 Baise ekalesia hai kou’ay wanawanan ayu tur etei five akisin anao sabuw etei boro naniyan hinab naatu nibaisih, baise menau nabotabir tur 10,000 na’atube anao ana baibais i en.
20 Saudara-saudari, tentang hal ini janganlah berpikir seperti anak-anak, tetapi jadilah dewasa! Sebaliknya tentang kejahatan, jadilah seperti bayi.
20 Taituwau, men kek hai notabe kwananot, men kek sosofabe kwanarerey kwanekwanemih, baise orot babin hai not kwanab tur kwanao.
21 Sebab mengenai penggunaan bahasa asing, ada tertulis dalam Firman TUHAN,
21 Buk Atamaninamaim wanawanan ofafar iti na’atube hikirum,
22 Dari Firman itu kita tahu bahwa kemampuan rohani berbahasa lain lebih cocok dipakai terhadap orang-orang yang keras kepala dan menolak percaya kepada TUHAN, tetapi kurang berguna bagi orang-orang yang percaya. Sebaliknya, kemampuan rohani untuk menyampaikan pesan Roh Allah sangat berguna bagi orang yang sudah percaya, dan kurang cocok bagi mereka yang belum percaya.
22 Menat ebobotabir i men sabuw baitumatumayah hai i’inan, baise sabuw iyab men tibitumatum hai i’inanen, naatu tur binan i sabuw iyab men tibitumatum isah, baise baitumatumayah isah.
23 Apalagi, kalau ada beberapa orang yang baru masuk ke dalam pertemuan jemaat kalian, dan kamu semua berbicara dalam berbagai bahasa lain, pastilah mereka pikir kalian gila!
23 Imih ekaleisia tutufin etei hinaru’ay, naatu sabuw etei menah nabotabir tur ta’amaim hinao’o, sabuw afa ufunane hina tema’am, naatu sabuw iyab men tibitumatum boro hinao, “Sabuw tibikoko’aw kwa’itih?”
24 Tetapi seandainya kamu semua menyampaikan pesan dari Roh Allah, lalu ada seorang yang belum percaya atau belum mengerti masuk ke dalam pertemuan kalian itu, maka hal-hal yang kalian sampaikan akan menyatakan dosa-dosanya, dan dia akan merasa tertegur oleh semua yang kalian katakan.
24 Baise orot yait God ana tur eo ebibinan ufun orot baitumatum atin ma enonowar boro dogoron narusib. Anayabin tur abisa nonowar ana kakafih etei hina hibebeyan itan.
25 Rahasia-rahasia dalam hatinya juga akan dinyatakan, sehingga akhirnya dia berlutut menyembah Allah serta mengaku, “Allah benar-benar bersama kalian!”
25 Ana not wa’iwa’irin ma’am etei tit irerereb naatu boro sun nayowen Regah nakwafir, bebeyanamaim naorereb nao, “Turobe God i kwa wanawananamaim bairi kwama’am!”
26 Jadi Saudara-saudari, inilah kesimpulan dari semuanya: Waktu kalian berkumpul, hendaklah setiap orang terlibat sesuai kemampuan rohani masing-masing, misalnya membawakan nyanyian, mengajar, menyatakan sesuatu yang membuka wawasan baru, berbicara bahasa lain sesuai pimpinan Roh Kudus, atau menerjemahkan pesan dalam bahasa lain itu. Tujuan dari semuanya itu haruslah untuk saling menguatkan.
26 Taituwau, abisa ao yabin i iti, bora’ara’aten isan kwanaruru’ay ana veya, orot boro ew natabor, orot ta boro ni’obaibiyi, orot ta boro God ana tur naorerereb, orot ta boro menan nabotabir, orot ta boro nati tur nabotabir nakubuna kwananowar, naatu sawar iti etei i ekaleisia wowabin ra’at isan kwasisinaf.
27 Kalau ada yang ingin berbicara kepada jemaat dengan menggunakan kemampuan rohani berbahasa lain, maka hanya diperbolehkan dua atau paling banyak tiga orang saja. Hendaklah mereka bergiliran, dan harus ada yang bisa menerjemahkan kata-kata mereka.
27 Menamaim omih orot rou’ab o tounu hinao naatu men tounu nanatabir, naatu tur i orot ta nao nasawar, imaibo ta nao, men auta’imon kwanarahimih, naatu orot ta i nati tur nabotabir nakubuna.
28 Kalau tidak ada anggota jemaat yang mempunyai kemampuan rohani untuk menerjemahkan, maka orang yang ingin menggunakan kemampuan berbahasa lain tidak boleh bicara dalam pertemuan. Biarlah dia memakai kemampuan itu untuk berbicara secara pribadi kepada Allah tanpa bersuara.
28 Baise koubuna’ayan orot nati’imaim men nama’am na’at, orot nati tur eo gewasin ekaleisia wanawanan boro awan nafot, i akisin God hairi’imo hinayoyoban.
29 Tentang orang-orang yang punya kemampuan rohani menyampaikan pesan dari Allah: Hanya dua atau tiga orang saja yang boleh berbicara dalam satu pertemuan. Dan hendaklah saudara-saudari yang lain menilai apa yang mereka katakan.
29 Orot rou’ab o tounu God ana tur hinabinan, naatu hinabibinan wanawanan, binanuyah afa nati tibibinan hai tur hinafufun gewas.
30 Tetapi kalau Allah menyatakan sesuatu kepada salah satu anggota yang lain, maka orang yang sedang bicara harus diam, supaya pesan Allah disampaikan secara teratur.
30 Naatu nati tur inan wanawanan orot ta kou’ay wanawanan ma’am God ana tur ta boubun na isan birerereb ana veya, nati orot bat ebibinan awan nafot.
31 Dengan demikian, semua yang mempunyai kemampuan menyampaikan pesan dari Allah mendapat kesempatan satu per satu, sehingga semua yang hadir menerima pengajaran dan dikuatkan.
31 Anayabin kwa ta’ita’imon a veya ti’inu’in na’atube boro kwanabinan, saise sabuw etei boro roube’aten tur hinab hinaso’ob naatu koufair hinab.
32 Setiap orang yang mempunyai kemampuan untuk menyampaikan pesan Allah sanggup mengendalikan diri dan sabar menunggu waktunya berbicara.
32 Dinab oro’orot iyab God ana tur hio tibibinan hai tur i hinakaif gewas.
33 Sebab Allah tidak menginginkan kekacauan. Dia menghendaki segala sesuatu berlangsung dengan teratur.
33 Anayabin i men baibikwarisen ana Godamih, baise tufuw ana God.
34 hendaklah kaum perempuan berdiam diri dalam pertemuan ibadah. Para istri tidak diizinkan langsung berbicara, karena mereka berada di bawah pimpinan suami masing-masing, seperti yang dikatakan dalam hukum Taurat.
34 Ekalesia wanawananamaim baibin i awah nafot hinama. Baibin isah men baibasit ema’am boro tur hinao, baise ofafar eo na’atube awah nafot orot babahimaim hinanutanub hinama.
35 Kalau seorang istri ingin menanyakan sesuatu, hendaklah dia bertanya kepada suaminya di rumah, karena tidak sepatutnya perempuan berbicara di dalam ibadah.
35 Sawar ta isan so’obamih baremaim a’aawah hinibatiyih, anayabin ekaleisia wanawanan baibin tur o isan i biya’ohow ema’am.
36 Kalau ada di antara kalian yang tidak senang dengan ajaran-ajaran saya tadi, ingatlah bahwa bukan kalian yang pertama menerima ajaran dari Allah, dan bukan kalian saja yang menjadi pengikut Kristus! Hendaklah kalian mengikuti kebiasaan jemaat Kristus di tempat-tempat lain juga.
36 Kwanotanot God ana tur kwa akis biyamaim busuruf? Ai nati tur i kwa akis isa na?
37 Kalau kamu merasa dirimu mempunyai kemampuan rohani untuk menyampaikan pesan Allah atau dituntun oleh Roh Allah, tentu kamu sependapat bahwa perintah-perintah yang saya tuliskan di atas berasal dari TUHAN.
37 Orot yait enotanot i God ana dinab orot, naatu God biyanane ayubin ana usar bai ema’am, abisa kwa isa akikirum boro naso’ob, iti i Regah ana obaiyunen tur.
38 Tetapi kalau ada di antara kalian yang tidak setuju terhadap ajaran-ajaran itu, jangan pedulikan dia!
38 Baise iti tur nanowar nakwakwahir, God boro ibo nakwahir ana tur men nanowar.
39 Jadi Saudara-saudari, hendaklah kalian masing-masing berdoa sungguh-sungguh agar diberi kemampuan rohani untuk menyampaikan pesan Allah. Dan jangan melarang saudara seimanmu untuk menggunakan kemampuan rohani berbahasa lain.
39 Isan imih taituwau, dogor kwanabotawiy God ana tur kwanab gewas kwanabinan, naatu sabuw afa menah botabir teo men kwana’otanih.
40 Tetapi semuanya harus dilakukan dengan penuh hormat dan teratur.
40 Baise kwana’itin gewas sawar etei i hai efamaim kwanasinaf naatu kakaf ana efamaim.

Ler em outra tradução

Comparar com outra

Estude este capítulo no WhatsApp

Peça à IA da Bíblia Fala para explicar 1 Coríntios 14, comparar traduções ou montar um estudo — tudo direto pelo WhatsApp.